Tumor Wilms : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Tumor Wilms

Posted on

Penyakit Tumor Wilms – Tumor Wilms atau nefroblastoma adalah jenis tumor ginjal yang menyerang anak-anak usia 3-4 tahun, terutama laki-laki. Tumor ini umumnya hanya menyerang satu ginjal saja, namun tidak menutup kemungkinan tumor dapat menyerang kedua ginjal dalam tubuh sang anak.

Baca Juga : Tumor

Tumor Wilms merupakan salah satu jenis tumor yang jarang terjadi. Tumor ini merupakan tumor ginjal yang paling sering dialami oleh anak-anak dibandingkan jenis tumor lainnya.

Stadium Tumor Wilms

Ada 5 stadium tumor Wilms yang menunjukkan tingkat keparahan tumor yang diderita, yaitu:

  • Stadium 1. Tumor wilms hanya berada di dalam satu ginjal dan dapat disembuhkan melalui tindakan operasi.
  • Stadium 2. Tumor wilms telah menyebar hingga ke jaringan sekitar ginjal, termasuk pembuluh darah. Pada stadium ini, tindakan operasi masih menjadi pilihan untuk mengobati tumor wilms.
  • Stadium 3. Penyebaran tumor sudah meluas dan mulai mencapai organ perut lainnya atau kelenjar getah bening.
  • Stadium 4. Tumor telah menyebar ke organ lain yang letaknya jauh dari ginjal, seperti paru-paru, tulang, atau otak.
  • Stadium 5. Tumor telah menyerang kedua ginjal.

Baca Juga  : Tumor Askin

Tanda dan Gejala Tumor Wilms

Gejala utama tumor Wilms adalah nyeri dan pembengkakan pada perut. Selain itu, tumor Wilms juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Demam
  • Rasa lelah dan lemas yang berlebihan
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah
  • Konstipasi
  • Sesak napas
  • Peningkatan tekanan darah
  • Hematuria atau urine berdarah
  • Pertumbuhan tubuh yang tidak seimbang

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor Wilms

Penyebab tumor wilms belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak untuk mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Faktor genetik. Apabila seorang anggota keluarga memiliki riwayat tumor wilms, maka risiko seorang anak juga menderita tumor Wilms makin tinggi.
  • Kelainan bawaan (kongenital). Tumor Wilms berisiko tinggi dialami oleh bayi atau anak yang memiliki kelainan bawaan sejak lahir, seperti:
    a. Aniridia, yaitu kondisi ketika bagian mata yang berwarna (iris) hilang sebagian atau seluruhnya.
    b. Hipospadia, yaitu kondisi ketika lubang saluran kemih pada penis tidak berada posisi yang seharusnya.
    c. Kriptorkismus, yaitu kondisi ketika testis tidak turun ke dalam skrotum saat lahir.
    d. Hemihypertrophy, yaitu kondisi ketika salah satu bagian tubuh lebih besar dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga : Gejala Awal Tumor Otak

  • Memiliki penyakit tertentu. Beberapa jenis penyakit juga bisa membuat anak berisiko mengalami tumor Wilms, meskipun penyakitnya juga jarang terjadi. Di antaranya:
    a. Sindrom WAGR, yaitu gabungan dari gejala anirida, kelainan pada kelamin dan sistem kemih, serta retardasi mental.
    b. Sindrom Beckwith-Wiedemann, yaitu kondisi yang ditandai dengan berat bayi lahir di atas rata-rata (>4 kg) dan pertumbuhan yang abnormal.
    c. Sindrom Denys-Drash, yaitu kondisi yang meliputi gabungan penyakit ginjal dan kelainan pada testis.

Cara Mendiagnosis Tumor Wilms

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi keberadaan tumor dengan menekan perut pasien. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani beberapa tes penunjang, seperti:

  • Tes darah dan urine, tujuannya untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati pasien, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
  • Tes pencitraan, tujuannya untuk mendapatkan gambaran secara lebih detail mengenai kondisi organ tubuh, terutama ginjal, serta mendeteksi penyebaran sel tumor. Jenis tes pencitraan yang dapat dilakukan adalah USG perut, foto Rontgen, CT scan, dan MRI.
  • Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan tumor untuk melalui proses analisis dan evaluasi di laboratorium.

Baca Juga : Penyebab Tumor Otak

Pengobatan Tumor Wilms

Dokter akan menentukan langkah pengobatan tumor Wilms berdasarkan usia, tingkat keparahan tumor, dan kesehatan anak secara keseluruhan. Terdapat tiga metode pengobatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi tumor wilms, diantaranya yaitu:

Operasi pengangkatan ginjal (nefrektomi), yaitu prosedur pengangkatan, baik sebagian, seluruh, atau kedua ginjal yang terdapat tumor. Pasien yang kedua ginjalnya diangkat akan menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis) seumur hidupnya atau menjalani transplantasi ginjal jika memperoleh ginjal dari donor. Operasi merupakan metode pengobatan yang paling sering dilakukan untuk penderita tumor Wilms.

Kemoterapi. Prosedur ini dilakukan jika ukuran tumor sudah cukup besar atau tindakan operasi tidak mampu mengangkat seluruh sel kanker. Kemoterapi akan menghancurkan sisa sel kanker. Seringkalo, kemoterapi juga dilakukan sebelum operasi untuk menyusutkan ukuran tumor.

Terapi radiasi (radioterapi), yaitu terapi pengobatan dengan menggunakan pancaran sinar radiasi berfrekuensi tinggi yang diarahkan ke bagian tubuh yang terinfeksi sel kanker. Terapi radiasi juga bisa menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi tumor yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya.

Baca Juga :  Penyakit Ginjal

Dokter akan memberikan obat pada pasien untuk mengendalikan rasa nyeri, mual, dan pencegahan terhadap infeksi. Pasien juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mendeteksi jika sel kanker muncul kembali dan mengevaluasi fungsi ginjal baru atau yang tersisa.

Pencegahan Tumor Wilms

Tumor Wilms tidak bisa dicegah. Akan tetapi, jika bayi lahir dengan kelainan bawaan tertentu atau menderita sindrom yang terkait dengan tumor Wilms, maka sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG secara berkala, setidaknya setiap 3-4 bulan hingga anak berusia 8 tahun, agar tumor bisa terdeteksi dan langkah pengobatan bisa dilakukan sejak dini.

Komplikasi Tumor Wilms

Komplikasi tumor Wilms terjadi ketika tumor telah menyebar dan menyerang organ lain dalam tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, hati, tulang, atau otak. Beberapa komplikasi yang mungkin dialami penderita tumor Wilms diantaranya yaitu:

  • Gangguan fungsi ginjal, terutama jika tumor berada pada kedua ginjal.
  • Gagal jantung.
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama tinggi badan.

Baca Juga : Gagal Ginjal Kronis (CKD)

Demikian pembahasan tentang penyakit tumor wilms mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, pengobatan, pencegahan dan komplikasi tumor wilms. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.