Tukak Lambung : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Tukak Lambung

Posted on

Tukak Lambung – Tukak lambung atau maag merupakan kelompok kondisi apa pun yang melibatkan peradangan lapisan dalam perut atau penyakit pencernaan. Tukak lambung adalah luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag. Selain lambung, luka tersebut bisa terbentuk di usus 12 jari atau di bagian bawah kerongkongan.

Baca Juga : Kanker Lambung (Kanker Perut)

Sebagian besar kasus tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori atau karena konsumsi obat pereda nyeri yang berlebihan. Pada kasus yang jarang terjadi, tukak lambung juga dapat disebabkan oleh tumor di lambung, atau komplikasi dari radioterapi.

Tanda dan Gejala Tukak Lambung

Gejala yang muncul adalah sakit maag atau nyeri ulu hati. Nyeri tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.
  • Hilang timbul selama beberapa hari, minggu, atau bulan.
  • Memburuk di antara waktu makan, saat malam hari, atau pagi-pagi sekali.
  • Makin parah ketika perut kosong atau tidak terisi makanan.
  • Reda jika perut diisi makanan atau setelah minum obat sakit maag, tapi akan muncul kembali.
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Dada terasa seperti terbakar
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan turun
  • Sulit menarik napas
  • Lemas

Baca Juga : Gastritis (Radang Lambung)

Konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala infeksi H. pylori, atau jika mengalami kondisi tertentu yang membuat Anda harus rutin mengonsumsi obat kortikosteroid atau OAINS. Segeralah pergi ke IGD jika muncul tanda bahaya seperti:

  • Perut terasa keras dan sakit jika ditekan.
  • Nyeri di perut terasa parah dan muncul tiba-tiba.
  • BAB berwarna hitam atau muntah seperti warna kopi.
  • Muncul gejala syok, seperti pandangan gelap dan keringat dingin.
  • Muntah seperti warna kopi atau dan BAB berwarna hitam seperti aspal merupakan tanda perdarahan yang membutuhkan penanganan segera.

Penyebab Tukak Lambung

Luka di lambung terbentuk ketika selaput yang melapisi lambung terkikis. Pengikisan selaput lambung umumnya disebabkan oleh:

Infeksi bakteri. Infeksi Helicobacter pylori merupakan penyebab utama timbulnya luka pada lapisan lambung.

Konsumsi obat antiiinflamasi nonsteroid (OAINS). Konsumsi ibuprofen, diclofenac, atau meloxicam secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau peradangan pada jaringan lambung hingga menimbulkan luka.

Selain OAINS, obat lain yang dapat menyebabkan tukak lambung adalah aspirin, kortikosteroid, dan obat antidepresan golongan SSRI.

Baca Juga : Maag Kronis

Faktor Risiko Tukak Lambung

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung atau memperparah gejala tukak lambung, diantaranya yaitu:

  • Merokok, terutama pada seseorang yang terinfeksi bakteri pylori.
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik.
  • Konsumsi makanan asam atau pedas.
  • Konsumsi minuman beralkohol.

Cara Mendiagnosis Tukak Lambung

Untuk mendiagnosis tukak lambung, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien lalu dokter akan mendengarkan suara dalam perut pasien menggunakan stetoskop, dan menekan perut pasien untuk memeriksa kemungkinan adanya nyeri serta lokasinya.

Apabila pasien diduga menderita tukak lambung, dokter akan melakukan beberapa tes berikut:

Endoskopi. Pada endoskopi (gastroskopi), selang kecil berkamera akan dimasukkan melalui kerongkongan, tujuannya untuk melihat kondisi di dalam lambung. Jika diperlukan, dokter gastroenterologi akan mengambil sampel jaringan lambung untuk diperiksa di laboratorium.

Tes laboratorium. Setelah luka terlihat melalui endoskopi, dokter akan memeriksa keberadaan bakteri H. pylori melalui urea breath test dengan menganalisis hembusan udara pernapasan, atau dengan memeriksa sampel darah dan feses pasien.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan foto Rontgen. Sebelum pemeriksaan ini, pasien akan diminta untuk meminum cairan barium terlebih dahulu. Cairan tersebut akan menampilkan gambaran saluran pencernaan dengan lebih jelas.

Baca Juga : Cara Mengobati Asam Lambung

Pengobatan Tukak Lambung

Tukak lambung yang menyebabkan perdarahan harus segera penanganan. Dokter akan menghentikan perdarahan melalui prosedur endoskopi yaitu dengan menyuntikkan obat langsung ke area luka atau menyumbat luka dengan terapi panas. Selanjutnya dokter dapat melakukan transfusi darah, tujuannya untuk mengganti darah yang hilang.

Jika perdarahan tetap berlangsung atau tukak lambung hingga menyebabkan lubang di dinding lambung, maka dokter akan melakukan operasi. Sedangkan, untuk mengatasi infeksi H. pylori, dokter akan meresepkan kombinasi obat berikut untuk dikonsumsi selama 7-14 hari, diantaranya:

Penghambat pompa proton (PPI). Obat PPI digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung dan meredakan gejala. Contoh obat ini adalah esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan rabeprazole.

Antagonis H2 atau dikenal sebagai obat penurun produksi asam lambung. Contoh obat ini diantaranya cimetidine, famotidine, dan ranitidin. Akan tetapi, obat ranitidin sedang ditarik oleh BPOM untuk sementara waktu, karena diduga berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Bismuth subsalicylate. Jenis obat ini berfungsi untuk melapisi dan melindungi luka dari asam lambung dan obat ini bekerja dengan cara membunuh organisme penyebab infeksi.

Antibiotik. Tujuan pemberian antibiotik adalah untuk membunuh bakteri H. pylori. Contoh antibiotik yang akan diberikan diantaranya amoxicillin, clarithromycin, atau metronidazole.

Selain itu, dokter dapat meresepkan misoprostol dan sukralfat untuk melindungi selaput lambung. Untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh konsumsi OAINS secara berlebihan, pasien dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut dan dokter akan memberikan alternatif obat lain.

Baca Juga : Cara dan Menu Diet Penderita Asam Lambung

Sedangkan, untuk membantu meredakan gejala tukak lambung, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Memperbanyak konsumsi sayur, biji-bijian, dan buah yang mengandung vitamin A dan C.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt.
  • Menghindari konsumsi susu.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Beristirahat yang cukup
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.

Pencegahan Tukak Lambung

Cara mencegah tukak lambung diantaranya yaity:

  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Cuci bahan makanan dan masak hingga benar-benar matang.
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Pastikan air yang diminum bersih dan sudah dimasak.
  • Batasi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian.
  • Berhenti merokok.

Baca Juga : Makanan Yang Baik dan Tidak Baik Bagi Penderita Maag

Demikian pembahasan tentang penyakit tukak lambung mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, pengobatan dan pencegahan tukak lambung secara lengkap. Semoga bermanfaat