Trakoma : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Trakoma

Posted on

Penyakit Trakoma – Trakoma merupakan infeksi bakteri yang mempengaruhi mata. Trakoma adalah salah satu infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Seseorang bisa tertular kondisi ini jika bersentuhan langsung dengan penderita, atau menyentuh mata setelah memegang benda yang sudah terpapar bakteri Chlamydia trachomatis.

Baca Juga : Blefaritis

Biasanya trakoma menyerang mata dan kelopak mata terlebih dahulu, dengan gejala awal berupa iritasi dan gatal ringan. Akan tetapi jika tidak diobati, trakoma bisa menyebabkan komplikasi serius hingga kebutaan. Perlu diketahui, kebutaan akibat trakoma bersifat permanen dan tidak bisa diobati kembali.

Penyakit trakoma bisa menular ke anak-anak dengan mudah. Akan tetapi, biasanya penyakit trakoma ini berkembang dengan sangat lambat. Gejalanya bisa muncul ketika penderita sudah beranjak dewasa.

Tanda dan Gejala Trakoma

Umumnya, gejala trakoma terjadi pada kedua mata diantaranya yaitu:

  • Gatal dan iritasi pada mata, termasuk kelopak mata.
  • Nyeri mata.
  • Merasa lebih sensitif terhadap cahaya (photophobia).
  • Pembengkakan kelopak mata.
  • Keluarnya cairan dari mata yang mengandung nanah dan mukus.

Untuk mengidentifikasi tingkat keparahan trakoma, WHO menetapkan adanya 5 tahapan perkembangan penyakit trakoma ini diantaranya yaitu:

Peradangan folikuler. Ini merupakan tahapan awal perkembangan penyakit trakoma yang ditandai dengan munculnya folikel pada mata, yang bisa dilihat dengan bantuan kaca pembesar. Folikel tersebut berbentuk seperti benjolan kecil yang mengandung sel darah putih (limfosit) dan terletak pada bagian dalam kelopak mata atas.

Baca Juga : Hifema Mata

Peradangan berat. Tahap ini ditandai dengan mata yang mengalami iritasi dan infeksi berat, disertai pembengkakan dan penebalan kelopak mata bagian atas.

Luka di kelopak mata bagian dalam. Infeksi dan iritasi pada tahapan sebelumnya dapat menyebabkan luka pada kelopak mata. Luka ini dapat dilihat dengan kaca pembesar yang terlihat sebagai garis-garis putih. Pada tahapan ini, kelopak mata dapat mengalami perubahan bentuk (distorsi) dan menekuk ke bagian dalam (entropion).

Trichiasis. Trichiasis terjadi ketika kelopak mata mengalami perubahan bentuk, sehingga menyebabkan bulu mata tumbuh ke dalam. Bulu mata yang tumbuh ke dalam dapat menyebabkan gesekan pada mata, terutama pada kornea, sehingga korena mengalami iritasi dan luka.

Pengeruhan kornea. Kornea yang mengalami iritasi akibat trichiasis dapat terkena inflamasi, sehingga mengalami pengeruhan. Kornea yang mengalami pengeruhan dapat terlihat tidak jernih seperti kornea normal.

Gejala trakoma akan terlihat lebih parah pada kelopak mata bagian atas dibandingkan dengan kelopak mata bagian bawah. Trakoma yang sudah parah, bagian mata lain seperti kelenjar air mata bisa terkena infeksi. Apabila kelenjar air mata sudah terkena gejala trakoma, produksi air mata bisa berkurang dan menyebabkan mata kering, sehingga gejala trakoma yang terjadi bisa menjadi lebih parah.

Penyebab dan Faktor Risiko Trakoma

Trakoma disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis pada mata. Chlamydia trachomatis merupakan bakteri gram negatif yang hanya dapat hidup sebagai parasit di dalam jaringan tubuh manusia. Selain bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri jenis lain, seperti Chlamydia psittaci dan Chlamydia pneumoniae, juga diduga dapat menyebabkan trakoma pada manusia.

Baca Juga : Keratitis (Radang Kornea Mata)

Trakoma dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyebaran trakoma secara kontak langsung dapat melalui cairan mata dan hidung dari penderita trakoma. Perabotan yang digunakan oleh penderita sehari-hari juga dapat menjadi media penyebaran trakoma. Contohnya adalah pakaian, handuk dan sapu tangan. Trakoma juga dapat menyebar melalui serangga yang sering hinggap di feses (tinja) manusia.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat memudahkan penularan trakoma diantaranya yaitu:

  • Kebersihan yang buruk.
  • Tinggal di lingkungan kumuh.
  • Hidup di bawah garis kemiskinan.
  • Anak-anak.
  • Wanita lebih mudah terkena trakoma dibanding pria, karena wanita sering melakukan kontak dengan anak-anak.
  • Tidak ada MCK yang memadai.

Cara Mendiagnosis Trakoma

Untuk dapat mendiagnosis trakoma, dokter akan melihat gejala yanga dialami pasien dan diperkuat oleh pemeriksaan fisik. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa tes kultur bakteri, dokter akan mengambil sampel dari bagian mata, lalu mengirimnya ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga : Astigmatisme (Mata Silinder)

Pengobatan dan Pencegahan Trakoma

Pengobatan trakoma akan berfokus pada pemberian antibiotik dan pembedahan. Akan tetapi, untuk membantu proses penyembuhan, pasien juga perlu menjalani metode pengobatan lainnya. WHO menyusun rangkaian pengobatan trakoma dalam bentuk strategi SAFE, yang terdiri dari:

  • Surgery (pembedahan). Tujuan penbedahan adalah untuk mencegah komplikasi kebutaan akibat trakoma, terutama pada pasien yang sudah masuk tahap trichiasis. Pembedahan mata dilakukan oleh dokter mata dengan cara memperbaiki kelopak mata yang mengalami luka agar tidak memperparah iritasi pada mata. Apabila kornea mata sudah mengalami pengeruhan akibat trakoma, pasien trakoma dapat menjalani transplantasi kornea.
  • Antibiotics (pemberian antibiotik). Tujuan pemberian antibiotik adalah untuk membasmi bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan trakoma pada pasien. Antibiotik yang diberikan adalah azithromycin atau tetracyclin. Jika di suatu lingkungan penduduk ada banyak anak-anak yang mengalami trakoma, disarankan anggota keluarga dan masyarakat sekitar juga menjalani pengobatan dengan antibiotik untuk mencegah penularan.
  • Face cleanliness (menjaga kebersihan daerah wajah). Tujuannya untuk mengurangi tingkat keparahan trakoma yang diderita, terutama pada anak-anak.
  • Environmental improvement (menjaga kebersihan lingkungan). Tujuannya yaitu untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat penderita trakoma tinggal, terutama kebersihan air.

Baca Juga : Kanker Mata

Komplikasi Trakoma

Infeksi trakoma yang tidak segera diobati atau terjadi berulang kali bisa menyebabkan komplikasi serius, diantaranya seperti:

  • Jaringan parut pada permukaan bagian dalam kelopak mata.
    Perubahan bentuk pada kelopak mata. Kelopak mata dapat melipat ke arah dalam (entropion) atau bulu mata tumbuh ke dalam (trichiasis).
  • Jaringan parut pada kornea mata atau ulkus kornea.
  • Penurunan ketajaman penglihatan hingga kebutaan.

Demikian pembahsan tentang penyakit trakoma mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, pengobatan, pencegahan dan komplikasi trakoma secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.