Tinea Barbae : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tinea Barbae

Posted on

Penyakit Tinea Barbae – Tinea barbae merupakan infeksi jamur kulit pada area berambut di wajah dan leher. Kondisi ini menyerang pria dewasa dan tidak pernah terjadi pada anak-anak. Sering kali, kondisi ini dialami oleh peternak karena adanya kontak langsung dengan hewan ternak yang terinfeksi jamur.

Baca Juga : Folikulitis

Tanda dan Gejala Tinea Barbae

Tinea barbae ditandai dengan peradangan parah pada area janggut atau kumis, berupa kemunculan benjolan merah, bengkak, serta bernanah dan berkerak di wajah. Walaupun begitu, benjolan tersebut tidak terasa gatal atau sakit. Tapi rambut-rambut pada area yang terinfeksi bisa rontok dengan mudah.

Penyebab dan Faktor Risio Tinea Barbae

Tinea barbae disebabkan oleh jamur yang Trichophyton verrucosum yang berasal dari hewan ternak, atau Trichophyton mentagrophytes var equinum yang berasal dari kuda. Selain kedua spesies tersebut, Trichophyton rubrum dan Trichophyton violaceum juga bisa menyebabkan tinea barbae.

Cara Mendiagnosis Tinea Barbae

Cara mendiagnosis penyakit tinea barbae bisa dilakukan melalui pemeriksaan kerokan kulit yang diperiksa di bawah mikroskop, atau dilakukan kultur melalui sampel kulit serta rambut wajah. Pemeriksaan dengan mikroskop dilakukan dengan menggunakan larutan kalium hidroksida. Cairan itu bisa memperlihatkan elemen jamur pada sampel.

Baca Juga : Milia

Selain pemeriksaan melalui mikroskop, pemeriksaan kultur sampel bagian tubuh yang terinfeksi juga bisa dilakukan. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan menggunakan media agar-agar untuk melihat pertumbuhan jamur. Pemeriksaan kultur ini membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk membuahkan hasil. Pada intinya, diagnosis tinea barbae bisa ditegakkan dengan pemeriksaan melalui mikroskop atau kultur sampel yang terinfeksi, tapi terkadang diperlukan juga pemeriksaan tambahan.

Pemeriksaan tambahan ini meliputi biopsi kulit dengan mengamati perubahan yang terjadi pada kulit di bawah mikroskop, karena terkadang elemen jamur sulit terlihat.

Pengobatan Tinea Barbae

Pada kasus tinea barbae yang ringan, dokter bisa memberi obat antijamur topikal, seperti krim, losion, atau shampo anti jamur. Dianjurkan untuk mencukur rambut di bagian yang terinfeksi terlebih dahulu, sebelum memberikan antijamur topikal.

Pada kasus yang lebih parah, dibutuhkan obat-obatan tablet untuk dikonsumsi. Salah satu obat tersebut adalah griseofulvin yang dikonsumsi pasien selama 2-3 minggu. Obat ini bekerja dengan cara menghambat perkembangan sel jamur. Selain griseofulvin, terbinafine dan itraconazole juga dapat digunakan untuk mengatasi tinea barbae.

Tinea barbae bisa sembuh jika diobati dengan benar. Lesi yang bengkak akan mereda dalam waktu beberapa bulan. Akan tetapi, jika penyakit ini tidak diobati, maka penderita bisa mengalami kebotakan dengan luka parut.

Baca Juga : Biang Keringat

Pencegahan Tinea Barbae

Setelah mengalami tinea barbae penting untuk menyingkiran sumber penyebabnya. Apabila kondisi ini menimpa peternak, maka dianjurkan semua hewan ternak diperiksa, dan ternak yang teriinfeksi jamur kulit perlu dipisahkan dan diobati. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Hewan-hewan yang terinfeksi sebaiknya segera diobati sebelum dikembalikan ke kandangnya.

Demikian pembahasan tentang gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa, cara mengobati dan mencegah peyakit tinea barbae, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya. Sampai jumpa