Tifus : Jenis, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Tifus

Posted on

Penyakit Tifus – Tifus atau demam tifoid atau tifoid merupakan suatu penyakit bakteri menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau kontak dekat.

Baca Juga : Makanan Yang Baik dan Tidak Baik untuk Penderita Tifus atau Tipes 

Tifus adalah infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekii. Bakteri ini bisa dibawa oleh ektoparasit seperti kutu, tungau dan caplak, kemudian menginfeksi manusia. Ektoparasit sering ditemukan pada hewan seperti tikus, kucing, dan tupai. Beberapa orang juga bisa membawanya dari pakaian, sprei, kulit, atau rambut mereka.

Jenis dan Penyebab Penyakit Tifus

Bakteri penyebab tifus tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya seperti sakit flu atau pilek. Ada empat jenis tipes, dan setiap jenisnnya disebabkan oleh bakteri serta cara penularan yang berbeda. Berikut beberapa jenis penyakit tifus tergantung sumber bakteri yang menginfeksinya, diantaranya yaitu:

  • Epidemik thypus disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki yang ditularkan oleh gigitan kutu rambut pada tubuh manusia. Jenis penyakit ini dapat menyebabkan sakit berat dan bahkan kematian.
  • Endemik thypus atau tifus murine disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu loncat pada tikus. Penyakit tifus ini mirip dengan epidemik thypus, tapi memiliki gejala tifus yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

Baca Juga : Proktitis

  • Scrub typhus disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi, ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.
  • Spotted fever atau demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit disebarkan oleh gigitan hewan caplak yang terinfeksi bakteri kelompok Rickettsia.

Faktor Risiko Tifus

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tifus, diantaranya yaitu:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/ADIS, sedang pengobatan kemoterapi, bayi, dan lansia.
  • Mengalami kontak kulit langsung yang lama dengan orang yang terinfeksi. Namun, potensi penularan penyakit ini melalui jabat tangan atau berpelukan yang sebentar termasuk kecil.
  • Berbagi barang yang sama seperti handuk, sprei, ataupun pakaian dengan orang yang terinfeksi.
  • Melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi bakteri penyebab tifus.
  • Bepergian ke daerah endemik penyakit tifus.

Baca Juga : Giardiasis

Tanda dan Gejala Tifus

Biasanya gejala tifus berkembang 1-2 minggu setelah paparan dan bisa berkembang dari mulai yang ringan hinga berat. Gejala umum tifus diantaranya yaitu:

  • Demam tinggi, biasanya sekitar 40 derajat celcius
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Diare atau sembelit
  • Batuk kering
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit punggung
  • Merasa tidak enak badan

Gejala tifus lainnya yang mungkin juga akan muncul diantaranya ruam dan bintik berwarna gelap seperti gejala kudis di area tubuh yang digigit oleh kutu. Ruam ini juga mungkin menyebar ke seluruh tubuh seperti wajah, telapak tangan, atau kaki.

Cara Mendiagnosis Penyakit Tifus

Untuk dapat mendiagnosis penyakit tifus, dokter akan melakukan tes darah atau biopsi kulit untuk menentukan jenis bakteri penyebab tifus. Diagnosis juga dapat dilakukan dengan tes darah menggunakan metode serologi yang diambil dua minggu secara terpisah. Tes darah berfungsi untuk mendeteksi respon sistem kekebalan tubuh pasien terhadap pasiennya.

Baca Juga : Penyakit Encopresis (Enkopresis)

Pengobatan Tifus

Penyakit tifus bisa diatasi dengan antibiotik. Salah satu obat tifus yang sering diresepkan dokter adalah antibiotik tetracycline seperti doxycycline. Biasanya pengobatan menggunakan antibiotik sudah dimulai sebelum hasil tes darah atau biopsi diketahui.

Komplikasi Tifus

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit tifus diantaranya:

  • Hepatitis atau peradangan hati.
  • Perdarahan saluran cerna.
  • Hipovolemia atau penurunan volume cairan darah.

Pencegahan Penyakit Tifus

Cara mencegah penyakit tifus yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Menggunakan obat pembasmi serangga.
  • Menggunakan pakaian tertutup.
  • Rajin mencuci tangan dengan anti septik.
  • Rajin mencuci pakaian dan seprai dengan air panas dan sabun.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita dalam waktu yang lama.
  • Bersihkan seluruh ruangan di rumah.
  • Konsultasikan dengan dokter.

Makanan dan Minuman Yang Aman Dikonsumsi Penderita Tifus

Makanan dan minuman boleh dikonsumsi penderita tifus diantaranya yaitu:

  • Makanan yang dimasak sampai benar-benar matang.
  • Buah dan sayur yang dicuci dengan air bersih atau dikupas sendiri.
  • Produk susu yang dipasteurisasi.
  • Makanan lunak, lembek, dan berkuah untuk memudahkan mengonsumsinya.
  • Makanan bernutrisi dan bergizi tinggi guna mempercepat proses pemulihan.

Baca Juga : Penyakit Obstruksi Usus

  • Minuman kemasan botol yang disegel (yang dikarbonasi lebih aman).
  • Air yang direbus, difilter, atau diolah terlebih dahulu.
  • Es yang dibuat di dalam botol atau air yang bebas infeksi.
  • Minuman karbonasi kemasan botol dan segel, serta minuman olahraga.
  • Kopi atau teh panas.
  • Susu yang dipasteurisasi.

Makanan dan Minuman Yang Tidak Aman Dikonsumsi Penderita Tifus

Makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi penderita tifus diantaranya yaitu:

  • Makanan yang disajikan pada suhu ruangan.
  • Makanan dari warung pinggir jalan.
  • Telur mentah atau setengah matang.
  • Daging atau ikan mentah atau setengah matang.
  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas
  • Rempah dari bahan yang segar.
  • Salad, karedok, atau lalapan (intinya yaitu sayur mentah yang tidak dimasak.
  • Produk susu yang tidak dipasteurisas
  • Bushmeat (daging monyet, kelelawar, dan hewan liar lainnya).
  • Makanan berlemak tinggi seperti santan, gorengan, junk food, dan lain sebagainya.
  • Air keran atau sumur.
  • Es yang dibuat dari air keran atau sumur.
  • Air yang dibuat dengan air sumur atau keran.
  • Es loli atau popsicle.
  • Susu yang tidak dipasteurisasi.

Baca Juga : Penyakit Usus Buntu

Demikian pembahasan tentang penyakit tifus, mulai dari jenis, penyebab, faktor risiko, gejala, diagnosis, pengobatan dan komplikasi tifus. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.