Thalasemia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Talasemia

Posted on

Penyakit Thalasemia atau Talasemia – Thalasemia atau Talasemia merupakan kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal.

Baca Juga : Anemia

Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Gejala thalasemia termasuk kelelahan, kelemahan, pucat, dan pertumbuhan yang lambat. Kondisi talasemia ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan tapi jika parah mungkin memerlukan transfusi darah atau transplantasi sel induk donor.

Thalasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Kondisi kurang darah yang dialami penderita thalasemia akan menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas. Akibatnya, aktivitas penderita thalasemia akan terganggu.

Baca Juga : Kanker Darah (Leukemia)

Thalasemia perlu diwaspadai, terutama thalasemia yang berat (mayor) karena bisa menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.

Tanda dan Gejala Thalasemia

Penderita thalasemia akan mengalami anemia yang membuat penderitanya merasa mudah lelah dan lemas. Gejala tersebut biasanya muncul pada saat 2 tahun pertama kehidupan. Namun, bagi penderita thalasemia yang ringan (minor), anemia bisa tidak terjadi.

Waktu muncul gejala dan keparahan gejala yang dialami setiap penderita akan berbeda sesuai dengan jenis thalasemia yang dialami. Pada thalasemia mayor, penderitanya akan merasakan gejala kurang darah yang parah. Kondisi tersebut bisa merusak organ tubuh, bahkan berujung pada kematian.

Baca Juga : Hematuria (Kencing Berdarah)

Penyebab Thalasemia

Penyebab thalasemia adalah kelainan genetik yang mempengaruhi produksi sel darah merah. Kelainan genetik ini diturunkan dari orang tua, dan tetap bisa diturunkan meski orang tua tidak mengalami gejala.

Diagnosis Thalasemia

Untuk dapat mendiagnosis thalasemia, dokter akan menanyakan gejala yang timbul pada penderita serta pemeriksaan penunjang lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kelainan sel darah merah dan kelainan genetik penyebab thalasemia.

Pengobatan Thalasemia

Thalasemia merupakan kelainan genetik yang berkepanjangan, sehingga perawatannya perlu dilakukan seumur hidup. Penderita thalasemia akan melalui transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang. Pada kasus thalasemia yang parah, dokter mungkin akan menganjurkan penderita untuk melakukan transplantasi sumsum tulang.

Baca Juga : Hematochezia (BAB Berdarah)

Namun tidak semua penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah. Penderita thalasemia minor hanya membutuhkan pemeriksaan rutin dan transfusi darah pada kondisi tertentu, misalnya setelah melahirkan atau operasi.

Komplikasi Thalasemia

Penyakit thalasemia bisa menyebabkan komplikasi berupa gangguan tumbuh kembang, kerusakan tulang, hingga penyakit jantung. Selain itu, penanganan thalasemia dengan transfusi berisiko menimbulkan penumpukan zat besi di dalam tubuh penderita.

Demikian pembahasan tentang penyakit thalasemia mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, cara mengobati dan komplikasi talasemia. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.