Terkena Cacar Air Mampu Membantu Turunkan Risiko Kanker Otak

Posted on

Cacar Air Membantu Turunkan Risiko Kanker Otak – Peneliti studi terbaru di Dan L Duncan Comprehensive Cancer Center, Baylor College of Medicine mengungkapkan bahwa cacar air ternyata berkaitan dengan kanker otak. Orang yang sudah pernah terkena cacar air ternyata sangat berpengaruh untuk turunkan risiko terkena kanker otak.

Cacar Air Membantu Turunkan Risiko Kanker Otak

Kanker glioma adalah salah satu kanker otak yang termasuk jenis kanker otak yang langka. Dari hasil penelitian yang unik ini dilaporkan oleh pemimpin riset Dr. Melissa Bondy dan Dr. E. Susan Amirian. Dalam jurnal Cancer Medicine itu disebutkan bahwa mereka telah melakukan riset atas 4533 kasus di lima negara.

Dari hasil analisa membuktikan bahwa risiko terkena glioma akan berkurang hingga 21% bila Anda sudah pernah terkena cacar air. Untuk terkena risiko glioma yang lebih parah juga semakin kecil pada orang-orang ‘beruntung’ yang sudah terkena cacar tersebut.

Fakta terbaru dari glioma merupakan salah satu validasi atas riset lain yang sudah pernah dilakukan tentang cacar air. Sebelumnya beberapa ilmuwan juga pernah menemukan bukti, bahwa terkena cacar air ternyata dapat melindungi kita dari sejumlah penyakit lain yang dapat menyerang tanpa Anda ketahui.

Mengenal Kanker Glioma

Glioma adalah jenis tumor otak ganas yang paling umum.Para ilmuwan telah mengidentifikasi bahwa varian genetic adalah hal yang paling umum yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko mengembangkan jenis kanker otak. Tumor ini bisa terjadi pada segala usia dan mengenai otak maupun sumsum tulang belakang.

Terdapat 3 jenis glioma : astrositoma, oligodendroglioma dan ependimoma. Berdasarkan jenis keganasan sel tumornya, astrositoma dibedakan menjadi low grade sampai high grade. Jenis paling ganas adalah glioblastome multiforme yang biasanya tumbuh sangat cepat, sangat invasif dan prognosisnya kurang baik. Untuk tumor jenis low grade (grade 1, grade 2 dan pilositik astrositoma) biasanya tumbuhnya lambat dan prognosisnya lebih baik.

Gejala penyakit glioma tergantung pada bagian mana dari sistem saraf pusat terpengaruh. Sebuah glioma otak bisa menyebabkan sakit kepala, mual dan muntah, kejang, dan gangguan saraf kranial akibat tekanan intrakranial meningkat. Sebuah glioma saraf optik dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Glioma saraf tulang belakang dapat menyebabkan rasa sakit, kelemahan, atau mati rasa di kaki. Glioma tidak bermetastasis oleh aliran darah, tetapi mereka dapat menyebar melalui cairan serebrospinal dan “metastasis drop” menyebabkan sumsum tulang belakang.

Terimakasih Semoga bermanfaat.