Terapi Baru Bagi Penderita Tumor Otak – Efektif Mematikan Sel Kanker Hingga 50 Persen

Posted on

Terapi Baru Bagi Penderita Tumor Otak – Banyak racun dalam tubuh yang salah satunya berupa reactive oxygen species yang berbahaya bagi sel normal ternyata dapat mematikan sel kanker hingga 50 persen pada kasus tumor otak ganas. Terapi baru ini memberikan angin segar bagi penderita tumor otak ganas yang harapan hidupnya kurang dari satu tahun.

Salah satu hasil dari penelitian dokter dan ahli biomedis Novi Silvia Hardiany (33) untuk disertasinya, ”Penghambatan Ekspresi Gen Manganese Superoksida Dismutase pada Galur Sel Glioblastoma Multiforme T98G: Dampaknya terhadap Ketahanan Hidup dan Stres Oksidatif akibat Induksi Rotenon”. Novi mendapat yudisium cum laude saat mempertahankan disertasi doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rabu (18/7).

Promotor Novi adalah Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI Mohamad Sadikin dengan kopromotor Septelia Inawati Wanandi dan Nurjati Chaerani. Tim penguji diketuai guru besar tamu FKUI Habil HJ Freisleben.

Menurut pendapat Novi, terapi konvensional bagi pasien tumor otak ganas dengan pembedahan diikuti radiasi dan kemoterapi belum efektif. Novi melakukan pendekatan lain, menghambat antioksidan dalam tubuh. Tujuannya, agar reactive oxygen species (ROS) meningkat. Radikal bebas ini terbukti mampu mematikan sel kanker hingga 50 persen.

”Pada sel normal, ROS berbahaya karena bisa mengakibatkan kerusakan sel serta memicu kanker. Sebaliknya, ROS bisa mematikan sel kanker,” katanya.

Novi telah melakukan penelitian in vitro, yang menggunakan galur sel glioblastoma multiforme (tumor otak ganas) T98G dari pasien Kaukasia yang sudah mengalami homogenisasi sebagai target.

Pada penelitian yang sudah dilakukan Novi yakni galur sel itu dilakukan untuk penghambatan terhadap gen manganese superoksida dismutase (antiracun) agar ROS tidak terurai, diikuti induksi rotenon, molekul untuk meningkatkan ROS.

Kata Novi, penelitiannya masih perlu tahap lebih lanjut dan uji klinik agar bisa diterapkan kepada manusia yang ngengidap penyakit kanker.

Jenis Pengobatan pada Tumor Otak

Pengobatan yang dilakukan pada penderita tumor otak sangat bergantung dengan jenis, ukuran dan lokasi adanya tumor. Selain itu kondisi kesehatan penderita juga dipertimbangkan. Pda kasus tumor jinak prosedur operasi biasanya dilakukan cukup dnegan menghilangkan tumor, namun biasanya secara perlahan tumor tersebut dapat tumbuh kembali dan berubah menjadi tumor ganas (kanker). Sel tumor ganas secara cepat menyebar. Pastikan agar anda secara rutin melakukan perawatan meskipun pengobatan sudah selesai dilakukan.

Berikut ini beberapa jenis pengobatan yang dilakukan pada kasus tumor otak, diantanya:

1. Kemoterapi : Kemoterapi dilakukan untuk menyusutkan sel tumor jinak. Pengobatan kemoterapi dilakukan dengan menggunakan radiasi energi (seperti X-Ray) untuk membunuh sel-sel tumor.

2. Radioterapi : Tujuan radioterapi sama seperti kemoterapi yaitu untuk menyusutkan tumor jinak. Proses menggunakan radiasi energi untuk membunuh sel-sel tumor.

3.Operasi pengangkatan tumor : Operasi dilakukan untuk mengangkat sel tumor sebanyak mungkin tanpa merusak jaringan disekitarnya. Sebelum melakukan operasi pengangkatan tumor, rambut penderita harus dilakukan pencukuran sebelum melubangi bagian yang memiliki tumor.

4. Radiosurgery : Jika tumor berada pada bagian yang sulit dijangkau dengan beberapa pengobatan, maka dilakukan dengan cara Radiosurgery. Radiosurgery dilakukan dengan melakukan radiasi energi tinggi yang diarahkan pada sel tumor untuk membunuh sel sel kanker. Prosedur Radiosurgery tidak memakan waktu lama dalam pengobatan serta waktu pemulihan juga lebih cepat. Namun tidak semua rumah sakit memiliki prosedur Radiosurgery.

5. Obat : Obat-obatan diberikan untuk membantu mengatasi gejala yang disebabkan oleh tumor, baik sebelum atau pasca operasi. Contoh obat yang diberikan seperti antikonvulsan yang berfungsi untuk mencegah kejang-kejang, kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan disekitar tumor, pereda nyeri untuk mengatasi pusing dan antiemesis untuk mengurangi rasa mual.

Sebelum anda menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan, biasanya dokter akan memberikan saran dan jenis pengobatan yang baik untuk dilakukan untuk anda. Terimakasih semoga informasi yang diberikan bermanfaat.