Stomatitis : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Penyakit Stomatitis

Posted on

Penyakit Stomatitis – Stomatitis merupakan kondisi yang menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan luka di dalam mulut. Stomatitis adalah peradangan berupa bengkak atau kemerahan yang umumnya dapat ditemukan pada bagian mulut. Peradangan ini bisa muncul di pipi, gusi, bagian dalam bibir, atau lidah.

Biasanya, kondisi ini mempengaruhi selaput halus yang melapisi mulut dan memproduksi lendir (mukosa). Lendir ini berfungsi untuk melindungi sistem pencernaan tubuh mulai dari mulut hingga anus.

Baca Juga : Cara Mengobati Sariawan

Stomatitis merupakan salah satu jenis mukotitis, yaitu kondisi dimana peradangan terjadi pada selaput mukosa. Umumnya, mukotitis merupakan efek samping dari kemoterapi atau radioterapi.

Apabila disebabkan oleh virus herpes (herpes oral) maka disebut dengan stomatitis herpes. Sedangkan, apabila penyebabnya tidak diketahui maka disebut dengan stomatitis aftosa (luka sariawan).

Luka peradangan yang muncul di mulut bisa menyebabkan kesulitan makan, minum, atau menelan. Jika terus-menerus merasa tidak nyaman untuk minum, kemungkinan dehidrasi akan muncul.

Stomatitis dapat terjadi pada semua golongan usia tapi biasanya gejala akan muncul pada usia 10-19 tahun dan tingkat keparahan dan frekuensi kemunculan akan meningkat pada usia 30-40 tahun keatas. Tapi biasanya gejala ini akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Jenis Stomatitis

Berdasarkan gejala dan penyebabnya penyakit stomatitis dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya yaitu:

Stomatitis Aftosa

Stomatitis aftosa adalah jenis stomatitis yang paling sering ditemukan dan memiliki angka kejadian yang paling tinggi. Jenis stomatitis ini berupa luka sariawan yang bisa ditemukan di bagian dalam pipi, gusi, bagian dalam bibir, atau lidah. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada anak-anak dan orang muda yang berusia sekitar 10-19 tahun.

Kondisi ini tidak disebabkan oleh virus dan tidak menular dari satu orang ke orang lainnya. Umumnya, penyebab utama stomatitis aftosa adalah masalah kebersihan yang kurang, atau adanya kerusakan pada selaput mukosa. Selain itu, kondisi ini bisa dikaitkan dengan sistem imun tubuh yang bermasalah. Obat-obatan, kekurangan nutrisi, dan konsumsi makanan tertentu juga bisa memicu terjadinya sariawan. Untungnya, kondisi ini tidak akan memengaruhi kesehatan penderitanya secara keseluruhan.

Baca Juga : Faktor Penyebab Sariawan

Jenis stomatitis bisa dibagi menjadi 3 subtipe, yaitu:

  • Aftosa minor (Miculiz’s aphthae), terjadi pada 80% kasus kondisi ini.
  • Aftosa mayor (periadenitis mukosa nekrotika), ditemukan pada 10-15% kasus.
  • Herpetiform ulceration

Stomatitis Herpes

Stomatitis herpes adalah jenis disebabkan oleh adanya infeksi dari virus herpes simplex 1, atau HSV-1. Namun, perlu diperhatikan bahwa virus tersebut berbeda dengan yang menyebabkan herpes pada kelamin, yaitu virus HSV-2.

Stomatitis herpes adalah kondisi yang memiliki nama lain cold sore atau fever blister. Kemunculannya lebih banyak ditemukan pada bagian sekitar bibir. Sariawan justru jarang ditemukan pada gusi atau bagian dalam mulut.

Umumnya, sariawan yang muncul terlihat seperti terisi oleh cairan. Biasanya, kondisi ini berlangsung selama 5-7 hari. Stomatitis herpes dapat menular dengan mudah dari satu penderita ke penderita lainnya.

Selain itu, stomatitis juga bisa dibagi menjadi 4 kategori tergantung pada bagian mulut mana yang terdampak:

  • Cheilitis, yaitu peradangan di bibir dan sekitar mulut.
  • Glossitis, yaitu peradangan di lidah.
  • Gingivitis, yaitu peradangan pada gusi.
  • Pharyngitis, yaitu peradangan di mulut bagian belakang.

Baca Juga : Kanker Mulut

Tanda dan Gejala Stomatitis

Stomatitis merupakan kondisi yang secara umum menyebabkan rasa sakit, demam, rasa lelah, sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan. Biasanya, penderita memiliki satu atau lebih luka kecil pada bagian bibir, gusi, lidah, atau bagian dalam pipi.

Luka tersebut terlihat berwarna merah dan dapat terasa sakit, terbakar, atau gatal. Selain itu, sakit pada saat makan dan menelan dan terkadang, penderita juga memiliki napas yang tidak sedap (halitosis). Keparahan dan lama kemunculan gejala tergantung pada jenis stomatitis yang diderita.

Stomatitis aftosa
Berikut gejala-gejala yang muncul jika menderita peradangan mulut jenis aftosa:

  • Muncul rasa nyeri
  • Luka sariawan berbentuk lingkaran bergaris merah, dengan warna putih atau kuning di tengah
  • Berlangsung selama 5 hingga 10 hari
  • Dapat muncul kembali di lain waktu

Stomatitis herpes
Berikut tanda dan gejala yang mungkin timbul jika menderita peradangan mulut akibat virus herpes:

  • Demam hingga 40° C
  • Demam muncul beberapa hari sebelum luka muncul.
  • Kesulitan menelan.
  • Tidak dapat minum dan makan dengan normal.
  • Pembengkakan gusi.
  • Rasa sakit.
  • Produksi air liur berlebihan.
  • Napas berbau tidak sedap.
  • Dehidrasi.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala sebagai berikut:

  • Terdapat luka yang cukup besar di mulut.
  • Biasanya luka terjadi beberapa kali pada area yang sama atau luka mengeluarkan nanah.
  • Luka tidak sembuh dalam jangka waktu 2 minggu atau lebih lama.
  • Luka menyebar ke bagian luar bibir.
  • Tidak dapat makan dan minum dikarenakan rasa sakit yang dialami.
  • Memiliki panas tinggi (di atas 38° C).

Baca Juga : Cara Menghilangkan Bau Mulut

Penyebab Stomatitis

Belum diketahui secara pasti penyebab stomatitis. Tapi bisa dipastikan bahwa penyakit stomatitis muncul karena beberapa faktor diantaranya obat-obatan tertentu hingga makanan yang dikonsumsi. Pada tipe herpes, penyebab utamanya adalah virus herpes simplex atau HSV. Anak-anak lebih rentan mengalami kondisi ini jika terpapar virus ini. Penularannya juga lebih mudah terjadi dari satu orang ke orang lainnya. Berikut penyebab stomatitis, diantaranya yaitu:

  • Trauma saat pemasangan kawat gigi.
  • Tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi, lidah, atau bibir.
  • Pernah menjalani operasi mulut.
  • Infeksi virus herpes.
  • Infeksi jamur.
  • Menjalani kemoterapi kanker.
  • Menderita xerostomia atau mulut kering.
  • Reaksi terhadap alergi.
  • Sistem imun melemah.
  • Infeksi bakteri.
  • Iritasi akibat zat kimia.
  • Stres.
  • Menderita penyakit tertentu.
  • Merokok.
  • Penyakit gigi.
  • Kekurangan vitamin dan nutrisi.
  • Obat-obatan seperti antibiotik.
  • Lidah terbakar akibat makan dan minum terlalu panas.

Baca Juga : Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah

Faktor Risiko Stomatitis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stomatitis, diantaranya yaitu:

  • Usia. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada individu berusia 10-19 tahun.
  • Tidak sengaja melukai bagian dalam mulut.
  • Menderita infeksi mulut, seperti gingivitis.
  • Perubahan hormon tubuh.
  • Genetik.
  • Menderita penyakit autoimun.
  • Memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
  • Konsumsi obat-obatan atau menjalani terapi tertentu.
  • Merokok.

Diagnosis Stomatitis

Umumnya, stomatitis adalah kondisi yang dapat didiagnosis dengan cepat. Dokter akan mendiagnosis dengan memeriksa mulut penderita dan mengambil sampel dari mulut penderita untuk diperiksa dengan mikroskop.

Tes ini akan menunjukkan infeksi jamur yang menyebabkan stomatitis. Jika penyebab tidak jelas atau pengobatan tidak bekerja, maka biopsi akan dilakukan.

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari luka untuk diteliti dengan mikroskop. Tes darah tidak terlalu diperlukan tapi bisa dilakukan jika kasusnya semakin parah.

Baca Juga : Faringitis (Radang Tenggorokan)

Pengobatan Stomatitis

Pengobatan bergantung pada jenis penyakit yang diderita.

Pengobatan stomatitis aftosa

Umumnya, jenis stomatitis aftosa tidak berbahaya, memiliki tingkat keparahan yang rendah, serta tidak memerlukan pengobatan apapun. Tapi jika rasa sakit tidak kunjung hilang dan sariawan bertambah besar, dokter akan meresepkan krim benzocaine (Anbesol, Zilactin-B) untuk meringankan rasa sakit.

Untuk sariawan yang lebih parah, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti cimetidine (Tagamet), colchicine, atau obat steroid. Dokter juga mungkin akan mengatasi sariawan dengan debacterol atau silver nitrate.

Pengobatan stomatitis herpes

Untuk mengatasi virus yang menginfeksi mulut, dokter akan memberikan obat antiviral acyclovir (Zovirax). Obat tersebut bisa membantu mempersingkat durasi infeksi.

Dehidrasi juga salah satu komplikasi yang sering terjadi pada anak-anak. Jika menderita kondisi ini, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Dokter juga mungkin akan meresepkan acetaminophen (Tylenol) untuk meredakan demam dan rasa sakit.

Untuk luka peradangan yang sudah cukup parah dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, dokter akan meresepkan lidocaine untuk dioles (AneCream, RectiCare, LMX 4, LMS 5, RectaSmoothe). Obat ini bisa menyebabkan mati rasa pada mulut.

Baca Juga : Laringitis (Radang Pita Suara)

Selain itu, ada juga pengobatan yang bisa dilakukan di rumah yaitu dengan mengubah gaya hidup seperti:

  • Menggunakan produk pembersih mulut yang baik.
  • Hindari makanan bertekstur kasar.
  • Jika menggunakan gigi palsu, maka lepaskan pada saat malam hari.
  • Hindari obat kumur yang terlalu kuat.
  • Tidak merokok.
  • Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung jeruk dan juga makanan yang pedas atau asam.

Demikian pembahasan tentang penyakit stomatitis, mulai dari jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis dan pegobatan stomatitis secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.