Sporotrichosis – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Sporotrichosis

Posted on

Penyakit Sporotrichosis – Sporotrichosis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii. Jamur ini sering ditemukan pada duri bunga mawar, jerami, sphagnum moss, ranting, dan tanah.

Infeksi ini umumnya menyerang orang yang suka berkebun dan orang yang memiliki usaha kembang biak mawar dan lumut, produsen jerami, dan orang yang bekerja mengolah tanah.

Baca Juga : Folikulitis

Pada saat jamur menginfeksi kulit, infeksi ini bisa memakan waktu harian hingga berbulan-bulan untuk menampakkan gejala. Tapi infeksi sporotrichosis termasuk jarang terjadi.

Tanda dan Gejala Sporotrichosis

Berikut ini beberapa gejala penyakit sporotrichosis, diantaranya yaitu:

  • Muncul bintil keras berwarna merah muda atau keunguan pada kulit.
  • Bintil tidak nyeri atau hanya sedikit nyeri ketika ditekan.
  • Bintil bisa pecah dan mengeluarkan cairan bening.
  • Bintil semakin banyak dan timbul dengan formasi barisan pada tangan atau lengan.
  • Bintil bisa bertahan hingga tahunan.
  • Infeksi dapat menyebar ke limpa, tulang, persendian, paru-paru, dan otak.

Baca Juga : Xerosis (Kulit Kering)

Penyebab Sporotrichosis

Penyebab sporotrichosis yaitu infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii. Spora jamur Sporothrix schenckii bisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi kulit melalui tusukan duri tangkai mawar atau ranting. Infeksi juga bisa terjadi melalui sentuhan dengan jerami atau lumut sphagnum moss tanpa adanya luka terbuka pada kulit.

Meski jarang, spora jamur bisa terhirup atau tertelan dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh dalam selain kulit. Beberapa binatang seperti kucing dan trenggiling juga bisa menjadi perantara penyebaran jamur ini.

Baca Juga : Kanker Kulit

Faktor Risiko Sporotrichosis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sporotrichosis, diantaranya yaitu:

  • Orang yang suka berkebun, memiliki usaha kembang biak mawar dan lumut, produsen jerami juga orang yang bekerja mengolah tanah.
  • Orang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti pengidap HIV/AIDS.

Pengobatan Sporotrichosis

Infeksi sporotrichosis ini umumnya hanya melibatkan lapisan kulit terluar atau jaringan di bawah kulit. Pengobatan sporotrichosis dilakukan dengan memberikan obat-obatan antijamur selama beberapa bulan. Obat paling umum yang diberikan dokter untuk infeksi ini adalah Itraconazole yang diminum rutin selama 3-6 bulan. Obat lainnya yang juga bisa diberikan adalah supersaturated potassium iodide (SSKI). Walaupun begitu, obat SSKI dan Itraconazole tidak boleh digunakan selama kehamilan.

Baca Juga : Penyakit Kurap

Pada sporotrichosis yang parah, dokter akan memberikan obat jamur intravena, seperti Amphotericin B, yang diberikan lewat suntikan. Umumnya, itraconazole juga digunakan setelah terapi awal dengan Amphotericin B. Lama pengobatan untuk infeksi ini bisa memakan waktu hingga 1 tahun. Apabila infeksi sudah menyebar ke paru-paru, operasi mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat jaringan yang sudah rusak.

Pencegahan Sporotrichosis

Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah sporotrichosis, diantaranya yaitu:

  • Mencuci tangan dengan menggunakan cairan desinfektan setelah melakukan aktivitas yang berisiko menularkan jamur.
  • Menggunakan sarung tangan selama merawat atau menangani hewan yang berisiko menularkan infeksi sporotrichosis, terutama kucing.
  • Menggunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan celana panjang saat bekerja di semak mawar, rumput kering, tanaman berduri, atau tanaman lain yang berisiko menyebabkan sporotrichosis.

Baca Juga : Penyakit Bisul

Demikian pembahasan tentang penyakit sporotrichosis, mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan dan pencegahan sporotrichosis. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.