Sifilis : Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Sifilis (Raja Singa)

Posted on

Penyakit Sifilis – Sifilis atau raja singa merupakan infeksi bakteri yang biasanya menyebar melalui kontak seksual dan dimulai dengan luka tanpa rasa sakit. Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Baca Juga : Servisitis

Sifilis terjadi dalam beberapa bertahap, dan gejalanya bervariasi pada setiap tahap. Tahap pertama melibatkan luka tanpa rasa sakit pada alat kelamin, dubur, atau mulut. Setelah sakit awal sembuh, tahap kedua ditandai dengan ruam. Kemudian, tidak ada gejala sampai tahap akhir yang mungkin terjadi beberapa tahun kemudian. Tahap akhir ini dapat mengakibatkan kerusakan otak, saraf, mata, atau jantung.

Sifilis diobati dengan penisilin dan pasangan seksual penderita juga harus diobati. Cara penularan sifilis diantaranya yaitu:

  • Melalui produk darah (jarum yang tidak steril atau darah yang tidak disaring).
  • Dari ibu ke bayi dalam proses mengandung, persalinan, atau menyusui.
  • Melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa alat pengaman.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis bisa merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena bisa menyebabkan kondisi janin tidak normal bahkan kematian bayi. Untuk itu, semakin dini diagnosis dan pengobatannya, maka semakin mudah sifilis disembuhkan.

Tanda dan Gejala Sifilis

Ciri dan gejala sipilis, sifilis, atau raja singa berbeda-beda tergantung tahapannya.

Gejala sipilis tahap 1
Gejala raja singa tahap pertama muncul 2-4 minggu setelah terjadi infeksi yaitu berupa luka yang tidak terasa sakit (chancre) di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Luka jenis ini sering terasa pada alat kelamin tapi juga dapat dilihat di mulut atau anus jika bagian-bagian ini terlibat dalam aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi. Umumnya, gejala ini akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-5 minggu.

Gejala sipilis tahap 2
Apabila infeksi tidak diobati, gejala raja singa tahap dua dimulai sejak 6-12 minggu kemudian. Ciri-ciri sifilis tahap 2 diantaranya yaitu demam, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, muncul ruam (kecil, benjolan bersisik merah pada penis, vagina, atau mulut, terutama pada telapak tangan dan kaki), sakit tenggorokan, kelenjar limpa membengkak (pada ketiak, pangkal paha, leher), serta kelelahan. Tahap laten (tersembunyi) tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya gejala.

Gejala sipilis tahap 3
Tahap 3 gejala sifilis muncul 10-40 tahun setelah infeksi awal. Cirinya timbulnya kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat menurun, mengalami kelumpuhan dan terjadi masalah pada keseimbangan tubuh.

Gejala sipilis atau sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

Baca Juga : Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

  • Sifilis primer
    Jenis sifilis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder
    Jenis sifilis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
  • Sifilis laten
    Jenis sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier
    Jenis sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

Penyebab Sifilis

Penyakit sifilis disebabkan karena infeksi bakteri, yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis. Walaupun , bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, sifilis rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Diagnosis Sifilis

Untuk dapat mendiagnosis sifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka. Tes darah untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sedangkan pemeriksaan cairan luka untuk mengetahui keberadaan bakteri penyebab sifilis (sipilis).

Pengobatan Sifilis

Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik penisilin. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks hingga dokter memastikan infeksi sudah sembuh.

Pencegahan Sifilis

Penularan sifilis bisa dicegah dengan perilaku seks yang aman, yaitu setia pada 1 pasangan seksual atau menggunakan kondom. Selain itu, lakukan pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis atau sipilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit ini.

Baca Juga : Dismenore (Nyeri Haid)

Demikian pembahasan tentang penyakit sifilis atau raja singa mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, cara megobati dan mencegah sifilis secara lengkpa. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya. Sampai Jumpa