Sialolithiasis : Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Mengobati Penyakit Sialolithiasis

Posted on

Penyakit Sialolithiasis – Sialolithiasis adalah proses pengerasan atau pembentukan batu dalam kelenjar air liur. Kelenjar air liur memproduksi saliva (air liur) yang kemudian mengalir dalam mulut. Zat kimia dalam air liur ini bisa mengkristal dan membentuk batu.

Baca Juga : Adenoiditis

Sialolithiasis merupakan sekumpulan gejala yang diakibatkan gangguan pada kelenjar air liur. Kelenjar liur memproduksi air liur, yang bertugas menjaga mulut tetap lembap, melindungi gigi dari pembusukan dini, sekaligus membantu mencerna makanan. Kelenjar liur berada di sekitar sisi dalam dan luar gusi, di bawah lidah, dan pipi dalam.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sialolithiasis mulai dari tumor kanker sampai sindrom Sjogren. Kebanyakan disebabkan oleh pengapuran batu dalam kelenjar liur. Beberapa kasus sialolithiasis bis asembuh dengan pengobatan antibiotik, sedangkan yang lainnya memerlukan terapi yang lebih serius, termasuk operasi.

Tanda dan Gejala Sialolithiasis

Gejala umum penyakit sialolithiasis, diantaranya yaitu:

  • Benjolan yang terasa sakit di bawah lidah
  • Rasa sakit yang berlebihan saat mengunyah dan menelan.

Baca Juga : Abses Peritonsil

Jenis sialolithiasis yang lain yaitu sialadenitis bisa menyebabkan kondisi seperti:

  • Benjolan di pipi atau di bawah dagu.
  • Keluar nanah di dalam mulut yang berbau tajam.
  • Demam.

Kista yang tumbuh dalam kelenjar liur bisa menyebabkan kondisi seperti:

  • Benjolan yang dapat pecah dan mengeluarkan cairan kuning
  • Sulit mengunyah
  • Sulit berbicara
  • Sulit menelan

Infeksi virus yang menyerang kelenjar liur, seperti gondongan bisa menyebabkan kondisi seperti:

  • Demam
  • Sakit otot
  • Nyeri sendit
  • Bengkak di kedua sisi wajah
  • Sakit kepala

Berikut ini gejala sindrom Sjogren, diantaranya yaitu:

  • Mulut kering.
  • Mata kering.
  • Pembusukan gigi.
  • Sariawan di mulut.
  • Nyeri sendi atau sendi bengkak.
  • Batuk kering.
  • Kelelahan tanpa sebab
  • Kelenjar liur membengkak.
  • Infeksi kelenjar liur kambuhan.

Baca Juga : Stomatitis

Segera periksakan ke dokter jika muncul gejala seperti:

  • Sensasi rasa aneh dalam mulut.
  • Mulut kering.
  • Mulut sakit.
  • Wajah membengkak.
  • Kesulitan membuka mulut.

Selain itu, diabetes dan alkoholisme dapat menyebabkan kelenjar liur membengkak. Kemungkinan masih ada gejala yang tidak disebutkan. Jika memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab Sialolithiasis

Penyebab umum penyakit sialolithiasis adalah pengapuran batu yang memblokir kelenjar liur. Manusia memiliki tiga pasang kelenjar liur yang disebut parotid, submandibular dan sublingual, yang bekerja memproduksi air liur.

Baca Juga : Kanker Mulut

Infeksi bakteri strep atau staph bisa menyebabkan sialadenitis, jenis lain dari sialolithiasis. Virus flu, gondong, coxsackie, echovirus, dan cytomegalovirus juga bisa menyebabkan infeksi pada kelenjar liur.

Selain itu, tumor non-kanker, tumor kanker dan juga sindrom Sjogren bisa menyebabkan gangguan pada kelenjar liur yang menyebabkan sialolithiasis.

Diagnosis Sialolithiasis

Untuk dapat mendiagnosis sialolithiasis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dasar berdasarkan riwayat kesehatan pasien dan gejala yang muncul. Selain itu, dokter juga bisa melakukan biopsi jaringan jika mencurigai pasien memiliki penyakit autoimun yang memengaruhi fungsi kelenjar liur. Akan tetapi, beberapa kasus kondisi ini penyebabnya sudah jelas dan tidak membutuhkan tes diagnostik.

Dokter bisa melakukan rontgen gigi, bisa juga dengan CT scan atau MRI untuk menemukan batu yang memblokir kelenjar liur. Dokter bedah kemudian bisa melakukan bedah mikro untuk mengangkat batu tersebut.

Baca Juga : Faringitis (Radang Tenggorokan)

Pengobatan Sialolithiasis

Pengobatan sialolithiasis tergantung dari penyakit/kondisi kesehatan yang mendasarinya dan tingkat keparahannya. Misalnya sialolithiasis yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik.

Apabila pasien memiliki kista atau tumor di kelenjar liur, dokter bisa menganjurkan pasien menjalani bedah untuk mengangkatnya. Tumor yang bersifat kanker bisa diobati dengan radioterapi. Terapi radiasi bisa menyebabkan mulut kering, yang bisa membuat pasien tidak nyaman dan mengganggu pencernaan, Dokter akan menyarankan pasien untuk lebih banyak minum air putih dan menghindari makanan bergaram.

Selain itu, cara mengatasi masalah kelenjar air liur ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup dengan:

  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut, dengan rajin sikat gigi dua kali sehari dan memakai benang gigi.
  • Berkumur dengan air garam.

Baca Juga : Laringitis (Radang Pita Suara)

Demikian pembahasan tentang penyakit sialolithiasis, mulai dari gejala, penyebab, diagnosa dan pengobatan sialolithiasis, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.