Proktitis : Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Proktitis

Posted on

Penyakit Proktitis – Proktitis adalah peradangan pada rektum. Proktitis adalah peradangan pada dinding usus besar bagian akhir atau rektum. Peradangan ini membuat penderita proktitis merasa perut mulas, sakit perut dan dubur, diare, BAB berdarah dan berlendir.

Proktitis dapat disebabkan oleh penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, serta penyakit menular seksual akibat berhubungan seks anal tanpa kondom.

Baca Juga : Melena (Feses Hitam)

Cara mencegah proktitis dapat dilakukan dengan tidak bergonta-ganti pasangan seksual dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Tanda dan Gejala Proktitis

Proktitis ditandai dengan perut mulas atau rasa ingin buang air besar (BAB) terus-menerus. Gejala ini dapat berlangsung sementara atau berkepanjangan (kronis) hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Selain itu, ada beberapa gejala proktitis yang lain diantaranya yaitu:

  • Sakit perut bagian kiri, terutama ketika BAB.
  • Dubur terasa sakit.
  • Diare.
  • Merasa tidak tuntas setelah BAB.
  • BAB berdarah atau berlendir.
  • Keluarnya lendir, darah, atau nanah dari anus;
  • Perasaan penuh di dubur.
  • Rasa sakit di anus atau dubur.
  • Rasa nyeri saat buang air besar.
  • Sembelit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha.
  • Kram perut.

Baca Juga : Kanker Usus Besar

Penyebab Proktitis

Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya proktitis diantaranya yaitu:

Penyakit menular seksual
Gonore, sifilis, herpes, atau klamidia merupakan jenis penyakit menular seksual penyebab proktitis yang paling sering terjadi. Kondisi ini bisa terjadi pada orang-orang yang sering melakukan seks anal.

Infeksi bakteri
Bakteri yang berasal dari makanan bisa menyebabkan infeksi saluran cerna, seperti tifus, sehingga memicu peradangan pada rektum.

Radang usus
Sebagian penderita penyakit radang usus, yaitu penyakit Crohn atau kolitis ulseratif juga mengalami peradangan pada rektum.

Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter
Tidak hanya membunuh bakteri penyebab infeksi, antibiotik yang digunakan juga ikut membunuh bakteri baik yang berfungsi menjaga kesehatan saluran cerna. Akibatnya, berbagai bakteri berbahaya, seperti Clostridium difficile bisa tumbuh dan berkembang biak di rektum. Untuk itu, jangan gunakan antibiotik sembarangan, konsultasikan degan dokter dulu.

Baca Juga : Giardiasis

Radioterapi
Terapi radiasi atau radioterapi untuk menangani kanker yang berada di sekitar rektum, seperti kanker prostat atau ovarium bisa menyebabkan peradangan pada rektum.

Efek samping operasi
Proktitis bisa terjadi pada penderita yang menjalani operasi usus besar dan pembuatan stoma (lubang buatan baru di perut untuk BAB). Rektum yang tidak dilewati makanan justru berisiko mengalami peradangan.

Reaksi terhadap protein dari makanan
Bayi yang minum susu sapi atau susu kedelai lebih berpotensi mengalami proktitis. Hal tersebut dikarenakan protein tertentu dalam susu dan makanan bisa menimbulkan peradangan saluran cerna pada sebagian orang.

Cara Mendiagnosis Proktitis

Untuk dapat mendiagnosis proktitis, dokter akan menanyakan gejala, serta penyakit yang pernah atau sedang diderita pasien. Jika pasien diduga mengalami proktitis, dokter akan melakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui apakah proktitis disebabkan oleh bakteri.

Baca Juga : Penyakit Encopresis (Enkopresis)

Dokter gastroenterologi juga bisa melakukan kolonoskopi untuk memeriksa dinding usus bagian bawah dan rektum. Ketika prosedur ini dilakukan, dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan rektum untuk diperiksa di laboratorium (biopsi rektum).

Selain itu, tes lain yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis proktitis diantaranya:

  • Tes darah, tujuannya untuk memeriksa kemungkinan terjadinya infeksi.
  • Pengambilan sampel lendir dari rektum, tujuannya untuk mengetahui apakah pasien menderita penyakit menular seksual atau tidak.

Hasil dari pemeriksaan tersebut akan membantu dokter dalam menentukan jenis pengobatan yang tepat bagi pasien.

Pencegahan Proktitis

Untuk mencegah proktitis, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks berisiko, yaitu bergonta-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. Selain itu, cara yang dapat dilakukan untuk mencegah proktitis yaitu:

  • Tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu jika pasangan memiliki luka di sekitar organ kelamin.
  • Tidak menggunakan NAPZA dan tidak mengkonsumsi alkohol.

Baca Juga : Hematochezia (BAB Berdarah)

Pengobatan Proktitis

Tujuan pengobatan proktitis yaitu untuk mengurangi peradangan, meredakan rasa sakit, dan menyembuhkan infeksi. Cara mengatasi proktitis diberikan tergantung pada penyebab proktitis. Pengobatan proktitis yang dilakukan diantaranya yaitu:

  • Obat antibiotik, apabila proktitis disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Obat antivirus, apabila proktitis disebabkan oleh infeksi akibat virus (misalnya herpes).
  • Obat pelunak tinja dan prosedur pelebaran rektum atau ablasi, apabila proktitis disebabkan oleh efek samping radioterapi.
  • Obat antiperadangan dan obat imunosupresif, apabila proktitis disebabkan oleh radang usus.

Jika gejala-gejala yang dialami pasien tidak kunjung hilang, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan jaringan yang rusak. Selain penanganan medis, peradangan dan nyeri ringan dapat diredakan dengan cara sederhana, seperti:

  • Menghindari makanan pedas, asam, atau berlemak.
  • Minum banyak air putih.
  • Tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, kafein, dan susu.

Baca Juga : Penyakit Obstruksi Usus

  • Menghindari kebiasaan makan sesaat sebelum tidur, agar sistem pencernaan dapat beristirahat.
  • Merendam bokong dan selangkangan dengan air hangat selama beberapa menit.
  • Menggunakan obat pereda sakit.

Komplikasi Proktitis

Proktitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Anemia akibat pendarahan berkelanjutan.
  • Abses pada area yang terinfeksi.
  • Borok dalam dinding rektum.
  • Fistula ani, yaitu saluran abnormal yang terbentuk antara usus dengan kulit di sekitar dubur.
  • Fistula rektovagina, yaitu saluran abnormal yang terbentuk antara rektum dan vagina, sehingga feses dapat keluar ke vagina.

Baca Juga : Penyakit Usus Buntu

Demikian pembahasan tentang penyakit proktitis, mulai dari gejala, penyebab, diagnosa, cara mengobati, mencegah dan komplikasi proktitis secara lengkap. Semoga bemanfaat