Phlegmon : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Phlegmon

Posted on

Penyakit Phlegmon – Phlegmon merupakan peradangan akut yang meluas pada jaringan ikat dan jaringan lunak yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Phlegmon adalah peradangan yang meluas pada jaringan ikat dan jaringan lunak yang disebabkan oleh infeksi.

Baca Juga : Bisul (Abses)

Phlegmon dikaitkan dengan dua kondisi yaitu abses dan selulitis. Phlegmon adalah peradangan akut yang mengeluarkan nanah, terjadi pada jaringan ikat di bawah kulit (subkutan); Abses adalah nanah yan terkumpul dalam satu tempat dalam suatu organ yang diakibatkan kerusakan jaringan; sedangkan Selulitis adalah peradangan yang menyebar di sepanjang fascia (pita jaringan fibrosa seperti yang membentang di bawah kulit dan membungkus otot dan berbagai organ tubuh), hingga ruang-ruang di jaringan tanpa disertai supurasi kotor atau nanah.

Phlegmon ditandai dengan terbentuknya nanah pada jaringan lunak di bawah kulit atau di dalam tubuh. Organ dalam tubuh yang dapat mengalami phlegmon contohnya amandel dan usus buntu. Phlegmon dapat menyebar dengan cepat dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Tanda dan Gejala Phlegmon

Gejala umum phlegmon bisa berupa kelelahan, deman dan menggigil. Penderita kondisi ini nanah bisa menyebar di jaringan ikat longgar tanpa adanya area peradangan yang jelas. Selain itu, gejala phlegmon yang lain yaitu:

Baca Juga : Limfedema

  • Lapisan kulit berwarna merah padam.
  • Terasa sangat sakit.
  • Matinya jaringan ikat dan jaringan otot yang terinfeksi.
  • Peradangan edema ringan.
  • Penyebaran abses kemungkinan meluas.
  • Limfadenitis.
  • Lymphangitis.
  • Meningkatnya nilai laju endap darah (erythrocyte sedimentation rate/ESR).

Penyebab Phlegmon

Phlegmon disebabkan infeksi bakteri Staphylococcus aureus koagulase positif. Lokasi terjadinya infeksi pada kasus phlegmon dapat bervariasi yaitu bisa di langit-langit mulut, otot, rongga di antara paru-paru kanan dan kiri atau mediastinum dan pada dinding organ-organ yang berlubang.

Baca Juga : Folikulitis

Cara Mendiagnosis Phlegmon

Phlegmon tergolong infeksi yang sulit dikeringkan. Untuk itu, untuk memastikan seseorang menderita phlegmon bisa melalui drainase abses di kulit yang terinfeksi atau disebut percutaneous abcess drainage (PAD). Phlegmon yang melekat dan tidak terindikasi kotoran akan cukup sulit dibersihkan dengan tusukan jarum medis. Setelah phlegmon kempes, proses pengeringan dilanjutkan dengan menggunakan kateter. Proses pengairan menggunakan saline atau agen fibrinolitik akan dilakukan jika kondisi phlegmon mengeluarkan darah, kotoran, dan lengket.

Adanya phlegmon juga bisa dipastikan melalui beberapa pemeriksaan diantaranya yaitu:

  • CT scan atau MRI.
  • Contrast enhanced ultrasound (CEUS), tujuannnya untuk mendiagnosis dan membedakan antara phlegmon intraabdominal dan abses.
  • Operasi.

Baca Juga : Milia

Pengobatan Phlegmon

Pengobatan phlegmon dilakukan melalui obat antibiotik untuk melawan serangan bakteri.

Perlu diketahui bahwa phlegmon yang terjadi di langit-langit mulut dan pembungkus tendon tergolong penyakit yang sangat berbahaya. Untuk itu, tindakan pencegahan dilakukan melalui operasi. Dalam banyak kasus, operasi yang dilaksanakan sebelum phlegmon makin parah bisa membantu penanganan phlegmon. Penderita juga dianjurkan untuk bed rest untuk mengistirahatkan anggota tubuh yang mengalami phlegmon.

Baca Juga : Biang Keringat

Demikian pembahasan tentang penyakit phlegmon, mulai dari gejala, penyebab, diagnosa dan cara mengobati phlegmon. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya, sampai jumpa.