Perikoronitis : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Perikoronitis

Posted on

Perikoronitis – Perikoronitis merupakan infeksi jaringan lunak sekitar mahkota gigi sebagian terimpaksi. Perikoronitis adalah peradangan yang menyerang jaringan gusi pada gigi geraham bungsu. Geraham bungsu adalah geraham ketiga yang letaknya paling dalam dan terakhir tumbuh. Perikoronitis jika tidak diobati dapat merusak susunan gigi dan menyebabkan bau mulut.

Baca Juga : Bruxism (Menggeretak Gigi)

Penyakit ini menginfeksi geraham yang tumbuh tidak normal, tertanam, atau tumbuh miring. Gejala perikoronitis terbagi dua berdasarkan kondisi penyakit yaitu perikoronitis akut (timbul dalam waktu singkat dan mendadak) atau perikoronitis kronis (sudah berlangsung lama atau menahun).

Tanda dan Gejala Perikoronitis

Pada perikoronitis akut, gejala yang muncul diantaranya seperti:

  • Gusi bengkak
  • Nyeri tajam di sekitar gigi geraham
  • Sulit dan sakit ketika menelan makanan
  • Keluarnya nanah dari gusi yang terinfeksi
  • Gerakan membuka dan menutup rahang menjadi terbatas, sekaligus kadang menyakitkan.

Sedangkan perikoronitis kronis ditandai dengan nyeri tumpul pada gigi yang kerap terjadi selama 1-2 hari, bau napas, dan rasa tidak enak di sekitar mulut.

Baca Juga : Penyakit Abses Gigi

Penyebab dan Faktor Risiko Perikoronitis

Awalnya, perikoronitis disebabkan oleh susunan gigi yang tidak sempurna. Penyebabnya bisa karena jarak antar gigi terlalu rapat atau terlalu renggang. Kondisi ini bisa membuat sisa makanan mudah terselip di sela-sela gigi dan menjadi sulit untuk dibersihkan. Sisa makanan yang dibiarkan menempel di gigi akan membentuk tumpukan plak dan memungkinkan bakteri untuk masuk ke jaringan gusi. Bakteri yang masuk ke dalam jaringan akan menginfeksi gusi dan mengakibatkan peradangan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perikoronitis, diantaranya yaitu:

  • Berusia 20-29 tahun
  • Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang tidak normal, tertanam atau miring
  • Kesehatan gigi yang tidak terjaga dengan baik
  • Stres
  • Kelelahan
  • Kehamilan.

Baca Juga : Gigi Hitam dan Rusak Pada Anak

Diagnosis Perikoronitis

Dokter dapat mendiagnosis pasien terkena perikoronitis dengan melihat gejalanya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi gigi pasien. Untuk mencari dan memastikan adanya peradangan di sekitar geraham, dokter akan melakukan pemeriksaan foto Rontgen gigi.

Pengobatan Perikoronitis

Pengobatan perikoronitis dilakukan tergantung tingkat keparahannya diantaranya yaitu seperti pemberian obat untuk meredakan nyeri, operasi untuk memperbaiki jaringan gusi yang meradang atau pencabutan gigi, serta perawatan gigi secara mandiri untuk mencegah berkembangnya penyakit ini.

Baca Juga : Menghilangkan Karang Gigi Secara Alami

Obat
Obat-obatan untuk perikoronitis diantaranya paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri. Pada kondisi gusi yang sudah membengkak, dokter akan meresepkan antibiotik. Pemberian obat akan diiringi dengan tindakan pembersihan gigi dan gusi oleh dokter gigi, untuk menghilangkan sisa makanan serta tumpukan plak di dalam mulut.

Operasi gigi dan gusi
Apabila gusi yang meradang dianggap dapat menyebabkan gangguan lebih jauh pada kesehatan mulut, maka dokter bisa merekomendasikan operasi untuk memperbaiki lipatan gusi, atau mencabut gigi jika diperlukan.

Cara mengobati perikoronitis yang bisa dilakukan dirumah diantaranya yaitu:

  • Menjaga kebersihan gigi dengan cara menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental flossing) minimal dua kali sehari
  • Rajin berkumur dengan obat kumur atau larutan garam.
  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara berkala.

Baca Juga : Cara Mengobati Sakit Gigi

Demikian pembahasan tentang penyakit perikoronitis mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosa dan cara mengobati perikoronitis. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.