Asites : Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Asites

Posted on

Penyakit Asites – Ascites adalah kondisi pembengkakan pada perut yang disebabkan karena akumulasi cairan, sering kali berhubungan dengan penyakit hati. Lebih singkatnya, Ascites adalah penumpukan cairan di perut.

Asites adalah kondisi di mana terdapat cairan pada rongga perut, tepatnya antara dinding perut bagian dalam dengan organ dalam perut.

Penyebab Asites

Secara umum, ada 2 jenis cairan asites yang terbentuk yaitu cairan transudatif dan cairan eksudatif. Perbedaan kedua jenis cairan tersebut terletak pada kadar protein yang terkandung dalam cairan. Transudatif memiliki kadar protein di bawah 2.5 g/mL, sedangkan eksudatif memiliki kadar protein sama dengan atau lebih dari 2.5 g/mL.

Saat ini terdapat pembagian yang lebih bermanfaat untuk menentukan penyebab asites, yaitu pembagian menurut serum-ascites albumin gradient (SAAG). Kondisi tersebut membagi penyebab asites menjadi akibat hipertensi porta atau bukan. Hipertensi porta yaitu peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah yang menuju hati, atau yang disebut sistem vena porta. Penyebab hipertensi porta sendiri diantaranya yaitu:

  • Penyakit liver.
  • Penyebaran kanker ke hati.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit katup jantung.
  • Perikarditis.
  • Sindrom Budd-Chiari.
  • Trombosis vena porta atau penggumpalan darah di dalam sistem vena porta.
  • Protein albumin yang rendah, akibat sindrom nefrotik atau malnutrisi.
  • Penyakit pada selaput dinding perut (peritoneum), seperti peritonitis, kanker peritoneum, dan vaskulitis.
  • Gangguan pada organ pankreas, empedu, ginjal, dan sel indung telur (ovarium).
  • Lupus.
  • Miksedema, akibat rendahnya hormon tiroid dalam darah.

Tanda dan Gejala Asites

Biasanya penderita asites ringan tidak mengalami gejala apapun. Tapi seiring bertambahnya cairan, gejala asites yang muncul diantaranya yaitu:

  • Perut kembung atau membesar.
  • Berat badan meningkat.
  • Nyeri perut.
  • Kesulitan bernapas, khususnya saat berbaring.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Konstipasi.
  • Dada terasa panas (heartburn).
  • Pembengkakan di tungkai dan pergelangan kaki.
  • Demam.
  • Nyeri perut hebat.
  • Muntah darah atau berwarna kehitaman.
  • Tinja berwarna hitam atau mengeluarkan darah.
  • Mudah memar.
  • Sulit bernapas.
  • Kulit dan mata menguning.
  • Kesadaran menurun.

Jika gejala-gejala tersebut muncul maka segera periksakan ke dokter.

Cara Diagnosis Asites

Untuk dapat mendiagnosis asites, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala juga riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Untuk memperkuat diagnosis, maka dokter akan melakukan tes diantaranya yaitu CT scan dan MRI; tes darah; angiografi; laparoskopi; analisa cairan asites.

Pengobatan Asites

Pengobatan utama asites yaitu pengobatan terhadap penyakit yang menimbulkan asites tersebut. Untuk mengurangi jumlah cairan asites, dokter bisa meresepkan obat golongan diuretik, bisanya kombinasi furosemide dan spironolactone. Obat tersebut akan meningkatkan pembuangan cairan tubuh melalui ginjal. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pengobatan dibarengi dengan pengurangan konsumsi garam dan cairan. Penambahan konsumsi protein atau memberikan suplemen albumin bisa disarankan bagi penderita dengan kadar albumin dalam darah yang rendah. Jika terdapat infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi.

Apabila obat-obatan tidak membantu, khususnya bagi penderita asites dengan perut yang besar dan cairan yang banyak, parasentesis atau punksi asites bisa dilakukan untuk membuang cairan, selain untuk mengambil sampel cairan asites. Tidak berbeda dengan proses pengambilan sampel cairan untuk pemeriksaan laboratorium, dokter akan memasukkan jarum melalui dinding perut luar untuk mengeluarkan cairan asites.

Pada pasien hipertensi porta, bisa dilakukan tindakan operasi transjugular intrahepatic portosystemic shunts (TIPS). Tindakan operasi ini dilakukan dengan membuat saluran pembuluh darah baru (shunt) yang menghubungkan vena porta dengan vena hepatica, yakni pembuluh darah yang keluar dari hati, tanpa melewati sel hati terlebih dahulu. Tindakan tersebut bisa membuat tekanan pada sistem vena porta berkurang dan bisa mengurangi cairan asites. Akan tetapi, perlu diingat bahwa cara tersebut hanya untuk mengurangi tekanan di vena porta, bukan mengobati penyebab dari hipertensi porta. Apabila aasites disebabkan oleh sirosis, bisa disarankan untuk transplantasi organ hati.

Pencegahan Asites

Penyakit asites dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit asites.

Demikian artikel pembahasan tentang “Asites : Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Asites“, semoga bermanfaat