Amebiasis : Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Amebiasis

Posted on

Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Amebiasis – Amebiasis atau Amoebiasis adalah infeksi parasit usus besar karena amoeba Entamoeba histolytica. Amebiasis adalah infeksi parasit pada usus yang disebabkan oleh parasit Entamoebae histolytica atau disingkat E. histolytica. Entamoeba merupakan gabungan dari beberapa parasit tunggal yang bertekstur seperti jeli dan bisa hidup di dalam atau permukaan kulit manusia dan binatang. Entamoeba bergerak dengan mengubah struktur tubuhnya dan bisa berkembang biak dengan sendirinya.

Siapa saja bisa terkena infeksi amebiasis ini, tapi orang yang tinggal atau berkunjung ke negara beriklim tropis atau daerah dengan sanitasi buruk. Selain itu, seseorang yang memiliki daya tahan tubuh rendah dan pria yang melakukan seks sesama jenis juga berisiko terjangkit penyakit ini.

Penyebab dan Faktor Risiko Amebiasis

Infeksi amebiasis terjadi saat parasit E. histolytica masuk ke dalam tubuh manusia dan menetap di dalam usus. Umumnya, penularan parasit ini terjadi melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Selain itu, seseorang juga bisa tertular setelah menyentuh tanah, air, pupuk atau tangan orang lain yang sudah terpapar tinja yang mengandung parasit tersebut. Penularan juga bisa terjadi pada orang yang melakukan seks anal, seks oral, atau pada orang yang melakukan terapi pembilasan atau irigasi usus besar (colonic irrigation).

Parasit E. histolytica yang masuk dalam tubuh manusia akan langsung berkumpul di usus dan beralih ke siklus aktif mereka (fase tropozoit). Parasit yang aktif tersebut lalu akan berpindah ke usus besar. Saat parasit mengenai bagian dinding usus, penderita bisa mengalami masalah seperti tinja yang disertai darah, diare, radang usus besar (kolitis), hingga kerusakan pada jaringan usus.

Seseorang yang sudah tertular berisiko mengalami infeksi amebiasis parah jika:

  • Sering mengkonsumsi alkohol.
  • Mengalami malnutrisi.
  • Menderita kanker.
  • Sedang hamil.
  • Menggunakan obat kortikosteroid yang bisa menekan sistem imun tubuh.
  • Sering berpergian ke negara tropis atau lingkungan yang terinfeksi.

Tanda dan Gejala Amebiasis

Umumnya, gejala amebiasis mulai dirasakan dalam kurun waktu 7-28 hari setelah terinfeksi. Gejala umum amebiasis diantaranya yaitu:

  • Diare.
  • Nyeri hingga kram perut.
  • Buang angin berlebihan.
  • Mudah merasa lelah.

Dalam kasus tertentu, parasit ini bisa menembus dinding usus dan menyebabkan luka, atau justru menyebar ke organ hati melalui pembuluh darah dan mengakibatkan abses hati. Gejala yang bisa dirasakan saat sudah memasuki kondisi parah, diantaranya yaitu:

  • Rasa nyeri saat perut ditekan.
  • Disentri atau diare dengan tinja yang bercampur lendir dan darah.
  • Demam tinggi.
  • Muntah-muntah.
  • Pembengkakan di bagian perut atau hati.
  • Perforasi usus atau munculnya lubang pada usus.
  • Sakit kuning (jaundice).

Pengobatan Amebiasis

Secara umum, obat-obatan yang diberikan untuk amebiasis, diantaranya yaitu:

  • Obat antibiotik, seperti metronidazole atau tinidazole, untuk membunuh bakteri yang ada di dalam hati atau organ lainnya. Obat ini biasa diberikan bersama dengan antiparasit, seperti diloxanide furoate.
  • Obat antimual bagi penderita yang mengalami gejala mual dan muntah.

Biasanya penderita amebiasis akan disarankan untuk mengkonsumsi banyak air putih dan oralit untuk mengganti cairan yang hilang. Jika kondisi yang dialami cukup parah, dokter akan memberikan cairan infus di rumah sakit. Dalam kasus tertentu, tindakan operasi akan dilakukan jika terjadi pecahnya abses hati atau jika ada lubang di usus.

Pencegahan Amebiasis

Beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk mencegah penularan infeksi amebiasis:

  • Mencuci tangan dengan sabun cair setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Mencuci sayur atau buah hingga bersih sebelum dikonsumsi.
  • Mencuci peralatan masak hingga bersih sebelum digunakan.
  • Rebus air hingga mendidih sebelum diminum.
  • Jangan mengkonsumsi susu atau produk olahannya, seperti keju, tanpa dimasak atau dipasteurisasi terlebih dahulu.
  • Hindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak terjamin kebersihannya.
  • Jangan berbagi alat mandi dengan siapa pun.

Itulah penjelasan tentang Amebiasis : Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Amebiasis . Semoga bermanfaat.