Abses Paru : Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Cara Mengobati Abses Paru

Posted on

Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Cara Mengobati Abses Paru – Abses paru merupakan infeksi bakteri pada paru-paru yang menyebabkan munculnya nanah. Gejala utama abses paru adalah batuk berdahak. Dahak yang dikeluarkan sering kali mengandung darah atau nanah dan juga berbau.

Penyebab Abses Paru

Penyebab utama abses paru yaitu munculnya infeksi dalam jaringan paru-paru akibat cairan atau makanan yang mengandung bakteri secara langsung masuk ke dalam paru-paru. Kejadian ini terjadi saat seseorang tidak sadar akibat pengaruh alkohol atau obat-obatan, terutama obat penenang.

Selain disebabkan cairan asing yang masuk ke paru-paru, abses paru bisa menjadi komplikasi penyakit lain, baik penyakit dalam paru-paru maupun di luar paru-paru, diantaranya yaitu:

  • Adanya sumbatan saluran udara di dalam paru-paru, akibat tumor atau pembesaran kelenjar di dalam paru-paru.
  • Bronkiektasis, yaitu pelebaran, penebalan, serta kerusakan jaringan saluran pernapasan sebelum paru-paru (bronkus).
  • Cystis fibrosis, yaitu penyakit saluran pernapasan yang mengakibatkan lendir saluran pernapasan atau dahak menjadi lebih kental. Cairan mukus yang lebih kental akan menyumbat aliran napas dari atau ke paru-paru, sehingga bisa memicu terjadinya infeksi yang membentuk.
  • Peritonitis, yaitu infeksi pada selaput rongga perut (peritoneum).
    Endokarditis, yaitu infeksi pada dinding jantung bagian dalam.

Faktor Risiko Abses Paru

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena abses paru-paru, diantaranya:

  • Pecandu alkohol
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita kanker dan HIV, serta minum obat-obatan yang menurunkan daya tahan tubuh.
  • Kehilangan kesadaran dalam waktu lama.
  • Sedang dalam pengaruh obat bius atau obat penenang.

Tanda dan Gejala Abses Paru

Berikut ini gejala-gejala abses paru, diantaranya yaitu:

  • Batuk disertai dengan dahak berdarah atau nanah.
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kehilangan berat badan
  • Lemas
  • Demam tinggi
  • Napas berbau
  • Berkeringat (terutama pada malam hari)

Pengobatan Abses Paru

Pengobatan utama yang dilakukan untuk menangani abses paru yaitu pemberian antibiotik. Dokter akan meresepkan antibiotik sesuai dengan hasil tes sensitivitas bakteri agar obat yang diberikan sesuai dengan jenis bakteri, sehingga bekerja secara efektif. Beberapa jenis antibiotik yang bisa diberikan kepada penderita abses paru diantaranya penisilin; clindamycin; piperacillin; amoxicillin-clavulanate; metronidazole; ciprofloxacin; vancomycin; amikacin; meropenem dan levofloxacin.

Durasi pengobatan antibiotik yang akan dijalani pasien berbeda, tergantung tingkat keparahan abses. Pengobatan abses paru tergolong lama bisa mencapai 3 minggu hingga 6 bulan. Pada pasien abses paru sekunder biasanya akan direkomendasikan untuk menjalani perawatan di rumah sakit untuk membantu mengobati penyakit yang memicu timbulnya abses.

Pada beberapa kasus, pasien bisa menjalani pengobatan melalui operasi untuk menghilangkan abses. Dokter bedah akan memasukkan selang ke bagian dalam paru-paru, lalu nanah dalam abses dikeluarkan. Jaringan paru-paru yang mengalami kerusakan akibat abses lalu diangkat.

Untuk membantu proses penyembuhan abses, pasien akan diminta untuk berhenti minum alkohol dan tidak merokok, selain itu pasien juga akan dianjurkan untuk lebih banyak minum air.

Demikian artikel tentang “Abses Paru : Penyebab, Faktor Risiko, Gejala dan Cara Mengobati Abses Paru“, semoga bermanfaat.