Benjolan Di Belakang Telinga : Penyebab dan Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga Secara Alami

Posted on

Benjolan Di Belakang Telinga – Biasanya, benjolan di belakang telinga muncul dalam ukuran kecil hingga besar. Pada beberapa kasus, benjolan di belakang telinga tersebut bukalah hal yang berbahaya. Tapi, adapula benjolan di belakang telinga yang menandakan masalah kesehatan dan butuh penanganan khusus.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Berikut ini beberapa penyebab munculnya benjolan di belakang telinga, diantaranya yaitu:

Peradangan kelenjar getah bening
Di bagian belakang telinga terdapat kelenjar getah bening yang bereaksi jika tubuh terserang penyakit. Peradangan kelenjar getah bening dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga.

Biasanya pembesaran getah bening di belakang telinga disebabkan infeksi luka dan abses gigi. Kondisi ini biasanya bukan hal serius, tapi dalam beberapa kasus pembengkakan kelenjar getah bening memerlukan perawatan medis jika tidak mereda dalam beberapa hari.

Cara menyembuhkan benjolan di belakang telinga yang disebabkan oleh peradangan kelenjar getah bening yaitu dengan meningkatkan kesehatan tubuh, dimana akan otomatis membuat benjolan semakin mengecil.

Kista sebasea
Benjolan di belakang telinga bisa juga disebabkan oleh kista sebasea. Kista ini mengandung protein keratin yang berbau busuk. Penyebab kista ini yaitu pembengkakan folikel rambut atau trauma kulit.

Jenis kista ini biasanya bisa menghilang sendiri dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, jika kista terinfeksi maka dapat menyebabkan abses yang mengakibatkan inflamasi dan penderita harus segera diobati.

Mastoiditis
Pada bagian belakang telinga terdapat tulang mastoid. Infeksi tulang mastoid apat menyebabkan bengkak di belakang telinga dan menonjol dari kulit. Biasnya benjolan tersebut disertai nyeri telinga, berkurangnya pendengaran dan kemerahan pada telinga. Benjolan di belakang telinga disebabkan mastoiditis cenderung menyerang bayi dan balita.

Otitis Media
Penyebab otitis media atau infeksi telinga tengah yaitu bakteri atau virus. Infeksi ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di belakang gendang telinga sehingga bisa menyebabkan benjolan di belakang telinga. Penyakit yang menimbulkan benjolan di belakang telinga ini cenderung menyerang anak-anak berusia 6-15 bulan.

Umumnya, dokter akan menyarankan penggunaan obat anti inflamasi lalu melihat apakah gejala berkurang. Jika gejala tidak kunjung hilang setelah 3 hari, antibiotik akan diberikan.

Jerawat
Benjolan kecil di belakang telinga bisa disebabkan oleh jerawat. Karena jerawat menyumbat kulit dengan minyak dan sel-sel kulit mati, di dalam jerawat juga terdapat bakteri yang menyebabkan peradangan sehingga tampak seperti benjolan di belakang telinga.

Lipoma
Lipoma adalah kondisi benjolan di belakang telinga yang terjadi akibat tumpukan lemak kecil di antara lapisan kulit dan bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh. Benjolan di belakang telinga ini memiliki tekstur lembut, cenderung menyerang orang dewasa muda dan turun temurun. Namun, benjolan di telinga ini bisa membengkak dan menekan saraf.

Cara mengobati benjolan di belakang telinga akibat lipoma yaitu menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut karena benjolan ini bisa menjadi tanda kanker liposarkoma.

Abses
Abses terjadi saat tubuh melawan virus atau bakteri penyebab infeksi di sel atau jaringan tubuh. Untuk memerangi virus atau bakteri, tubuh mengirim sel darah putih ke tempat yang terinfeksi, misalnya di belakang telinga.

Sel darah putih, bakteri, sel, dan jaringan tubuh yang bertempur dan mati lalu akan menumpuk dalam bentuk nanah dan mengakibatkan benjolan di belakang telinga.

Abses kecil kemungkinan bisa mengecil, mengering, dan hilang secara alami tanpa pengobatan apa pun. Tapi, abses yang lebih besar perlu diobati dengan antibiotik. Nanahnya juga perlu dikeringkan dengan bantuan dokter.

Infeksi kulit
Saat benjolan disebabkan oleh adanya infeksi kulit oleh bakteri, maka akan terlihat permukaan kulit yang memerah dan meradang, terkadang ditemukan pengelupasan kulit dan tentu saja terasa nyeri.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi kulit diantaranya masalah persarafan, stres, perubahan iklim, kelelahan serta infeksi bakteri atau jamur. Orang yang memiliki penyakit Parkinson, AIDS atau epilepsi lebih mungkin untuk terkena dermatitis seboroik, yaitu infeksi kulit yang disertai dengan penumpukan zat lilin berwarna kekuningan pada kulit dan terasa gatal.

Limfadenopati
Limfadenopati adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker.

Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga

Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengobati benjolan di belakang telinga, diantaranya yaitu:

1. Mengompresnya dengan air hangat
Caranya yaitu kain bersih dicelupkan ke dalam air panas yang lalu peras dan tempelkan pada bagian benjolan belakang telinga. Lakukan kompres ini selama 10 menit setiap harinya hingga bengkak hilang.

2. Menggunakan air garam
Caranya, masukkan garam sebanyak 1 sendok teh atau Ā½ sendok teh ke dalam secangkir air hangat dan aduk rata. Kemudian gunakan larutan ini untuk berkumur, lakukan setiap hari dengan frekuensi sehari 3 kali agar benjolan bisa cepat hilang dan kempes sempurna.

3. Memberi pijatan
Pijat secara pelan-pelan pada area yang terdapat benjolan selama kurang lebih 5 menit dalam sehari lakukan 3 kali akan mempercepat hilangnya benjolan.

4. Olesi dengan minyak peppermint
Oleskan minyak peppermint secara perlahan sembari memijat-mijatnya selama kurang lebih 5 menit. Dalam sehari lakukan 2 kali hinggabenjolan atau bengkak mereda.

5. Menggunakan kunyit
Caranya campurkan bubut kunyit dengan madu murni hingga menjadi pasta lalu oleskan pada bagian benjolan di bagian telinga dan biarkan selama 10 ment kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan perawatan ini sebanyak 2 kali sehari secara rutin.

6. Menggunakan cuka apel dan madu
Campurkan cuka apel dan madu kemudian minum secara rutin sebanyak 2 kali sehari hingga benjolan tersebut hilang.

7. Menggunakan bawang putih
Konsumsi 2 siung bawang putih mentah secara rutin setiap hari hingga benjolan belakang telinga berangsur menghilang.

8. Menggunakan minyak bawang putih
Oleskan minyak bawang putih ke area benjolan sembari dipijat perlahan selama sekitar 5 menit. Lakukan hal ini 3 kali dalam sehari.

9. Minum madu asli
Caranya, campurkan 2 sendok teh madu murni ke dalam secangkir air, tambahkan jus lemon segar. Minum ini sehari 2 kali selama seminggu hingga kondisi anda membaik.

10. Mengoleskan madu pada benjolan sembari memijatnya.
11. Mengompres benjolan dengan biji rami yang sudah dihangatkan dan dibungkus dengan kain katun biasa.
12. Menggunakan kulit buah pir yang diusapkan perlahan ke bagian benjolan.
13. Mengoleskan minyak kastor ke benjolan dan memijatnya selama 5 menit.
14. Mengoleskan gel lidah buaya ke benjolan lalu memijatnya perlahan.
15. Mengkonsumsi jahe, tapi jangan berlebihan untuk menghindari efek samping jahe.
16. Mengkonsumsi air putih 3-4 liter selama masa penyembuhan setiap hari.
17. Menghindari produk olahan susu sementara waktu karena diketahui olahan susu bisa meningkatkan risiko benjolan tak kunjung sembuh atau justru makin besar, terutama jika benjolan berisi air.

Demikian artikel pembahasan tentang”Benjolan Di Belakang Telinga : Penyebab dan Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga Secara Alami“, semoga bermanfaat.