15 Penyebab Dan Bahaya pada Bayi Lahir Tidak Menangis yang Penting di Ketahui

Posted on

Penyebab Dan Bahaya pada Bayi Lahir Tidak Menangis  – Hal yang paling ditunggu pada proses persalinan adalah mendengar tangisan pertama dari bayi. Tangisan pada bayi yang pertama kali lahir adalah reaksi pertama yang bayi lakukan sekaligus sebagai tanda jika paru-paru bayi mulai berfungsi.

Selain sebagai tanda paru-paru telah berfungsi dengan baik, tangisan pertama bayi juga merupakan reaksi akibat perubahan kondisi pada bayi yang dulunya bayi berada dalam rahim dan mendapatkan oksigen dari ibu melalui plasenta yang terhubung dengan tali pusat, Didalam rahim bayi dalam kondisi hangat akibat diselimuti oleh selapu ketuban beserta cairannya.

Sedangkan ketika dilahirkan, bayi akan merasakan udara luar yang dingin dan cahaya yang belum pernah dirasakan ketika dalam rahim, saat persalinan selesai, tali pusat bayi juga akan terputus sehingga bayi harus mendapatkan sendiri okigen untuk bernapas. Menangis adalah cara yang dilakukan bayi saat baru lahir untuk mendapatkan oksigen, juga sebagai tanda jika paru-paru berfungsi dengan baik.

Namun, ada sebagian bayi yang ketika dilahirkan tidak menangis, menangisnya tidak kuat atau menangisnya terlambat, hal ini dapat menjadi tanda jika ada gangguan pada paru-paru yang tidak berfungsi dengan baik, yang juga dapat berpengaruh pada organ vital lainnya seperti otak, jantung, ginjal, pembuluh darah, maupun pada organ lainnya.

Dengan demikian, tangisan pada bayi yang baru dilahirkan adalah sesuatu yang wajar dan wajib. Karena jika tidak menangis justru menjadi suatu pertanda adanya gangguan pada bayi yang harus cepat di tangani oleh dokter.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang bayi tidak menangis ketika dilahirkan.

Penyebab Bayi Lahir Tidak Menangis 

Ada banyak penyebab bayi tidak menangis saat lahir, berikut ini beberapa penyebabnya, antara lain:

1. Kondisi Ibu Sebelum Persalinan

Kondisi kesehatan ibu sebelum persalinan memiliki potensi yang dapat menyebabkan bayi baru lahir tidak menangis. Kondisi tersebut meliputi:

  1. Ibu hamil menderita Diabetes Mellitus
    Ibu dengan riwayat DMG (Diabetes semasa kehamilan) memiliki potensi 40% akan melahirkan bayi Makrosia (Bayi besar) yang dapat menyebabkan resiko terjadinya trauma lahir, fraktur, asfiksia pada bayi baru lahir, dan sindrom gawat napas (RDS).
  2. Ibu hamil memiliki panggul sempit
    Panggul sempit atau disebut dengan Disproportio sefalo pelvik adalah kondisi ukuran pelvic ibu tidak cukup dan bentuknya tidak tepat untuk memungkinkan melintasnya kepala janin. Pada kondisi ini, kepala bayi belum masuk pintu atas panggul yang menyebabkan pembukaan berlangsung lama dan besar kemungkinan air ketuban pecah sebelum waktunya, sehingga kepala janin tidak dapat menekan serviks kecuali jika bayi sangat kuat sehingga terjadi moulage hebat. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan pada janin atau posisi yang tidak normal sehingga menyebabkan bayi sulit bernafas.
  3. Ibu mengalami Preeklamsia
    Ibu yang menderita preeklamsia atau keracunan kehamilan ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dan terjadinya proteinuria (adanya protein di dalam urin). Keadaan ini berisiko menyebabkan sindrom gawat napas pada janin, prematuritas, kematian janin intrauterin (IUGR) dan sepsis (infeksi berat).
  4. Terjadi pendarahan Antepartum
    Pendarahan Antepartum aau pendarahan sebelum melahirkan biasanya terjadi akibat adanya kelainan pada plasenta, kelainan insersi tali pusat atau pembuluh darah pada selaput air ketuban dan plasenta yang terlepas dari perlekatannya sebelum bayi lahir (solusio plasenta).
  5. Infeksi pada Ibu Hamil
    Ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan seperti anemia, dan penyakit infeksi dapat menyebabkan janin dalam kandungan menderita Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim (IUGR).

Beberapa penyebab diatas terjadi pada masa kehamilan dan sebelum persalinan. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dapat mengantisipasi agar tidaj terjadi hal yang tidak diinginkan selama kehamilan dan sesudah proses persalinan pada ibu dan bayi.

Proses Persalinan

Penyebab bayi lahir tidak menangis lainnya seperti:

  1. Proses persalinan sungsang, persalinan lama, ibu memiliki jalan lahir sempit, yang membuat bayi mengalami sulit bernapas dan tidak menangis.
  2. Penekanan tali pusat oleh bagian tubuh bayi, pada bayi kembar, dan tumor dirahim juga dapat mengganggu pernapasan pada bayi.
  3. Terjadinya asfiksia yaitu plasenta atau ari-ari lepas lebih terlebih dulu dan bayi terlilit tali pusat.

2. Air Ketuban Hijau

Pada kondisi normal, air ketuban berwarna bening. Selama dalam kandungan, janin tanpa sadar bisa saja meminum air ketuban. Hal tersebut tidak membahayakan jika air ketuban dalam kondisi normal berwarna bening. Namun jika air ketuban berwarna hijau yang merupakan adanya campuran zat-zat lain didalamnya. Salah satu masalah jika bayi minum air ketuban berwarna hijau adalah terjadi stress bayi, bayi akan kekurangan asupan oksigen yang meyebabkan bayi tidak menangis ketika lahir.

3. Pasca Persalinan

Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur sehingga menurunkan oksigen yang masuk dalam tubuh. Hal tersebut dapat meningkatkan karbondioksida yang menimbulkan akibat bruuk dalam kehidupan selanjutnya.

Selain itu, asfiksia juga mungkin disebabkan oleh adanya infeksi akut atau kronis, seperti keracunan obat bius, uremia dan toksomia gravidarum, anemia berat, cacat bawaan atau trauma, serotinus (kehamilan kelebihan bulan), dan kekurangan gizi ibu hamil (malnutrisi) dalam kandungan.

Bahaya Bayi Lahir Tidak Menangis 

Pada dasarnya, bayi lahir tidak menangis dikarenakan adanya gangguan pada sistem pernapasan seperti paru-paru, yang mengakibatkan terganggunya oksigen dalam tubuh bayi. Hal tersebut dapat memberikan efek atau dampak bagi perkembangan bayi di masa depan. Berikut ini beberapa bahaya yang mungkin terjadi pada bayi lahir tidak menangis, antara lain:

1. Bayi yang menelan air ketuban
Bayi yang menelan air ketuban mengakibatkan perut bayi menjadi kembung dan bayi tidak dapat menangis dengan keras. Segera berikan penanganan dan usahakan memberikan ASI pertama pada bayi, karena memberikan ASI eksklusif dapat menstimulasi kesehatan badan pad abayi yang baru lahir.

2. Gangguan Bicara
Bahaya bayi lahir tidak menangis selanjutnya, dapat menjadi tanda anak terlambat bicara. Periksa kondisi kesehatan fisik bayi, karena bayi dengan gangguan bicara akan lebih sulit mengeluarkan kata-kata termasuk menangis. Bayi dengan kondisi tersebut akan cenderung lebih pasif dan pendiam serta mengalami kesulitan berkomunikasi.

3. Menderita Edema Otak dan Pendarahan Otak
Penderita asfiksia dengan gangguan jantung yang telah larut menyebabkan terjadi renjatan neonatus, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak menurun. Hal ini menyebabkan hipoksia dan iskemik otak yang berakibat terjadinya edema otak, hal ini juga dapat menimbulkan perdarahan otak.

4. Mengalami Kejang
Bayi yang menderita asfiksia mengalami gangguan pertukaran gas dan transport O2 sehingga penderita kekurangan persediaan O2 dan kesulitan pengeluaran karbondiokasida. Hal ini dapat menyebabkan kejang pada anak tersebut karena perfusi jaringan tak efektif.

5. Anuria (produksi urin sedikit) atau Oliguria (Tidak bisa buang air kecil)
Pada kondisi normal, bayi baru lahir akan kencing pada 48 jam pertama setelah lahir, sengan produksi urin berkisar 1-3mk/kg BB/Jam. Bayi bisa dikatakan oliguria jika bayi baru lahir apabila produksi urin <0,5-1 ml/kg BB/jam. Sedangkan dikatakan sebagai anuria jika bayi baru lahir pada 24 jam pertama biasanya masih dianggap normal, oleh karena sering bayi telah kencing pada saat setelah lahir.

Bayi yang lahir tidak menangis harus segera mendapatkan pertolongan. Tindakan awal harus dilakukan dengan sempurna untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi dan mengatasi gejala lanjut yang mungkin terjadi. Hal ini penting karena bila bayi mengalami gangguan pernapasan, pasokan oksigen ke jaringan dan organ tubuh lainnya dapat terganggu. Tindakan yang cepat dan tepat dari petugas kesehatan berkontribusi besar dalam menentukan kondisi bayi.

Itulah penjelasan tentang  Penyebab Dan Bahaya pada Bayi Lahir Tidak Menangis . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.