Ginekomastia : Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Ginekomastia

Posted on

Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Ginekomastia – Ginekomastia adalah kondisi dimana jaringan payudara laki-laki membengkak disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Lebih tepatnya, ginekomastia adalah pembesaran payudara pada laki-laki.

Ginekomastia adalah pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria. Pembesaran ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dengan testosteron. Ginekomastia secara alami bisa terjadi pada usia remaja maupun dewasa. Tapi, ginekomastia juga bisa menjadi tanda suatu penyakit yang serius dan pria yang mengalaminya bisa merasa malu.

Tanda dan Gejala Ginekomastia

Gejala utama ginekomastia adalah payudara yang membesar pada pria. Payudara yang membesar ini umumnya terjadi pada kedua payudara, tapi bisa juga terjadi hanya di satu payudara. Payudara akan terasa kenyal atau kencang, dan bisa menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, tapi umumnya tidak muncul rasa sakit.

Baca Juga : Kanker Prostat

Penyebab Ginekomastia

Ginekomastia disebabkan karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan hormon testosteron. Estrogen adalah hormon yang mengatur karakter wanita, seperti pertumbuhan payudara. Sedangkan, testosteron adalah hormon yang mengatur karakter pria, seperti pertumbuhan otot dan rambut di tubuh. Akan tetapi, baik pria maupun wanita, tetap memproduksi kedua hormon tersebut. Dengan kata lain, wanita tetap menghasilkan hormon testosteron dan pria tetap menghasilkan hormon estrogen, namun dengan perbandingan yang berbeda. Ginekomastia terjadi saat hormon estrogen meningkat atau kadar testosteron menurun pada pria.

Pada keadaan alami, ginekomastia bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti:

Pasca kelahiran. Bayi laki-laki yang baru lahir masih dipengaruhi hormon estrogen yang didapatkan dari ibunya saat perkembangan di dalam rahim. Lebih dari setengah bayi laki-laki terlahir dengan payudara yang membesar, tapi akan kembali normal dalam 2-3 minggu setelah kelahiran.
Masa pubertas. Kadar hormon berubah selama masa pubertas (usia 12-14 tahun) dan membuat payudara membesar, namun umumnya akan kembali normal 6 bulan hingga 2 tahun setelah masa pubertas.
Masa dewasa. Pembesaran payudara kadang terjadi pada pria dalam rentang usia 50-80 tahun. Ginekomastia terjadi pada 1 dari 4 pria di rentang usia tersebut.

Selain itu, Ginekomastia juga bisa disebabkan karena sejumlah zat dan obat-obatan, diantaranya seperti:

  • Obat antiandrogen, seperti finasteride dan spironolactone.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk pembesaran prostat atau kanker prostat.
  • Obat darah tinggi golongan antagonis kalsium atau ACE inhibitor.
  • Obat antidepresan.
  • Obat penenang, seperti diazepam.
  • Obat penyakit jantung, seperti digoxin.
  • Antibiotik, seperti metronidazole.
  • Obat maag, seperti cimetidine dan omeprazole.
  • Obat infeksi jamur, seperti ketoconazole.
  • Obat mual, seperti metoclopramide.
  • Kemoterapi.
  • Suplemen penambah massa otot (steroid anabolik)
  • Produk perawatan tubuh yang mengandung tea tree oil atau lavender.
  • NAPZA.
  • Alkohol.

Baca Juga : Impotensi

Selain obat-obatan, ginekomastia juga bisa disebabkan karena penyakit yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti:

  • Hipertiroidisme.
  • Obesitas.
  • Sirosis.
  • Hipogonadisme. Kondisi yang menghambat produksi hormon testosteron seperti sindrom Klinefelter.
  • Tumor. Beberapa tumor seperti tumor testis, tumor kelenjar adrenal, dan kelenjar hipofisis (pituitary), bisa menganggu keseimbangan kadar estrogen dan testosteron.
  • Gagal ginjal. 50% pasien cuci darah terserang ginekomastia akibat perubahan hormon.
  • Malnutrisi. Saat seseorang kekurangan nutrisi, kadar testosteron akan menurun, namun kadar estrogen tetap konstan.

Cara Mendiagnosis Ginekomastia

Agar bisa mendiagnosis ginekomastia, dokter akan bertanya pada pasien tentang riwayat perjalanan gejala, riwayat penyakit terdahulu, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Setelah itu, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan fisik, terutama pada payudara.

Dokter akan melakukan tes darah dan mammogram untuk mencari kemungkinan penyebab kondisi tersebut. Apabila diperlukan, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemindaian dengan USG mammae (payudara), CT scan, atau MRI. Bila diperlukan, dokter juga menyarankan untuk dilakukan biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi dilakukan bila dicurigai kemungkinan penderita mengalami:

  • Kanker payudara. Penyakit ini sangat jarang dialami pria, tapi bisa saja terjadi. Pembesaran salah satu payudara atau adanya benjolan keras bisa menjadi tanda kanker payudara pada pria.
  • Radang payudara. Kondisi infeksi dan peradangan pada jaringan payudara, yang disebut mastitis.
  • Pseudogynecomastia. Kondisi ini mirip ginekomastia, tapi lebih disebabkan karena timbunan lemak pada payudara.

Pengobatan dan Pencegahan Ginekomastia

Ginekomastia yang terjadi secara alami bisa sembuh seiring waktu tanpa pengobatan. Akan tetapi, jika ginekomastia disebabkan oleh penyakit seperti hipogonadisme, malnutrisi, atau sirosis, maka kondisi penyakit ini harus mendapat penanganan medis. Apabila ginekomastia disebabkan karena konsumsi obat, dokter akan meminta pasien menghentikan pengobatan dan menggantinya dengan pengobatan lain.

Jika ginekomastia terjadi pada remaja, dokter akan melakukan evaluasi setiap 3-6 bulan untuk melihat apakah kondisi pasien membaik. Umumnya ginekomastia pada remaja akan hilang kurang dari 2 tahun. Pasien juga bisa dirujuk ke dokter spesialis endokrin, yaitu dokter yang khusus menangani masalah hormon.

Baca Juga : Fimosis

Apabila diperlukan, prosedur bedah bisa dilakukan. Bedah untuk ginekomastia berupa sedot lemak atau mastektomi. Sedot lemak merupakan bedah untuk membuang lemak payudara, sedangkan mastektomi membuang jaringan kelenjar payudara.

Cara mencegah ginekomastia bisa dilakukan dengan menghindari konsumsi alkohol, suplemen penambah massa otot (steroid), dan juga NAPZA, seperti heroin dan ganja. Konsultasikan pada dokter dan minta pilihan obat lain jika sedang menjalani pengobatan yang berisiko menyebabkan ginekomastia.

Demikian pembahasan tentang ginekomastia atau yang lebih dikenal dengan pembesaran payudara pada pria, semoga bermanfaat.