Neutropenia : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Neutropenia

Posted on

Penyakit Neutropenia – Neutropenia merupakan kondisi dimana kadar abnormal rendah dari jenis sel darah putih (neutrofil). Neutropenia adalah kondisi di mana jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun. Tanpa cukup neutrofil, maka tubuh sulit melawan bakteri dan bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis infeksi.

Pada orang dewasa, bisa dikatakan neutropenia jika jumlah neutrofil kurang dari 1.500 per mikroliter. Sedangkan pada anak-anak, batasan jumlah sel yang menunjukkan neutropenia bervariasi seiring bertambahnya usia.

Baca Juga : Agranulositosis

Neutropenia bisa disebabkan oleh penyakit yang merusak sumsum tulang, infeksi, atau obat-obatan tertentu. Gejala lain tidak ada selain peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Penanganan kondisi ini mencakup mengobati penyebab utama, serta pemberian obat yang meningkatkan kadar neutrofil. Menghindari orang yang sakit dan mempraktikkan hidup bersih dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Jenis Neutropenia

Ada 4 (empat) jenis neutropenia, diantaranya yaitu:

Neutropenia Bawaan Lahir

Neutropenia bawaan telah ada sejak lahir. Neutropenia bawaan yang parah disebut juga sindrom Kostmann. Hal ini menyebabkan jumlah neutrofil yang sangat rendah. Pada beberapa kasus, tidak ada neutrofil. Kondisi ini menyebabkan anak-anak dan bayi memiliki risiko infeksi serius.

Neutropenia Siklik

Neutropenia siklik telah muncul sejak lahir. Neutropenia siklik menyebabkan jumlah neutrofil bervariasi pada siklus 21 hari. Neutrofil menurun dari normal menjadi rendah. Periode neutropenia bisa berlangsung beberapa hari, lalu kadar neutrofil kembali normal pada sisa siklus. Siklus ini terus berulang.

Baca Juga : Hematochezia (BAB Berdarah)

Neutropenia Autoimun

Pada neutropenia autoimun, tubuh membentuk antibodi untuk melawan neutrofil. Antibodi ini mematikan neutrofil sehingga menyebabkan neutropenia. Neutropenia autoimun muncul di kemudian hari.

Neutropenia Idiopatik

Neutropenia idiopatik muncul pada usia berapa saja dan bisa menyerang siapa saja tapi penyebabnya belum diketahui.

Tanda dan Gejala Neutropenia

Neutropenia pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Pada beberapa kasus, pasien mengetahui mereka memiliki penyakit ini ketika mereka menjalani tes darah untuk alasan yang tidak terkait. Pasien dapat memiliki gejala lain mulai dari infeksi atau masalah yang menyebabkan neutropenia.

Infeksi dapat muncul sebagai komplikasi dari neutropenia. Biasanya infeksi ini paling sering muncul pada selaput lendir seperti pada bagian dalam mulut dan kulit. Infeksi tersebut bisa muncul sebagai:

  • Ulkus
  • Bisul (kumpulan nanah)
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Luka yang lama tidak sembuh
  • Demam (gejala umum infeksi)

Risiko infeksi yang serius secara umum meningkat sebagai:

  • Jumlah neutrofil menurun
  • Durasi neutropenia parah semakin panjang

Penyebab Neutropenia

Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan neutropenia, diantaranya yaitu:

  • Masalah pada produksi neutrofil pada tulang sumsum
  • Perusakan neutrofil di luar tulang sumsum
  • Infeksi
  • Kekurangan nutrisi

Penyebab berkurangnya produksi neutrofil diantaranya yaitu:

  • Terlahir dengan masalah pada tulang sumsum.
  • Leukemia dan kondisi lain yang memengaruhi tulang sumsum atau yang dapat menyebabkan gagal tulang sumsum.
  • Radiasi.
  • Kemoterapi.

Infeksi yang bisa menyebabkan neutropenia diantaranya yaitu:

Peningkatan kerusakan neutrofil bisa disebabkan oleh sistem imun tubuh yang menargetkan neutrofil untuk dirusak. Hal tersebut dapat disebabkan karena kondisi autoimun, seperti:

  • Penyakit Crohn
  • Rheumatoid arthritis
  • Lupus

Pada beberapa orang, neutropenia bisa disebabkan oleh beberapa obat, seperti:

  • Antibiotik
  • Obat tekanan darah
  • Obat psikiatrik
  • Obat epilepsi

Faktor Risiko Neutropenia

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko neutropenia, diantaranya yaitu:

  • Kanker.
  • Leukemia.
  • Sistem imun yang melemah.
  • Sedang menjalani kemoterapi dan terapi radiasi.
  • Pasien berusia 70 tahun keatas memiliki risiko lebih tinggi.

Cara Mendiagnosis Neutropenia

Agar dapat mendiagnosis neutropenia, dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya yaitu:

  • Pemeriksaan darah perifer lengkap (DPL), tujuannya untuk mengukur jumlah neutrofil.
  • Tes DPL yang berselang bisa membantu dokter melihat perubahan pada jumlah neutrofil 3 kali seminggu selama 6 minggu.
  • Tes darah antibodi, tujuannya untuk melihat adanya neutropenia autoimun.
  • Dokter bisa menggunakan aspirasi sumsum tulang untuk menguji sel sumsum tulang.
  • Biopsi sumsum tulang, tujuannya untuk menguji bagian tulang dari sumsum tulang.
  • Cytogenetic dan tes studi molekular, tujuannya untuk melihat struktur sel.

Baca Juga : Anemia

Pengobatan Neutropenia

Penanganan neutropenia dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan neutropenia. Pada kasus ringan tidak dibutuhkan perawatan. Pada banyak kasus, neutropenia dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pemulihan tulang sumsum sehingga bisa memproduksi sel darah putih yang cukup.

Berikut ini langkah-langkah untuk mengobati neutropenia, diantaranya yaitu:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri, jika penyebab utamanya merupakan infeksi
  • Perawatan granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF). Prosedur ini menstimulasi tulang sumsum untuk memproduksi sel darah putih. Prosedur ini digunakan untuk berbagai tipe neutropenia termasuk neutropenia bawaan. Terapi ini dapat menyelamatkan pada kasus ini.
  • Perubahan pengobatan, jika memungkinkan, apabila neutropenia disebabkan pengobatan
  • Transfusi sel darah putih granulocyte
  • Transplantasi stem cell dapat berguna dalam mengobati beberapa tipe neutropenia yang parah, termasuk yang disebabkan oleh masalah tulang sumsum.

Baca Juga : Penyakit Hematuria (Kencing Berdarah)

Pencegahan Neutropenia

Cara mencegah neutropenia dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, diantaranya yaitu:

  • Menjaga kesehatan mulut dan gigi.
  • Konsultasi dengan dokter sebelum pergi ke luar negeri.
  • Melakukan vaksinasi secara rutin.
  • Melakukan pengobatan untuk demam diatas 101.3°F (38.5°C).
  • Mencuci tangan dengan bersih.
  • Mengobati luka potong dan luka gores.
  • Menggunakan antibiotik dan antijamur sesuai petunjuk.
  • Mengetahui cara menghubungi dokter dan rumah sakit.

Baca Juga : Hifema

Demikian pembahasan tentang penyakit neutropenia mulai dari jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, cara mengobati dan mencegah neutropenia. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.