Mastalgia (Nyeri Payudara) : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Mastalgia

Posted on

Mastalgia (Payudara Nyeri) – Mastalgia merupakan rasa nyeri payudara. Mastalgia adalah rasa tegang, sensitif, atau nyeri yang menusuk dan sering terjadi pada satu atau kedua payudara dan umumnya bukan masalah yang serius.

Nyeri pada payudara dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit yang mendasari. Contohnya meliputi bra yang terlalu ketat, kehamilan, haid, menyusui, atau olahraga.

Baca Juga : Kanker Payudara

Saat menjelang haid hingga menstruasi, tubuh wanita mengalami perubahan hormon. Perubahan inilah yang diduga menimbulkan nyeri pada payudara nyeri menjelang haid. Selain berhubungan dengan haid, payudara nyeri juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, termasuk penyebab di luar payudara.

Rasa nyeri yang muncul bisa ringan dan bisa juga berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila rasa nyeri semakin memburuk, berlangsung selama beberapa minggu, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan ke dokter.

Jenis Mastalgia (Payudara Nyeri)

Masalgia atau nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu:

Mastalgia Siklik

Ini merupakan nyeri payudara yang berhubungan dengan menstruasi.

Mastalgia Non-Siklik

Ini merupakan nyeri payudara yang tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian).

Baca Juga : Abses Payudara

Tanda dan Gejala Mastalgia (Payudara Nyeri)

Payudara yang terasa nyeri dapat berhubungan dengan siklus haid maupun tidak. Selain itu, rasa nyeri di payudara juga bisa jadi bukan berasal dari payudara. Berikut ini gambaran gejala dari masing-masing mastalgia:

Mastalgia (payudara nyeri terkait dengan siklus haid)

Nyeri payudara yang terkait dengan haid sering dialami oleh wanita usia 20-30 tahun dan pada usia sekitar 40 tahunan menjelang menopause. Ciri ciri mastalgia atau nyeri payudara karena siklus haid diantaranya yaitu:

  • Nyeri payudara terasa tumpul dan nyeri diperparah ketika menggunakan bra atau baju yang ketat.
  • Nyeri terjadi pada masa subur atau 2 minggu menjelang haid, dan gejalanya baru berkurang ketika selesai menstruasi.
  • Biasanya nyeri terasa pada kedua payudara, terutama payudara di bagian atas sisi luar (dekat ketiak). Nyeri juga bisa menyebar hingga ke ketiak.
  • Nyeri disertai dengan payudara yang membengkak atau muncul benjolan di payudara.

Baca Juga : Jenis Buah yang Mampu Turunkan Risiko

Mastalgia (payudara nyeri yang tidak berkaitan dengan haid)

Umumnya, nyeri payudara ini dialami oleh wanita pasca menopause. Berikut ini gejala-gejalanya:

  • Payudara nyeri terasa seperti terbakar.
  • Payudara terasa kencang.
  • Nyeri berlangsung terus menerus atau hilang timbul.
  • Nyeri biasanya hanya terasa di satu bagian pada salah satu payudara, tetapi dapat menyebar ke seluruh payudara.

Gejala mastalgia yang bukan berasal dari payudara

Nyeri payudara ini biasanya akan disertai nyeri di tempat lain, misalnya di otot dada atau tulang rusuk, meskipun rasanya seperti berasal dari jaringan payudara.

Segera hubungi dokter jika gejala yang muncul seperti ini:

  • Nyeri payudara dialami setiap hari selama lebih dari dua minggu.
  • Nyeri hanya terjadi pada satu bagian di payudara.
  • Nyeri payudara makin memburuk seiring berjalannya waktu.
  • Nyeri payudara mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika nyeri payudara muncul setelah meminum obat-obatan, seperti pil KB, obat penyubur, obat antidepresan, atau terapi pengganti hormon.

Baca Juga : Tanaman Obat Mujarab Untuk Kanker Payudara

Penyebab dan Faktor Risiko Mastalgia (Payudara Nyeri)

Mastalgia yang berhubungan dengan haid diduga disebabkan oleh ketidakseimbangan homon yang diperparah oleh stres. Ada beberapa faktor lain yang dapat memicu payudara nyeri selain yang berhubungan dengan haid diantaranya:

  • Ukuran payudara yang besar.
  • Infeksi payudara, seperti mastitis atau abses payudara.
  • Kehamilan.
  • Kelainan pada payudara, seperti fibrokistik atau fibroadenoma.
  • Efek samping obat, misalnya obat penyubur, pil KB, antidepresan, atau antipsikotik.
  • Setelah operasi payudara.

Ada beberapa kelainan di luar payudara juga bisa menyebabkan nyeri menyebar ke payudara, diantaranya yaitu:

  • Cedera pada leher, pundak, dan punggung.
  • Arthritis pada tulang belakang.
  • Kostokondritis atau radang pada sambungan tulang dan tulang rawan pada iga atau rusuk.

Diagnosis Mastalgia (Payudara Nyeri)

Jika ada payudara nyeri, dokter akan memeriksa penderita untuk mencari penyebabnya, serta memastikan penyebab tersebut tidak berbahaya. Dokter akan memeriksa payudara dan kelenjar getah bening di leher atau ketiak penderita.

Baca Juga : Jenis Makanan Penyebab Kanker Payudara

Apabila dokter menemukan kelainan pada pemeriksaan fisik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan yang berupa:

  • Mammografi. Ini digunakan untuk memeriksa kelainan payudara, misalnya benjolan atau penebalan pada jaringan payudara, menggunakan foto Rontgen.
  • USG mammae (USG payudara). Biasanya dilakukan bersamaan atau sesudah mammografi, untuk memastikan nyeri payudara tidak disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti fibroadenoma atau fibrokistik payudara.
  • Biopsi payudara. Dokter akan mengambil sampel jaringan payudara untuk kemudian dianalisis di laboratorium.

Pencegahan Mastalgia (Payudara Nyeri)

Payudara nyeri menjelang menstruasi merupakan hal yang biasa terjadi. Untuk mencegahnya, hindari konsumsi kafein, alkohol dan juga makanan yang tinggi lemak dan garam, sejak 2 minggu sebelum haid.

Pilih makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti kacang tanah, bayam, jagung, wortel, pisang, alpukat, dan nasi merah. Beberapa vitamin dan mineral, khususnya vitamin E dan magnesium, bisa mencegah dan mengurangi nyeri payudara. Berolahraga secara rutin juga bisa mencegah gejala payudara nyeri.

Selain itu, diskusikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat yang bisa menyebabkan mastalgia, terutama obat-obat hormonal. Tanyakan pada dokter mengenai manfaat dan risiko yang bisa timbul dari obat tersebut.

Baca Juga : Cara Turunkan Risiko Kanker Payudara

Pengobatan Mastalgia (Payudara Nyeri)

Pada umumnya nyeri payudara bisa hilang sendiri tanpa pengobatan khusus dari dokter. Namun, penderita tetap perlu mewaspadai gejala mastalgia yang disebabkan oleh kondisi berbahaya. Cara menangani mastalgia (payudara nyeri) secara mandiri yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Mengompres payudara yang sakit dengan kompres hangat atau dingin.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Mengurangi konsumsi makanan berlemak. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter gizi.
  • Menggunakan bra yang nyaman, seperti sport bra.
  • Mengkonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Selain itu, buatlah catatan untuk mengetahui apakah rasa nyeri pada payudara berkaitan dengan siklus menstruasi atau tidak. Apabila nyeri payudara mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter akan menangani mastalgia berdasarkan umur, riwayat penyakit, dugaan penyebab, serta jenis pengobatan yang sudah dilakukan. Beberapa pengobatan yang dilakukan dokter untuk menangani payudara nyeri diantaranya yaitu:

Baca Juga : Cara Merawat Kanker Payudara Berbau Tidak Sedap

  • Gel pereda nyeri berisi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti diclofenac.
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi payudara.
  • Mengurangi dosis pil KB atau mengganti metode kontrasepsi.
  • Menyesuaikan dosis terapi pengganti hormon untuk menopause.
  • Mengkonsumsi obat yang memengaruhi hormon, seperti bromocriptine, danazol, atau tamoxifen.
  • Jika mastalgia disebabkan oleh abses atau benjolan payudara, seperti fibroadenoma dan fibrokistik, dokter akan mengatasinya dengan operasi.

Demikian artikel pembahasan tentang mastalgia (nyeri payudara) mulai dari jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, cara mencegah dan mengobati mastalgia (payudara nyeri), semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.