Limfadenopati : Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Limfadenopati

Posted on

Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Limfadenopati – Limfadenopati adalah kelenjar sistem imun yang umumnya membesar karena infeksi bakteri atau virus, namun beberapa kelenjar getah bening yang membengkak secara bersamaan dapat mengindikasikan adanya kanker.

Baca Juga : Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Limfadenopati merupakan pembesaran kelenjar getah bening (KGB) dengan ukuran lebih dari 1 sentimeter. Hal ini terjadi karena keterlibatan sistem retikuloendotelial, umumnya disebabkan oleh peningkatan limfosit dan makrofag sebagai respons terhadap antigen. Sebagian besar kejadian limfadenopati pada anak-anak disebabkan oleh penyakit yang jinak atau karena infeksi virus.

Limfadenopati adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening tersebar di banyak bagian tubuh dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang membantu tubuh melawan virus atau bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.

Baca Juga : Limfedema

Berikut ini tempat dimana kelenjar getah bening berada di bagian tubuh:

  • Ketiak
  • Dagu
  • Belakang telinga
  • Leher
  • Pangkal paha
  • Belakang kepala

Pada dasarnya kelenjar getah bening dapat bertambah besar. Akan tetapi, bertambahnya ukuran tersebut memiliki batas normal. Ukuran normal pada tiap orang berbeda, tergantung umur, lokasi kelenjar getah bening, dan sistem kekebalan tubuh orang itu sendiri.

Tanda dan Gejala Limfadenopati

Limfadenopati bisa menimbulkan gejala berupa pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening. Pembengkakan tersebut bisa diketahui dengan munculnya benjolan di bawah kulit, yang bisa terasa nyeri atau pun tidak.

Selain benjolan, penderita limfadenopati juga bisa merasakan gejala lain. Gejala lain yang muncul bisa berbeda tergantung penyebab, lokasi pembengkakan kelenjar getah bening dan kondisi pasien di antaranya yaitu:

Baca Juga : Limfadenitis

  • Ruam kulit
  • Lemas
  • Demam
  • Berkeringat ketika malam
  • Berat badan menurun

Segera temui dokter jika pembengkakan kelenjar getah bening yang dialami:

  • Muncul tanpa sebab yang jelas.
  • Terus bertambah besar dan telah berlangsung lebih dari 2 minggu.
  • Bertekstur keras dan tidak bergerak ketika digoyangkan.

Pada beberapa kasus, penderita limfadenopati tidak merasakan gejala. Meskipun akan lebih baik jika pasien melakukan pemeriksaan rutin.

Penyebab Limfadenopati

Limfadenopati dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, diantaranya yaitu:

Selain itu, limfadenopati juga dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak ada diatas. Segera temui dokter jika merasakan gejala limfadenopati.

Diagnosis Limfadenopati

Untuk dapat mendiagnosis kondisi, dokter awalnya akan melakukan pemeriksaan riwayat penyakit dan gejala yang muncul. Dokter akan melakukan sesi tanya jawab, memberikan pertanyaan ke pasien terkait kondisi yang diderita, seperti bagaimana dan sejak kapan pembengkakan kelenjar getah bening dialami. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan berupa pengamatan terhadap ukuran dan tekstur benjolan.

Setelah itu, prosedur medis juga dapat dijalani untuk memastikan kondisi pasien. Beberapa prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis limfadenopati meliputi:

Baca Juga : Penyakit Tiroiditis

  • Tes darah. Dokter akan menjalankan tes hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC) untuk melihat kemungkinan infeksi.
  • CT scan atau MRI. Kedua tes ini bisa dilakukan dengan disuntikkan zat pewarna kontras sebelumnya. Beri tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap zat tersebut. Pemindaian ini berfungsi untuk mendeteksi sumber infeksi dan juga tumor.
  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel dari kelenjar getah bening yang bermasalah dan akan diperiksa di bawah mikroskop.

Pencegahan Limfadenopati

Untuk mencegah kondisi ini, penting untuk melakukan pengaturan pola makan dan aktivitas rutin penting untuk memperkuat sistem imun sehingga mengurangi risiko penyakit infeksi yang menyebabkan limfadenopati dan pada remaja, skrining untuk penggunaan obat intravena dan aktivitas seksual.

Baca Juga : Penyakit Gondongan (Mumps)

Pengobatan Limfadenopati

Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab, lokasi pembengkakan kelenjar getah bening, dan kondisi pasien. Pada beberapa kasus, limfadenopati dapat pulih dengan sendirinya.

  • Infeksi. Pengobatan terhadap infeksi tergantung dari jenis infeksinya sendiri. Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab limfadenopati. Pengobatan limfadenopati yang disebabkan oleh adnya infeksi bakteri dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik.
  • Penyakit autoimun. Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, maka pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat imunosupresif, seperti kortikosteroid. Untuk rasa sakit yang dirasakan, dapat diberikan obat pereda rasa sakit, seperti ibuprofen atau naproxen.
  • Kanker. Pengobatan limfadenopati yang disebabkan oleh kanker dilakukan dengan mengatasi kanker itu sendiri. Tergantung jenis kanker dan kondisi pasien, metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker berupa operasi, radioterapi, atau kemoterapi.
    Konsultasikan dengan dokter terkait metode pengobatan yang tepat dalam mengatasi limfadenopati. Pengobatan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi dan menimbulkan komplikasi penyakit.

Baca Juga : Penyakit Lupus

Selain pengobatan di atas, pasien limfadenopati juga bisa melakukan upaya yang bisa dilakukan sendiri di rumah untuk meredakan gejala rasa nyeri yang muncul, seperti:

  • Kompres area yang bermasalah dengan air hangat.
  • Konsumsi obat pereda rasa sakit, yang dijual bebas seperti paracetamol. Konsultasikan penggunaan obat dengan dokter.
    Istirahat yang cukup.

Komplikasi Limfadenopati

Komplikasi yang bisa muncul akibat limfadenopati bisa berbeda, tergantung penyebab yang menyertainya. Jika kondisi ini disebabkan oleh infeksi, maka komplikasi yang bisa terjadi berupa abses dan sepsis.

Demikian pembahasan tentang penyakit limfadenopati mulai dari pengertian, gejala, penyebab, cara mengobati dan mencegah limfadenopati, semoga bermanfaat.