Leptospirosis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Leptospirosis

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Leptospirosis – Leptospirosis merupakan penyakit bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini.

Baca Juga : Penyakit Giardiasis

Leptospirosis dapat menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. Penyakit infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah yang terkena banjir.

Manusia bisa terkena leptospirosis melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan. Kondisi ini paling umum terjadi di iklim hangat.

Beberapa gejalanya yaitu demam tinggi, sakit kepala, perdarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah. Jika tidak ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, dan bahkan kematian. Antibiotik membersihkan infeksi.

Tanda dan Gejala Leptospirosis

Tidak semua orang yang terkena leptospirosis akan langsung menunjukkan gejala. Biasanya gejala baru muncul setelah pengidap melewati masa inkubasi sekitar 10 hari, dengan ciri ciri seperti:

Baca Juga : Penyakit Taeniasis

  • Demam tinggi hingga menggigil.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri otot khususnya di daerah betis.
  • Sakit tenggorokan disertai batuk kering.
  • Mata merah dan kulit menguning.
  • Mual hingga muntah dan disertai diare.

Penyebab Leptospirosis

Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira. Seseorang bisa terinfeksi bakteri ini apabila mata, mulut, hidung, ataupun luka terbuka pada kulit bersinggungan dengan:

  • Urine, darah, ataupun jaringan dari binatang yang membawa bakteri.
  • Air yang terkontaminasi oleh bakteri.
  • Tanah yang terkontaminasi oleh bakteri.
  • Seseorang juga dapat terkena leptospirosis jika tergigit binatang yang terinfeksi oleh penyakit tersebut.

Bakteri Leptospira dapat masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak, kulit yang lunak karena air, selaput lendir (lapisan lembap dan tipis dari banyak bagian tubuh, seperti hidung, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin) ataupun dengan menelan atau menghirup air yang terkontaminasi. Penularan dari orang ke orang tidaklah terjadi.

Baca Juga  : Penyakit Listeria

Faktor Risiko Leptospirosis

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leptospirosis, diantaranya yaitu:

  • Orang yang bekerja di luar ruangan atau dengan binatang: petani, dokter hewan, tukang daging, pekerja selokan, pekerja rumah potong hewan, dan lain-lain.
  • Orang yang berkemah.
  • Tentara.
  • Penambang.
  • Orang yang mandi di danau, sungai atau kanal air tawar.

Diagnosis Leptospirosis

Agar dapat mendiagnosis leptospirosis dilakukan melalui gejala, riwayat penyakit pengidap dan juga pemeriksaan fisik. Selain itu, beberapa tes penunjang juga bisa dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis leptospirosis dan mengetahui tingkat keparahan yang dialami pengidap. Tes penunjang tersebut, diantaranya yaitu:

  • Tes urine, Tujuannya untuk melihat keberadaan bakteri leptospira dalam urine.
  • Tes darah, Tujuannya untuk melihat adanya bakteri dalam aliran darah, dan antibodi dalam tubuh. Pemeriksaan antibodi dalam darah perlu diulang lagi dalam waktu 1 minggu untuk memastikan hasilnya, karena hasil positif bisa saja ditunjukkan dari infeksi lain yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga : Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

  • Pemeriksaan fungsi ginjal, Tujuannya untuk melihat kondisi ginjal dan infeksi bakteri ini pada ginjal.
  • Pemeriksaan fungsi hati.
  • Foto Rontgen paru, Tujuannya untuk melihat apakah infeksi sudah menyebar hingga ke organ paru-paru.

Pencegahan Leptospirosis

Agar terhindar dari leptospirosis, bersihkan sekeliling rumah sebelum banjir melanda. Jangan sampai ada ruang untuk tikus tinggal dan beranak karena tikus merupakan salah satu hewan yang menjadi media penyebaran kuman selain kucing, anjing, sapi, domba, dan babi. Selain itu, hal yang bisa dilakukan untuk mencegah leptospirosis diantaranya yaitu

  • Sebisa mungkin jauhkan diri dari air banjir ketika banjir terjadi. Terlebih jika ada bagian tubuh yang sedang terluka, kuman bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh.
  • Rajin mencuci tangan setiap setelah memegang hewan peliharaan.
  • Hindari juga kontak langsung dengan urine hewan.

Baca Juga : Penyakit Chikungunya

Pengobatan Leptospirosis

Leptospirosis bisa diobati dengan antibiotik untuk memusnahkan kuman yaitu antibiotik dari golongan penicillin, streptomycin, chloramphenicol, dan erythromycin.

Cara penanganan leptospirosis yang lain yaitudengan memberikan obat sesuai dengan gejala. Pemberian obat juga harus diberikan secepat mungkin. Apabila diobati selagi masih dini, tingkat kesembuhan pengidap umumnya akan lebih cepat. Jika telah terjadi komplikasi, maka pengidap perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap.

Demikian pembahasan tentang penyakit leptospirosis mulai dari pengertian, gejala, penyebab, cara mencegah dan mengobati leptospirosis. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.