Asma : Klasifikasi, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Asma

Posted on

Penyakit Asma – Asma adalah gangguan atau penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan. Peradangan tersebut membuat saluran pernapasan bengkak dan sensitif, akibatnya saluran pernapasan menyempit dan udara yang amengalir ke paru-paru berkurang. Gejala umum penyakit asma diantaranya seperti mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas. Penderita asma bisa berasal dari semua golongan usia, baik muda atau tua. Penyakit asma ini sering disebut dengan bengek.

Klasifikasi Jenis Asma

Terdapat 5 (lima) jenis asma, diantaranya yaitu:

  • Exercise-induced asthma, yaitu penyempitan saluran udara di paru-paru yang dipicu oleh olahraga berat.
  • Nighttime asthma atau asma nocturnal (malam hari), yaitu asma yang muncul saat malam saat tidur.
  • Occupational asthma, yaitu penyakit asma yang hanya menyerang mereka di lingkungan kerja atau mereka yang alergi terhadap bahan tertentu di tempat mereka bekerja.
  • Cough-variant asthma, yaitu tipe asma yang gejala utamanya adalah batuk kering dan tidak berdahak.
  • Asma alergi atau allergy-induced asthma, yaitu asma yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Tanda-Tanda dan Gejala Asma

Berikut ini ciri-ciri dan gejala asma diantaranya yaitu:

  • Batuk. Biasanya batuk asma sering lebih buruk pada malam hari atau pagi, sehingga sulit untuk tidur.
  • Mengi. Mengi yaitu suara siulan yang melengking yang muncul ketika bernapas.
  • Dada sesak. Kondisi dimana dada terasa ada sesuatu yang menekan dada.
  • Sesak napas. Penderita asma mengatakan mereka tidak bisa bernapas atau mereka merasa kehabisan napas.

Penyebab dan Faktor Pemicu Asma

Penyebab pasti penyakit asma belum diketahui. Namun biasanya asma ditandai dengan adanya episode berulang dari mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk. Para peneliti berpikir penyebab asma yaitu beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan, dimana faktor-faktor tersebut seperti:

  • Kecenderungan untuk mengembangkan alergi atau atopi (AT-o-pe)
  • Orangtua yang memiliki asma
  • Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak (ISPA)
  • Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus pada masa bayi atau pada anak-anak usia dini saat sistem kekebalan tubuh berkembang.

Pemicu asma bisa berupa:

  • Alergen seperti debu, bulu binatang, kecoa, jamur, dan serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga.
  • Iritan seperti asap rokok, polusi udara, bahan kimia atau debu di tempat kerja, senyawa dalam produk dekorasi rumah, dan semprotan.
  • Obat-obatan seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid lain dan nonselektif beta-blocker.
  • Sulfit dalam makanan dan minuman.
  • Infeksi virus pernapasan bagian atas, seperti pilek.
  • Aktivitas fisik, seperti olahraga.

Faktor Risiko Asma

Menurut WHO, asma merupakan penyakit umum di antara anak-anak. Walaupun sebenarnya asma bisa menyerang orang-orang dari segala usia, namun paling sering dimulai pada masa kanak-kanak, hal tersebut biasanya karena memiliki infeksi pernapasan, memiliki alergi, eksim serta keturunan dari orang tua.

Biasanya anak laki-laki lebih memiliki kecenderungan terkena asma dibandingkan anak perempuan. Namun pada orang dewasa, wanita lebih sering terkena penyakit ini dibanding pria. Tidak jelas bagaimana seks dan hormon seks berperan dalam menyebabkan asma.

Selain itu, terkena kontak dengan iritasi kimia tertentu atau debu industri di tempat kerja bisa meningkatkan risiko tinggi terkena asma.

Diagnosis dan Pengobatan Asma

Cara terbaik untuk mendiagnosis asma yaitu menggunakan tes fungsi paru-paru (tes spirometri ), tes alergi, Rontgen dada atau EKG (electrocardiogram), riwayat medis (termasuk jenis dan frekuensi gejala), dan pemeriksaan fisik.

Asma adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Namun, berbagai cara mulai dari penggunaan obat hingga perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan gejala asma dan mencegahnya kambuh. Ada dua jenis otab yang digunakan untuk mengobati asma yaitu obat kontrol jangka panjang dan obat pereda instan.

Obat kontrol jangka panjang, yaitu obat yang paling efektif mengurangi peradangan saluran napas, dan membantu mencegah gejala. Yang termasuk obat-obatan kontrol jangka panjang ini diantaranya kortikosteroid inhalasi, Cromolyn, Omalizumab (anti-IgE). Atau jika asma parah, maka bisa menggunakan pil kortikosteroid atau cair untuk jangka pendek agar asma tetap terkontrol.

Obat pereda instan, yaitu obat untuk membantu meringankan gejala asma yang mungkin kambuh. Obat-obatan tersebut diantaranya yaitu inhalasi short-acting beta2-agonis (Albuterol, pirbuterol, levalbuterol atau bitolterol), ipratropium (antikolinergik), prednisone, prednisolon (steroid oral).

Cara Mengontrol Asma

Mengambil peran aktif untuk mengontrol asma bisa dilakukan dengan cara:

  • Bekerja sama dengan dokter untuk mengobati kondisi lain yang bisa mengganggu perawatan asma
  • Menghindari hal-hal yang memperburuk kondisi asma (pemicu asma). Salah satu pemicu yang tidak perlu dihindari yaitu aktivitas fisik.
  • Bekerja sama dengan perawatan kesehatan lainnya untuk membuat dan mengikuti rencana tindakan asma
  • Pelajari cara menggunakan obat dengan benar
  • Mencatat gejala asma sebagai cara untuk melacak seberapa baik asma terkontrol
  • Melakukan vaksin flu setiap tahun

Demikianlah pembahasan tentangĀ  “Asma : Klasifikasi, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Asma“, semoga bermanfaat