Ketahui Kesehatan dan Kondisi Rongga Mulut Pengidap Diabetes

Posted on

Kesehatan dan Kondisi Rongga Mulut Pengidap Diabetes – Diabetes juga memiliki komplikasi pada rongga mulut. Tak selalu seperti yang kita kira selama ini, komplikasi diabetes hanya terjadi di mata, ginjal, dan jantung.

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut dari Difa Oral Health Center, drg Widya Apsari menguraikan lima hal yang harus kita tahu tentang diabetes dan kondisi rongga mulut dikutip dari situs resmi DOHC yang ditulis oleh dia sendiri pada Rabu (18/5/2016)

1. Risiko gigi berlubang pada pengidap diabetes (diabetesi) meningkat lantaran jumlah air ludah berkurang gara-gara rutin mengonsumsi obat diabetes.

2. Diabetesi juga rentan mengalami periodontis atau kerusakan jaringan penyangga gigi, yang membuat gigi tanggal secara spontan. Ya, karena diabetes meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada tulang, termasuk tulang rahang.

3. Penurunan ketahanan mukosa (kulit) di dalam rongga mulut, sehingga mudah terkena infeksi jamur dan bakteri pada rongga mulut.

4. Diabetesi mengalami kondisi luka yang sulit sembuh. Umum terjadi setelah melakukan pencabutan gigi.

5. Perubahan atau berkurangnya indera pengecapan pada lidah sehingga pasien diabetes cenderung menambahkan garam pada makanannya. Tak heran bila terjadi peningkatan risiko penyakit jantung.

Beliau juga menginformasikan, ada beberapa hal yang harus diingat. Lima kondisi ini dapat dijadikan sebagai petunjuk diagnosa penyakit diabetes melalui pemeriksaan rongga mulut oleh dokter gigi, sehingga dokter gigi dapat mengarahkan untuk memeriksakan kadar gula darah untuk diagnosa dini dari diabetes.

Manifestasi Diabetes Melitus pada Rongga Mulut

1. Xerostomia (Mulut Kering)
Diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan aliran saliva (air liur), sehingga mulut terasa kering. Saliva memiliki efek self-cleansing, di mana alirannya dapat berfungsi sebagai pembilas sisa-sisa makanan dan kotoran dari dalam mulut. Jadi bila aliran saliva menurun maka akan menyebabkan timbulnya rasa tak nyaman, lebih rentan untuk terjadinya ulserasi (luka), lubang gigi, dan bisa menjadi ladang subur bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang

2. Gingivitis dan Periodontitis
Periodontitis ialah radang pada jaringan pendukung gigi (gusi dan tulang). Selain merusak sel darah putih, komplikasi lain dari diabetes adalah menebalnya pembuluh darah sehingga memperlambat aliran nutrisi dan produk sisa dari tubuh.

3. Stomatitis Apthosa (Sariawan)
Meski sariawan biasa dialami oleh banyak orang, namun penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi parah jika dialami oleh penderita diabetes. Penderita Diabetes sangat rentan terkena infeksi jamur dalam mulut dan lidah yang kemudian menimbulkan penyakit sejenis sariawan.

4. Rasa mulut terbakar
Penderita diabetes biasanya mengeluh tentang terasa terbakar atau mati rasa pada mulutnya. Biasanya, penderita diabetes juga dapat mengalami mati rasa pada bagian wajah.

5. Oral thrush
Oral thrush atau oral candida adalah infeksi di dalam mulut yang disebabkan oleh jamur, sejumlah kecil jamur candida ada di dalam mulut. Pada penderita Diabetes Melites kronis dimana tubuh rentan terhadap infeksi sehingga sering menggunakan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan kuman di dalam mulut yang mengakibatkan jamur candida berkembang tidak terkontrol sehingga menyebabkant thrush.

6. Dental Caries (Karies Gigi)
Diabetes Mellitus bisa merupakan faktor predisposisi bagi kenaikan terjadinya dan jumlah dari karies. Karies gigi dapat terjadi karena interaksi dari 4 faktor yaitu gigi, substrat , kuman dan waktu.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan oleh penderita Diabetes Mellitus agar dapat menjaga atau mengupayakan supaya kesehatan rongga mulut tetap terjaga dengan baik :

  • Pertama dan yang terpenting adalah mengontrol kadar gula darah.
  • Kemudian rawat gigi dan gusi, serta ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin setiap enam bulan.
  • Untuk mengontrol sariawan dan infeksi jamur, serta hindari merokok.
  • Kontrol gula darah yang baik juga dapat membantu mencegah atau meringankan mulut kering yang disebabkan oleh diabetes.
  • Menggunakan dental floss paling tidak sekali sehari untuk mencegah plak muncul di gigi.
  • Menggunakan pembersih mulut anti bakteri untuk mengurangi jumlah bakteri penyebab sakit
    gigi pada mulut.
  • Menggosok gigi, terutama setelah makan. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut.
  • Perbaiki pola hidup, jauhkan dari penyebab stres.
  • Bila ada gigi yang tanggal harus segera ‘diganti’.
  • Jangan lupa informasikan mengenai kondisi diabetes bila berkunjung ke dokter gigi, terutama bila hendak mencabut gigi.
  • Kecuali sangat mendesak, sebaiknya hindari perawatan gigi bila kadar gula darah sedang tinggi. Turunkan dahulu kadar gula darah, baru kunjungi dokter gigi kembali.
  • Pemakaian alat-alat seperti gigi tiruan atau kawat orthodontik perlu mendapat perhatian khusus. Pemakai gigi tiruan harus melepas gigi tiruan sebelum tidur dan dibersihkan dengan seksama agar meminimalkan kemungkinan terjadinya infeksi jamur karena kebersihan yang tidak terjaga.

Terimakasih, semoga bermanfaat.