Kanker Usus Besar : Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Stadium, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Kanker Usus Besar

Posted on

Kanker Usus Besar – Kanker usus besar atau disebut juga kanker kolorektal adalah kanker usus besar atau dubur, berada di ujung saluran pencernaan bawah.

Kanker usus besar merupakan salah satu bentuk kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun. Banyak kanker usus besar yang diketahui berasal dari polip adenoma pada usus dan penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama. Perkembangan polip tersebut terkadang berkembang menjadi kanker. Terapi untuk kanker usus besar biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi. Sekitar 75-95% kasus kanker usus menyerang orang dengan risiko genetika tingkat rendah atau tidak sama sekali.

Baca Juga : Kanker Lambung (Kanker Perut)

Kanker usus besar adalah tumor ganas yang ada di usus besar. Gejala umum kanker usus besar adalah buang air besar berdarah. Penyakit ini sering berawal dari tumor jinak yang disebut dengan polip.

Sampai saat ini, penyebab kanker usus besar belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar ini diantaranya tidak suka makan serat, jarang olahraga dan merokok.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Kanker usus besar disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen pada jaringan usus besar. Namun, penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui secara pasti.

Walaupun penyebabnya tidak diketahui, ada beberapa gaya hidup yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker usus besar, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Kanker Ovarium

  • Pola makan kurang serat
  • Terlalu banyak mengkonsumsi daging merah dan lemak
  • Merokok
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Jarang berolahraga

Selain itu, ada juga beberapa kondisi atau penyakit yang juga membuat seseorang menderita kanker usus besar diantaranya yaitu:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker usus besar.
  • Menderita polip usus.
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit radang usus.
  • Pernah menjalani radioterapi di bagian perut.
  • Menderita kelainan genetik yang disebut familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch.

Tanda dan Gejala Kanker Usus Besar

Pada stadium awal, gejala kanker usus besar terkadang tidak terasa bahkan tidak muncul sama sekali. Meski begitu, ada beberapa gejala yang muncul pada kanker usus stadium awal, diantaranya yaitu:

  • Diare atau sembelit
  • Perut kembung
  • Kram atau sakit perut
  • Perubahan bentuk dan warna tinja
  • BAB berdarah

Apabila sudah memasuki stadium lanjut, penderita kanker usus besar bisa mengalami gejala berupa:

  • Kelelahan
  • Sering merasa BAB tidak tuntas
  • Perubahan pada bentuk tinja yang terjadi lebih dari sebulan
  • Penurunan berat badan drastis

Jika kanker usus besar sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, maka gejala yang muncul diantaranya yaitu:

Baca Juga : Kanker Pankreas

  • Sakit kuning (ikterus)
  • Pandangan kabur
  • Pembengkakan pada lengan dan tungkai
  • Sakit kepala
  • Patah tulang
  • Sesak napas

Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk dapat mendiagnosis kanker usus besar, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu penyakit yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar, serta menelusuri riwayat kesehatan keluarga pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pemeriksaan penunjang, diantaranya:

Endoskopi

Endoskopi dilakukan dokter gastroenterologi yaitu untuk melihat kondisi usus besar, menggunakan alat khusus berupa selang fleksibel dengan kamera pada ujungnya, yang dimasukkan melalui anus. Pemeriksaan dengan alat ini disebut kolonoskopi. Selain dengan selang fleksibel, ada juga endoskopi dengan media kapsul berkamera yang harus ditelan oleh pasien, untuk melihat keseluruhan saluran pencernaan.

Baca Juga : Kanker Paru-Paru

Biopsi usus

Biopsi adalah pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan usus untuk diperiksa di bawah mikroskop, guna melihat ada tidaknya sel ganas (kanker). Biopsi bisa dilakukan saat pemeriksaan kolonoskopi, atau saat operasi pada perut untuk mengangkat sebagian usus besar.

Untuk mengetahui sudah seberapa jauh penyebaran kanker dan untuk menilai fungsi organ lain serta keberhasilan pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa:

  • Foto Rontgen. Ini dilakukan untuk melihat kondisi usus besar dan agar hasilnya lebih jelas, pasien akan diminta untuk meminum larutan zat warna khusus (kontras) terlebih dulu.
  • CT scan. Ini dilakukan untuk melihat kondisi usus besar dan jaringan di sekitarnya secara lebih rinci.
  • Tes darah. Ini dilakukan agar bisa memberikan informasi mengenai fungsi berbagai organ sebelum dokter onkologi melakukan pengobatan, misalnya jumlah sel darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan yang dinamakan CEA untuk menilai respon terhadap pengobatan.

Skrining kanker usus besar

Skrining kanker usus besar dianjurkan pada pria dan wanita yang berusia 45 tahun ke atas. Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan diantaranya yaitu:

Baca Juga : Kanker Rahim

  • Pemeriksaan tinja, setiap 1 tahun.
  • Kolonoskopi, setiap 10 tahun.
  • CT scan perut, setiap 5 tahun.

Pemeriksaan ini bisa mendeteksi adanya darah di dalam tinja, atau polip di usus yang dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Diskusikan dengan dokter tentang manfaat dan risiko setiap pemeriksaan.

Stadium Kanker Usus Besar

Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker usus besar terbagi menjadi beberapa stadium, diantaranya:

Stadium 1
Pada stadium ini, kanker hanya tumbuh dalam usus besar.

Stadium 2
Pada stadium ini, kanker telah menembus dinding usus besar.

Stadium 3
Pada stadium ini, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar.

Baca Juga : Kanker Hati

Stadium 4
Ini merupakan stadium tingkat paling parah dari kanker usus besar, dimana kanker sudah menyebar jauh dan menyerang organ tubuh lainnya, seperti paru-paru atau hati.

Stadium kanker usus besar akan ditentukan setelah dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Penentuan stadium ini membantu dokter untuk merencanakan pengobatan yang tepat.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Kanker usus besar bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Cara yang bisa dilakukan untuk memperkecil risiko terkena penyakit kanker usus besar, diantaranya yaitu:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat, misalnya buah-buahan.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol.

Selain itu, agar kanker usus besar dapat di deteksi sedini mungkin, lakukan pemeriksaan melalui skrining. Metode pemeriksaan tersebut sangat dianjurkan, khususnya bagi orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar, serta orang berusia 50 tahun ke atas.

Baca Juga : Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Pengobatan Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar dilakukan sesuai stadium atau tingkat keparahan kanker. Beberapa jenis pengobatan untuk mengatasi kanker usus besar diantaranya yaitu:

Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker pada usus besar. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran kanker. Dalam operasi, bagian usus besar yang mengalami kanker serta sedikit jaringan sehat di sekitarnya akan dipotong dan diangkat. Setelah itu, pangkal usus besar akan disambungkan ke sisa usus besar yang menuju anus, atau langsung disambungkan ke lubang buatan pada dinding perut sebagai tempat keluarnya tinja. Lubang tersebut disebut stoma dan dibuat melalui operasi kolostomi. Selain memotong usus besar, operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang sudah digerogoti oleh kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian obat-obatan dalam beberapa siklus yang diatur oleh dokter onkologi. Beberapa contoh obat kanker usus besar adalah oxaliplatin dan irinotecan.

Radioterapi

Radioterapi ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi. Sinar ini bisa dipancarkan dari alat di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau dari alat yang dipasang dekat lokasi kanker (radioterapi internal).

Terapi obat bertarget

Terapi obat bertarget ini bekerja dengan membunuh sel-sel kanker secara spesifik. Terapi obat bertarget bisa diberikan tunggal atau dikombinasi dengan metode pengobatan lain. Beberapa obat yang digunakan, diantaranya yaitu:

  • Regorafenib
  • Cetuximab
  • Bevacizumab
  • Ramucirumab

Baca Juga : Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Secara umum, pasien yang menderita kanker usus besar dan terdiagnosis sejak stadium awal memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi dibandingkan pasien yang terdiagnosis pada stadium akhir.

Pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar masih memiliki risiko untuk menderita kanker kembali. Sehingga, untuk memastikan kanker usus besar tidak muncul kembali, dokter akan menjadwalkan kontrol pasien secara berkala.

Demikian artikel pembahasan tentang kanker usus besar mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, stadium, cara mengobati dan mencegah penyakit kanker usus besar, semoga bermanfaat.