Kanker Nasofaring, Gejala, Penyebab dan Deteksi Dini Kanker Nasofaring

Posted on

Kanker Nasofaring, Gejala, Penyebab dan Deteksi Dini Kanker Nasofaring – Kanker Nasofaring Adalah jenis penyakit kanker yang mungkin jarang sekali terdengar di telinga kita, namun di Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus kanker nasofaring terbanyak dunia.

Pria dewasa lebih rentan 2,5 kali lebih tinggi daripada perempuan, seiring bertambahnya usia, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan kerap terpapar asap.

Kanker nasofaring adalah penyakit kanker yang tumbuh di area nasofaring yang meliputi rongga belakang hidung atau belakang langit-langit mulut.

Kanker nasofaring itu paling banyak muncul pada ras mongoloid dan kasus tertinggi ada di Asia Tenggara. Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2012, Indonesia ada di posisi ketiga kanker nasofaring terbanyak dengan prevalensi 4-9 pasien per 100.000 orang.

Namun, menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan RS Kanker Dharmais, Cita Herawaty, penanganan medis kanker nasofaring baru mencapai 15 persen dari jumlah total penderita di Indonesia. Padahal, kanker itu menempati posisi keempat kanker terbanyak di Indonesia dengan prevalensi 4-9 penderita per 100.000 orang.

Setiap tahun diperkirakan ada sekitar 500 kasus baru kanker nasofaring. “Kami baru bisa mengambil data dari rumah sakit besar, belum ada studi menyeluruh di Indonesia,” kata Cita.

Asrul menjelaskan, kanker nasofaring banyak menyerang laki-laki, yakni pada usia muda, 5-26 tahun, dan pada usia lanjut, 65-79 tahun. Hormon testosteron pada pria menurunkan respons imun sehingga pria rentan infeksi virus Epstein-Bar, penyebab kanker nasofaring.

Virus Epstein-Bar meningkatkan antibodi genom virus di tumor. Virus itu banyak ditemukan di rongga mulut manusia dan jadi pemicu kanker nasofaring. Namun, kanker itu juga disebabkan, oleh paparan zat kimia, termasuk asap, dan konsumsi makanan mengandung zat pemicu kanker atau karsinogenik. Jenis kanker itu juga dipicu kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan.

Gejala Kanker Nasofaring

Berikut ini dalah beberapa gejala yang harus diwaspadai dari penyakit kanker nasofaring.

1. Epitaksis (mimisan)
Epitaksis atau mimisan adalah pendarahan yang keluar dari hidung, dalam hal ini dikatakan sebagai pendarahan kecil namun ini adalah gejala awal munculnya kanker nasofaring.

2. Benjolan di bagian Leher
Setiap benjolan yang muncul di bagian tubuh perlu diwaspadai, meskipun munculnya tanpa rasa sakit. Tapi perlu diperhatikan khusus jika benjolan muncul di daerah leher, karena benjolan yang muncul dileher bisa menjadi gejala awal munculnya penyakit kanker nasofaring. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang benjolan yang tiba-tiba muncul dileher sebaikanya anda periksakan lebih lanjut ke dokter.

3. Diplopi
Diplopi adalah penglihatan yang mengabur atau mengganda. Jika anda mengalami pengaburan penglihatan secara tiba-tuba tanpa penyebab awal, maka perlu di waspadai bahwa ini adlah gejala awal adanya kanker nasofaring.

4. Telinga berdenging sebelah
Jika telinga sebelah anda berdenging dalam frekuensi yang cukup sering dan anda mulai terganggu dengannya, anda perlu waspada akan gejala dini kanker nasofaring. Periksakan lebih dini penyebab munculnya kanker nasofaring.

5. Sakit tenggorokan
6. Kesulitan saat bernafas atau berbicara menjadi serak
7. Gangguan penderangan
8. Infeksi ditelinga dan sering terjadi
9. Sakit kepala yang amat sangat
10. Wajah mati rasa
11. Hidung tersumbat

Penyebab Kanker Nasofaring

Setelah mengetahui gejala munculnya kanker nasofaring, berikut ini adalah beberapa gejala yang biasa dialami pada penderita kanker nasofaring, antara lain:

1. Virus Epstein-Barr
Virus Epstein-Bar mampu menaikan resiko terkena kanker nasofaring, Virus Epstein-Bar berada dimana-mana bahkan virus ini berada di udara bebas sehingga mudah bagi seseorang untuk terserang virus ini. Namun virus ini belum tentu semua bisa menjadi kanker nasofaring, karena terdapat bebrapa faktor lainnya yang dapat menyebabkan kanker nasofaring.

2. Pola makan tidak sehat
Pola makan tidak sehat dapat menaikkan potensi tubuh terkena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, stroke, asam urat, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya. Kanker nasofaring ternyata juga muncul karena pola makan yang tidak sehat, terlalu sering mengkomsumsi ikan asin yang melalui proses fermentasi atau pengasapan juga menjadi faktor munculnya kanker nasofaring.

3. Faktor Genetik
Penderita kanker nasofaring paling banyak menyerang penderita yang memiliki gen atau ras Mongoloidlah. Gen tersebut mampu meningkatkan peluang seseorang mengalami kanker nasofaring.

4. Pola hidup tidak sehat
Dengan menjalani pola hidup tidak sehat seperti merokok, asap kendaraan, asap dupa atau menyan, asap limbah pabrik, paparan bahan kimia, gas, serbuk kayu, formaldehida serta peleburan besi tak akan dapat terhindarkan. Dalam jangka panjang hal tersbut bisa menjadi penyebab mucnulnya kanker nasofaring.

Deteksi dini Gejala Kanker Nasofaring

Sangat penting mendiagnosis kanker nasofaring sejak tahap awal agar prognosisnya baik. Perlu diwaspadai gejala seperti pilek berkepanjangan atau mimisan berulang. Gejala kanker nasofaring tak spesifik karena menyerupai pilek atau sinusitis.

Jika kanker sudah membesar, gejala lain akan timbul, misalnya bengkak di leher, pendengaran terganggu, sakit kepala, dan pandangan ganda. Sekitar 90 persen penyebab bengkak di leher adalah kanker nasofaring. Jika bengkak leher, segera periksakan ke dokter THT agar dibiopsi. Jangan langsung dibedah karena jika kanker diambil, penyebarannya akan lebih cepat.

Saat ini pengobatan kanker nasofaring berupa radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Jenis terapi tergantung stadium pasien hal itu diungkapkan dokter spesialis radiasi onkologi dari RS Dharmais Jakarta, Defrizal. Pada stadium awal, biasanya dengan terapi tunggal dan pada stadium lanjut melalui kombinasi kemoterapi dan radioterapi.

Jenis radioterapinya berbeda antara sinar luar dan sinar dalam. “Saat ini, teknologi sudah maju sehingga efektivitas terapi tumor tinggi dan efek samping minimal. Teknologi tiga dimensi memusatkan radiasi di sel kanker dan tak terkena jaringan sehat,” kata Defrizal. Angka kelangsungan hidup selama tiga tahun bisa 100 persen jika kanker nasofaring ditangani pada stadium awal.

Untuk mencegah kanker nasofaring, menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Dharmais, Hilman Tadjoedin, hal terpenting ialah menjalankan gaya hidup sehat. “Gaya hidup sehat efektif menurunkan risiko kanker,” ucapnya.

Menurut konsultan hematologi-onkologi medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Arry Harryanto Reksodiputro, kini penanganan kanker tak hanya fokus pada penyakit, tetapi juga mutu hidup penderita. Jadi, penanganan pasien dilakukan tim dari berbagai disiplin ilmu medis. “Pendekatan pengobatan berpusat pada pasien dan tepat guna,” ujarnya.

Terimakasih, Semoga bermanfaat..