Kanker Lambung : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Stadium, Cara Mencegah dan Menangani Kanker Lambung (Kanker Perut)

Posted on

Kanker Lambung – Kanker lambung adalah penyakit yang terjadi karena pertumbuhan sel lambung secara abnormal dan tak terkendali. Pertumbuhan sel abnormal ini terjadi karena sel mengalami perubahan genetik. Lebih singkatnya, kanker lambung atau kanker perut adalah kanker yang terjadi pada lambung.

Baca Juga : Kanker Pankreas

Kanker lambung jarang menimbulkan gejala spesifik pada stadium awal. Gejalanya bisa berupa perut kembung atau nyeri ulu hati, dan sering kali hanya dianggap sebagai keluhan sakit maag. Kondisi tersebut membuat kanker lambung sulit untuk didiagnosis secara dini dan umumnya baru terdiagnosis setelah masuk stadium akhir. Hal ini tentunya akan mempengaruhi peluang kesembuhan.

Tanda dan Gejala Kanker Lambung

Kanker lambung pada stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika muncul gejala, umumnya dianggap sebagai gejala sakit maag biasa. Berikut beberapa gejala yang bisa dirasakan penderita kanker lambung pada stadium awal, diantaranya yaitu:

  • Perut kembung dan sering bersendawa.
  • Nyeri ulu hati.
  • Naiknya asam lambung (heartburn).
  • Cepat kenyang saat makan.
  • Mual.
  • Muntah.

Kanker lambung stadium lanjut akan menimbulkan gejala yang lebih berat, umumnya penderita baru datang berobat ke dokter. Beberapa gejala kanker lambung pada stadium lanjut diantaranya:

  • Muntah darah.
  • BAB berwarna hitam atau BAB berdarah.
  • Kurang darah atau anemia.
  • Sakit kuning.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Penurunan berat badan.
  • Tubuh terasa lemas
  • Pembengkakan pada perut karena penumpukan cairan.

Baca Juga : Kanker Hati

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Lambung

Kanker lambung terjadi akibat adanya perubahan (mutasi) genetik pada sel lambung, yang menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel tersebut yang disebut sel kanker.

Penyebab terjadinya perubahan genetik pada sel lambung tersebut belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker lambung, diantaranya yaitu:

  • Merokok
  • Berusia 55 tahun ke atas
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker lambung
  • Pernah menjalani operasi pada lambung

Kanker lambung juga lebih berisiko terjadi pada orang yang pernah mengalami penyakit, seperti:

  • Infeksi bakteri pylori.
  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV).
  • Radang lambung kronis.
  • Anemia akibat kekurangan vitamin B12.
  • Polip di dalam lambung.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena HIV/AIDS atau penggunaan obat-obatan imunosupresif dalam jangka panjang.
  • Kanker jenis lainnya, seperti limfoma, kanker esofagus, kanker usus, kanker prostat, dan kanker serviks.

Selain faktor diatas, gaya hidup dan pola makan juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung. Gaya hidup yang dimaksud diantaranya seperti:

Baca Juga : Kanker Paru-Paru

  • Sering makan daging, terutama daging olahan.
  • Sering makan makanan olahan dan tinggi garam.
  • Sering minum alkohol.
  • Tidak menyimpan dan memasak makanan dengan benar.
  • Jarang makan sayur dan buah.
  • Jarang berolahraga.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

Tahapan Perkembangan Kanker Lambung

Berdasarkan tingkat keparahan serta penyebarannya, kanker lambung dibagi menjadi 4 stadium, diantaranya:

Kanker Lambung Stadium 1
Pada tahap ini, kanker berada pada lapisan dalam rongga lambung dan menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya.

Kanker Lambung Stadium 2
Pada tahap ini, kanker sudah menyerang ke lapisan otot lambung dan menyebar semakin banyak ke kelenjar getah bening.

Baca Juga : Kanker Ovarium

Kanker Lambung Stadium 3
Pada tahap ini, seluruh lapisan lambung sudah digerogoti kanker atau banyak pertumbuhan kanker kecil yang menyebar luas ke kelenjar getah bening.

Kanker Lambung Stadium 4
Penyebaran kanker lambung pada tahap ini sudah semakin parah dan mencapai organ tubuh lain.

Penentuan tingkat keparahan kanker lambung bisa dilakukan melalui -pemeriksaan yang dilakuan. Menentukan stadium akan membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang sesuai.

Diagnosis Kanker Lambung

Apabila terjadi muntah darah, dokter akan melakukan penanganan terlebih dahulu untuk menstabilkan kondisi penderita. Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan penderita, dan penyakit yang ada dalam keluarganya, khususnya penyakit kanker.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada perut pasien untuk melihat adanya pembengkakan dan nyeri saat perut ditekan. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi adanya BAB berdarah. Untuk memastikan apakah seseorang terkena kanker lambung, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan diantaranya seperti:

Baca Juga : Kanker Payudara

Gastroskopi atau teropong lambung, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan alat seperti selang yang dilengkapi kamera ke dalam lambung melalui mulut. Alat ini dapat membantu dokter untuk melihat kondisi lambung, sekaligus mengambil sampel jaringan lambung untuk diteliti di laboratorium.

Foto Rontgen. Ini dapat membantu dokter untuk melihat adanya kelainan pada lapisan lambung dan agar hasilnya lebih jelas maka penderita akan diminta meminum larutan khusus sebagai zat pewarna, sebelum pemeriksaan dilakukan.

Tes darah. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada infeksi Helicobacter pylori, serta untuk memeriksa fungsi organ tubuh lain, seperti hati dan ginjal.

Tes tinja. Dokter juga dapat mengambil sampel tinja pasien untuk memeriksa adanya darah dalam tinja.

USG perut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah kanker lambung telah menyerang organ pencernaan lainnya, khususnya hati.

CT scan. Tujuan dilakukan pemeriksaan ini yaitu untuk mengetahui perkembangan dan penyebaran kanker.

Baca Juga : Kanker Tulang

Bedah laparoskopi. Prosedur pemeriksaan ini dilakukan dengan alat seperti gastroskopi, tetapi dimasukkan melalui irisan kecil pada dinding perut. Bedah laparoskopi bertujuan untuk mengetahui penyebaran jaringan kanker lambung.

Pencegahan Kanker Lambung

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari kanker lambung, diantaranya yaitu:

  • Menghentikan atau menjauhi kebiasaan merokok.
  • Menerapkan pola makan sehat, misalnya mengkonsumsi makanan kaya serat, serta mengurangi makanan asin dan makanan olahan.
  • Menjaga berat badan ideal.

Karena gejala kanker lambung hampir sama dengan beberapa masalah lambung lainnya, maka umumnya penderita tidak menyadari hingga kanker lambung sudah berada pada stadium tinggi ketika terdiagnosis. Menurut penelitian, sebanyak 15% penderita kanker lambung masih dapat hidup setidaknya lima tahun ke depan setelah diagnosis dan sekitar 11% yang terdiagnosis masih bisa hidup setidaknya sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga : Kanker Otak

Pengobatan Kanker Lambung

Metode pengobatan kanker lambung dilakukan sesuai dengan stadium kanker serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Sedangkan peluang untuk sembuh dari kanker lambung, tergantung pada stadium kanker saat awal terdiagnosa, serta kondisi kesehatan dan usia pasien. Jenis pengobatan yang dapat dijalani penderita kanker lambung diantaranya yaitu operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi obat bertarget. Keempat jenis pengobatan tersebut juga sering kali dikombinasikan, agar sel kanker pada lambung bisa dihilangkan secara maksimal.

Operasi

Operasi lambung dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker dari lambung. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada stadium kanker pasien. Jika kanker masih stadium awal dan baru berkembang pada lapisan dalam lambung, operasi bisa dilakukan dengan bantuan gastroskopi.

Metode operasi lain yang bisa dipilih dokter untuk mengatasi kanker lambung adalah gastrektomi, yaitu prosedur operasi dimana dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh bagian lambung yang terkena kanker. Gastrektomi dilakukan apabila jaringan kanker sudah menyebar ke bagian lambung lainnya hingga ke jaringan sekitar lambung. Melalui gastrektomi, sebagian jaringan di sekitar lambung beserta kelenjar getah bening bisa ikut diangkat. Tindakan operasi, khususnya gastrektomi berisiko menimbulkan komplikasi berupa perdarahan, infeksi, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga : Kanker Lidah

Radioterapi

Radioterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker menggunakan sinar khusus. Sinar radiasi yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker bisa berasal dari alat yang dipasang di kulit dekat lambung pasien (radiasi internal) atau menggunakan alat khusus radiasi di rumah sakit (radiasi eksternal).

Radioterapi bisa dilakukan sebelum atau sesudah pengobatan kanker lainnya. Radioterapi yang dilakukan sebelum pasien menjalani operasi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker. Sedangkan radioterapi setelah operasi bertujuan untuk membasmi sel-sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.

Radioterapi harus dilakukan secara rutin dan jadwalnya akan diatur oleh dokter. Walaupun tidak sakit saat prosedur radioterapi dilakukan, setelahnya pasien bisa mengalami efek samping berupa diare, lelah, mual, muntah, dan gangguan pencernaan.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan jenis pengobatan untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat. Obat-obatan kemoterapi bisa berbentuk tablet, infus, atau kombinasi keduanya. Biasanya obat kemoterapi merupakan kombinasi 2 atau 3 jenis obat berikut ini:

Baca Juga : Kanker Mata

  • Epirubicin
  • Cisplatin
  • Capecitabine
  • Fluorouracil
  • Oxaliplatin
  • Irinotecan

Kemoterapi akan dikombinasikan dengan radioterapi atau operasi. Untuk kanker lambung stadium lanjut yang tidak bisa dioperasi, kemoterapi bisa membantu menghambat perkembangan kanker dan meredakan gejala yang dirasakan.

Kemoterapi bisa dilakukan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Efek samping kemoterapi diantaranya mual, muntah, diare, anemia, rambut rontok, dan penurunan berat badan. Biasanya efek samping tersebut akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir.

Terapi Obat Bertarget

Terapi obat bertarget memiliki dua fungsi yaitu menyerang sel yang mengalami mutasi genetik menjadi sel kanker atau merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membasmi sel-sel tersebut. Terapi obat bertarget bisa dikombinasikan dengan kemoterapi. Beberapa jenis obat yang digunakan pada terapi obat bertarget diantaranya:

Baca Juga : Kanker Paru-Paru

  • Imatinib
  • Regorafenib
  • Sunitinib
  • Trastuzumab
  • Ramucirumab

Pada kanker lambung stadium akhir, bisanya pengobatan biasanya hanya difokuskan untuk mengurangi gejala, agar pasien merasa lebih nyaman.

Demikian artikel pembahasan tentang kanker lambung mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, stadium, diagnosis, cara mencegah dan penanganan kanker lambung secara lengkap, semoga bermanfaat.