Kalazion : Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Kalazion

Posted on

Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Kalazion – Kalazion (Chalazion) adalah benjolan yang meradang dan tumbuh perlahan pada kelenjar air mata di kelopak mata. Kalazion paling umum terjadi pada orang dewasa usia 30-50 tahun yang juga menderita rosasea atau blefaritis.

Baca Juga : Hifema Mata

Kalazion adalah pembengkakan atau benjolan kecil yang muncul di kelopak mata akibat penyumbatan kelenjar meibom atau kelenjar minyak. Biasanya kalazion muncul di kelopak mata bagian atas, tapijuga dapat muncul di kelopak mata bagian bawah atau bahkan kedua mata. Benjolan biasanya berukuran kecil sekitar 2-8 milimeter. Kalazion bisa hilang tanpa penanganan khusus. Terkadang, jumlah benjolan yang tumbuh di kelopak mata bisa lebih dari satu, sehingga kelopak mata terlihat mengalami pembengkakan yang tidak merata. Kondisi ini disebut dengan kalazia.

Awalnya, kalazion dapat terasa seperti ada manik-manik menyakitkan kecil di kelopak mata. Selama beberapa hari, benjolan bisa terasa lebih besar, merah, elastis, dan tetap menyakitkan. Beberapa kalazion mungkin tidak membutuhka pengobatan. Kompres panas dapat membantu meredakan yang berukuran besar. Kalazion yang berlarut-larut dapat ditangani oleh dokter.

Baca Juga : Keratitis (Radang Kornea Mata)

Penyebab Kalazion

Pada permukaan bagian dalam kelopak mata ada kelenjar kecil yang disebut kelenjar meibom. Kelenjar tersebut memproduksi cairan yang kemudian bercampur dengan air mata dan berfungsi untuk melindungi dan melembapkan mata, sehingga bola mata tidak kering dan iritasi. Apabila kelenjar meibom mengalami penyumbatan, maka cairan akan menumpuk dan membentuk benjolan yang berisi cairan. Kondisi inilah yang menyebabkan kalazion.

Kalazion bisa dialami oleh semua orang dari segala usia, baik pria maupun wanita. tapi ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko kalazion, antara lain:

Baca Juga : Astigmatisme (Mata Silinder)

  • Kondisi kulit tertentu, seperti rosacea atau dermatitis seboroik.
  • Blefaritis, yaitu peradangan pada tepi kelopak mata.
  • Diabetes.
  • Pernah menderita kalazion sebelumnya.

Tanda dan Gejala Kalazion

Kalazion lebih sering terjadi di kalangan dewasa dibandingkan anak-anak. Biasanya, gejala yang mungkin muncul, diantaranya yaitu:

  • Benjolan kecil yang muncul di kelopak mata.
  • Kelopak mata membengkak.
  • Rasa mengganjal atau tidak nyaman.
  • Kulit di sekitar kelopak mata memerah.
  • Mata berair.
  • Nyeri atau iritasi ringan.
  • Benjolan yang cukup besar dapat menekan bola mata dan menyebabkan penglihatan kabur.

Baca Juga : Kanker Mata

Diagnosa Kalazion

Untuk dapat mendiagnosis kalazion, dokter akan bertanya tentang gejala yang dialami pasien, riwayat gangguan mata, dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Selanjutnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kondisi benjolan pada kelopak mata pasien dengan senter. Tidak ada pemeriksaan khusus dalam mendiagnosis kalazion.

Pengobatan Kalazion

Kalazion jarang memerlukan penanganan medis secara khusus. Sebagian besar penderita kalazion bisa sembuh tanpa perawatan dalam waktu 2-6 bulan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan kalazion, diantaranya:

  • Kompres air hangat. Gunakan kain flanel atau handuk kecil yang telah direndam air hangat, kemudian kompres dengan lembut ke kelopak mata selama 5-10 menit. Lakukan kompres secara rutin sebanyak 3-4 kali sehari. Rasa hangat dan sedikit tekanan ke benjolan dapat mengurangi rasa mengganjal pada kelopak mata dan melembapkan permukaan benjolan.

Baca Juga : Katarak

  • Pijatan lembut. Lakukan pijatan lembut pada benjolan setelah dikompres air hangat. Langkah ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan dari benjolan. Pastikan tangan sudah bersih sebelum melakukan pemijatan, atau gunakan cotton bud.
  • Bersihkan kelopak mata paling tidak 2 kali sehari untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati yang menyebabkan pembentukan cairan di dalam benjolan.

Apabila benjolan tidak hilang dengan penanganan tersebut, dokter mungkin akan menganjurkan operasi kecil. Prosedur operasi kalazion ini dilakukan di bawah anestesi, biasanya anestesi lokal. Setelah kelopak mata mati rasa, dokter mata akan membuat sayatan kecil di area permukaan benjolan untuk mengeluarkan cairan. Dokter akan memberikan resep obat tetes atau salep mata berisi antibiotik untuk digunakan selama masa penyembuhan pasca operasi.

Pencegahan Kalazion

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kalazion, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Episkleritis

  • Cucilah tangan sebelum menyentuh mata.
  • Pastikan segala sesuatu yang kontak langsung terhadap mata bersih dan steril, seperti lensa kontak dan kacamata.

Komplikasi Kalazion

Kalazion jarang menyebabkan komplikasi. Tapi, jika cairan dalam benjolan mengalami infeksi dan menyebar ke seluruh kelopak mata dan jaringan di sekitar mata, maka kondisi ini dapat menyebabkan selulitis orbita. Kondisi ini menyebabkan kelopak mata memerah dan sangat bengkak, sehingga pasien tidak dapat membuka mata, merasakan nyeri hebat, dan demam.

Demikian pembahasan tentang penyakit kalazion, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.