Diabetes Insipidus : Jenis, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Diabetes Insipidus

Posted on

Jenis, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Diabetes Insipidus – Diabetes Insipidus adalah gangguan garam dan metabolisme air ditandai dengan haus teramat sangat dan buang air kecil yang teramat sering, jika parah penderita bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Berbeda dengan diabetes melitus, diabetes insipidustidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh tidak dapat mengatur bagaimana menangani cairan. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan hormon dan tidak berhubungan dengan diabetes.

Selain rasa haus yang ekstrem dan buang air kecil berat, gejala lainnya yaitu bangun di malam hari untuk buang air kecil atau mengompol.

Tergantung bentuk gangguannya, penanganannya mungkin termasuk terapi hormon, diet rendah garam, atau minum lebih banyak air.

Jenis Diabetes Insipidus

Ada 2 (dua) jenis diabetes insipidus yaitu

Diabetes insipidus kranial, yaitu jenis diabetes insipidus yang paling umum terjadi. Jenis diabetes insipidus kranial ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki cukup hormon antidiuretik dari hipotalamus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan yang terjadi bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.

Diabetes insipidus nefrogenik, yaitu jenis diabetes insipidus yang muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik.

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus disebabkan karena gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ADH dihasilkan oleh hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon tersebut disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. Hormon antidiuretik membantu mempertahankan air dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Penyebab terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus

Gejala umum diabetes insipidus yaitu:

  • Selalu merasa haus.
  • Buang air melebihi biasanya.

Jika muncul tanda atau gejala tersebut maka segera periksakan ke dokter. Umumnya orang dewasa buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil buang air kecil hingga 10 kali dalam sehari. Hal tersebut dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pasti dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada kasus yang ringan, diabetes insipidus kranial mungkin tidak memerlukan pengobatan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, maka perlu mengkonsumsi air lebih banyak. Ada obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Apabila memang diperlukan, maka penderita bisa mengkonsumsi obat tersebut.

Pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya yaitu thiazide diuretik. Obat tersebut berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan organ ginjal.

Demikian artikel tentang “Diabetes Insipidus : Jenis, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Diabetes Insipidus“, semoga bermanfaat.