Hernia : Jenis, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Hernia (Turun Berok)

Posted on

Hernia (Turun Berok) – Hernia atau lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut.

Hernia berasal dari bahasa Latin “herniae”¬† yang berarti menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Jenis-Jenis Hernia

Adapun jenis-jenis hernia diantaranya yaitu:

Hernia inguinalis, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut mencuat ke selangkangan. Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Hernia femoralis, yaitu hernia yang terjadi ketika jaringan lemak atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Risiko wanita menderita jenis hernia ini lebih tinggi, terutama wanita hamil atau memiliki berat badan berlebih (obesitas).

Hernia umbilikus, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak mendorong dan mencuat di dinding perut, tepatnya di pusar. Jenis hernia ini biasanya dialami oleh bayi dan anak di bawah usia 6 bulan akibat lubang tali pusat tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir.

Hernia hiatus, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian lambung mencuat ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut). Jenis hernia ini umumnya terjadi pada lansia (>50 tahun). Jika seorang anak mengalami hernia hiatus, kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan bawaan.

Hernia insisional, yaitu hernia yang terjadi ketika usus atau jaringan mencuat melalui bekas luka operasi di bagian perut atau panggul.

Hernia epigastrik, yaitu hernia yang terjadi ketika jaringan lemak mencuat melalui dinding perut bagian atas, tepatnya dari uluhati hingga pusar.

Hernia spigelian, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak di sisi luar otot rektus abdominus, yaitu otot yang membentang dari tulang rusuk hingga tulang panggul dengan karakteristik tonjolan atau lebih dikenal dengan six pack. Hernia spigelian paling sering muncul di daerah sabuk spigelian, yaitu daerah pusar ke bawah.

Hernia diafragma, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian organ lambung mencuat masuk ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia jenis ini bisa dialami oleh bayi saat pembentukan diafragma kurang sempurna.

Hernia otot, yaitu hernia yang terjadi ketika sebagian otot mencuat melalui dinding perut. Jenis hernia ini bisa terjadi pada otot kaki akibat cedera saat berolahraga.

Penyebab dan Faktor Risiko Hernia

Hernia disebabkan oleh kombinasi antara kondisi otot yang tertarik dan melemah. Ada beberapa hal yang menyebabkan otot tubuh melemah, yaitu:

  • Usia.
  • Batuk kronis.
  • Bawaan lahir, terutama di pusar dan diafragma.
  • Cedera atau komplikasi dari operasi di bagian perut.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hernia, terutama ketika otot tubuh mulai melemah. Diantaranya yaitu:

  • Terlalu sering mengangkat beban berat.
  • Konstipasi yang menyebabkan penderitanya harus mengejan saat buang air besar.
  • Kehamilan yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam dinding perut.
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Bersin yang berlangsung lama.

Gejala Hernia

Gejala hernia bervariasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan. Hernia di perut atau selangkangan ditandai dengan munculnya benjolan atau tonjolan yang bisa hilang ketika berbaring. Akan tetapi, benjolan bisa muncul kembali ketika penderita tertawa, batuk atau mengejan. Gejala hernia lainnya diantaranya yaitu:

  • Nyeri di area benjolan, terutama saat mengangkat atau membawa benda berat.
  • Rasa berat dan tidak nyaman di perut, terutama saat membungkuk.
  • Konstipasi.
  • Ukuran benjolan semakin membesar seiring waktu.

Hernia hiatus ditandai dengan gejala nyeri dada, sulit menelan (disfagia) dan heartburn. Segera periksakan diri ke dokter, terutama jika mengalami gejala rasa nyeri hebat dan muncul secara tiba-tiba, muntah, sulit buang air besar dan juga benjolan mengeras, sakit ketika disentuh, dan sulit didorong masuk.

Pengobatan Hernia

Untuk mengambil tindakan operasi hernia, dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya yaitu:

  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
  • Gejala yang muncul dan dampaknya terhadap kehidupan pasien.
  • Jenis dan lokasi hernia.
  • Isi hernia.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan dokter, diantaranya:

1. Terapi obat. Bagi pasien hernia hiatus, dokter akan meresepkan obat untuk menurunkan asam lambung untuk meredakan gejala dan rasa tidak nyaman. Beberapa jenis obat yang mungkin diberikan diantaranya antasida, antagonis reseptor H-2, dan penghambat pompa proton (PPI).

2. Operasi. Tindakan operasi merupakan langkah utama yang dilakukan dokter dalam menangani hernia. Ada dua metode operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

Operasi terbuka, terdiri atas beberapa tindakan yang mungkin dilakukan dokter selama operasi turun berok. Diantaranya yaitu:

  • Herniotomi. Dokter akan membuat sayatan pada dinding perut, lalu mendorong hernia agar masuk kembali ke dalam rongga perut dan membuang kantung hernia.
  • Herniorafi. Hampir sama dengan herniotomi, tapi dokter akan menjahit area keluarnya hernia untuk memperkuat dinding perut.
  • Hernioplasti. Tindakan ini dilakukan saat lubang tempat keluarnya hernia cukup besar. Dokter akan menggunakan jaring sintetis (mesh) untuk menutup dan memperkuat lubang tersebut, sehingga hernia tidak kambuh kembali.

Laparoskopi (operasi lubang kunci), yaitu prosedur penanganan hernia yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dinding perut. Dokter bedah akan menggunakan laparoskop dan alat penunjang operasi lain dalam prosedur ini. Laparoskop yaitu alat berbentuk tabung tipis dan dilengkapi dengan kamera dan cahaya di bagian ujungnya.

Pencegahan Hernia

Cara mencegah hernia dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu:

  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal dengan berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.
  • Hindari mengangkat beban berlebih atau di luar kemampuan.
  • Konsultasi ke dokter jika mengalami batuk atau bersin yang berlangsung terus-menerus.

Demikian artikel pembahasan tentang “Hernia : Jenis, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Hernia (Turun Berok)“, semoga bermanfaat