Stroke : Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Terapi Stroke

Posted on

Penyakit Stroke – Stroke atau Strok merupakan kondisi rusaknya sebagian dari otak akibat pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor.

Stroke atau cerebrovascular accident (CVA) adalah kondisi hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan).

Jenis-Jenis Stroke

Terdapat 3 (tiga) jenis stroke diantaranya yaitu:

Stroke Iskemik
Stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi saat pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhambat bekuan darah. Bekuan darah tersebut sering disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penumpukan timbunan lemak di lapisan dalam pembuluh darah.

Stroke Hemorragik
Stroke hemorragik atau hemoragik adalah jenis stroke yang terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. Akibat pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain. Hampir 70% kasus stroke hemoragik menyerang penderita hipertensi.

Stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe intracerebral hemorrhage (ICH), subarachnoid hemorrhage (SAH), cerebral venous thrombosis, dan spinal cord stroke. Lebih lanjut, ICH terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction, dan punctate hemorrhage.

Stroke Ringan
Stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA) adalah kondisi dimana sistem saraf kekuarangan darah yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup.

Tanda dan Gejala Stroke

Gejala stroke cenderung terjadi secara tiba-tiba dan hanya selalu menyerang satu sisi bagian tubuh. Hal ini semakin memburuk dalam jangka waktu 24-72 jam. Gejala-gejala umum stroke diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Penglihatan yang buram dan menghitam
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah dengan berbicara dan pendengaran.

Jika gejala-gejala itu muncul segera konsultasikan ke dokter untuk diambil tindakan.

Penyebab Stroke

Adapun penyebab penyakit stroke diantaranya yaitu:

  • Pembuluh darah tersumbat bekuan darah (stroke iskemik)
  • Pembuluh darah dalam otak bocor atau pecah sehingga mengalir dalam otak atau permukaan otak (stroke hemoragik)
  • Pembuluh darah yang memasok darah ke otak terhambat oleh plak atau darah beku pada pembuluh darah arteri.

Faktor Risiko Terserang Stroke

Berikut ini faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena stroke, diantaranya:

  • Berat badan berlebihan atau obesitas
  • Tubuh yang tidak aktif bergerak
  • Sering dan banyak mengonsumsi alkohol
  • Pengguna obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin
  • Tekanan darah yang tinggi (lebih dari 120/80 mm Hg).
  • Perokok aktif maupun yang terpapar asap rokok
  • Kolesterol yang tinggi
  • Diabetes
  • Sleep apnea, yaitu angguan tidur dimana tingkat oksigen secara perlahan berkurang jumlahnya selama malam hari .
  • Penyakit jantung, termasuk gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung, atau ritme jantung yang tidak normal.
  • Memiliki catatan medis pribadi atau keluarga yang mengalami kondisi ini, serangan jantung, atau stroke ringan.
  • Berumur di atas 55 tahun.
  • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan. Perempuan biasanya terkena kondisi ini pada usia lanjut dan lebih rentan terhadap kematian akibat penyakit ini dibandingkan laki-laki. Selain itu, perempuan juga memiliki risiko dari penggunaan pil KB atau terapi hormon yang termasuk estrogen, juga dalam kondisi kehamilan dan melahirkan.

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk dapat mendiagnosis stroke, maka dokter akan melakukan serangkaian tindakan dan memberikan obat stroke berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan fisik.

Lebih lanjut, dilakukan CT scan atau MRI scan pada otak bisa untuk mengevaluasi bagian otak mana yang terkena gejala stroke juga untuk menentukan apakah kondisi yang dialami diakibatkan penggumpalan darah atau pecahnya pembuluh darah.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan aktivitas elektrik pada jantung (elektrokardiogram atau ECG) akan dilakukan untuk mengetahui detak jantung yang tidak beraturan (fibilasi atrium) yang bisa menyebabkan stroke dengan mempermudah penggumpalan darah di jantung dan menyebabkan kondisi ini terjadi.

Setelah mengalami stroke, biasanya penderita akan melakukan terapi. Terapi stroke ini merupakan salah satu cara untuk membantu mempelajari kembali keterampilan yang hilang ketika penyakit ini menyerang bagian otak.

Perawatan terapi ini dapat dilakukan tergantung pada bagian tubuh atau jenis kemampuan apa yang melemah karena kondisi ini terjadi, terapi fisik yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:

  • Latihan keterampilan motorik, yaitu latian untuk membantu meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot.
  • Terapi mobilitas, yaitu terapi belajar menggunakan alat bantu mobilitas, seperti alat bantu berjalan, tongkat, kursi roda atau penahan pergelangan kaki.
  • Terapi Constraint-induced, yaitu terapi yang dilakukan oleh anggota tubuh lain yang tidak terkena stroke.
  • Terapi Range-of-motion, yaitu terapi yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan otot (kelenturan) dan membantu mendapatkan kembali gerak tubuh yang lentur.
  • Terapi gangguan kognitif atau terapi okupatif dan terapi wicara, yaitu terapi yang dapat membantu mengembalikan kemampuan kognitif yang hilang, seperti memori, pemrosesan, pemecahan masalah, keterampilan sosial, penilaian, dan kesadaran diri. Terapi wicara bisa membantu penderita mendapatkan kembali kemampuan yang hilang dalam berbicara, mendengar, menulis, dan memahami perkataan lawan bicara.
  • Pengobatan psikologis, pengobatan ini dilakukan dengan konseling atau berpartisipasi dalam kelompok pendukung yang juga pernah mengalami stroke. Dokter mungkin menyarankan antidepresan atau obat yang memengaruhi kewaspadaan, rasa gelisah atau gerakan.
  • Terapi alternatif, seperti pijat, akupunktur, dan terapi oksigen.

Pengobatan stroke yang bisa dilakukan dirumah diantaranya yaitu dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat seperti:

  • Berhenti merokok
  • Minum obat-obatan yang diberikan dokter
  • Olahraga sesuai dengan petunjuk dokter
  • Makan makanan yang mengandung sedikit lemak dan kurangi meminum minuman beralkohol minimal sekali sehari, serta batasi konsumsi garam.
  • Kendalikan tekanan darah, tingkat kolesterol dan diabetes.

Demikian pembahasan tentang “Stroke : Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Terapi Stroke“, semoga bermanfaat.