Milia : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Milia

Posted on

Penyakit Milia – Milia adalah benjolan putih kecil yang biasa muncul pada wajah bayi. Milia berkembang saat serpihan kulit kecil terperangkap di kantong-kantong kecil dekat permukaan kulit. Walaupun milia bisa berkembang pada usia berapa pun, kondisi ini paling umum terjadi pada bayi yang baru lahir.

Benjolan putih kecil ini yang paling sering muncul di hidung, dagu, atau pipi bayi. Pada orang tua, kondisi ini juga terjadi terutama pada wajah, tapi bisa terjadi di bagian tubuh manapun. Biasanya, milia menghilang sendiri dalam beberapa minggu pada bayi baru lahir, namun bisa bertahan pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Milia biasanya tidak perlu diangkat.

Milia adalah sekelompok kista milium yang merupakan benjolan kecil putih yang muncul sebagai gerombolan pada kulit. Milia sering muncul di pipi, hidung, mata, dan kelopak mata.

Jenis-Jenis Milia

Ada 5 (lima) jenis milia, diantaranya yaitu:

  • Milia neonatal, yaitu jenis milia ini muncul pada bayi setelah lahir. Milia ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang. Ditambah lagi, kondisi ini terjadi pada sekitar 50% bayi di dunia sehingga dianggap wajar dan akan hilang sendiri. Milia jenis ini juga disebut butir Epstein.
  • Milia primer, yaitu jenis milia ini bisa muncul pada anak-anak maupun orang dewasa.
  • Milia sekunder, yaitu jenis milia yang sering muncul di dekat luka, misalnya luka bakar atau ruam juga muncul setelah mengoleskan krim jenis tertentu macam krim kulit corticosteroid.
  • Milia en plaque, yaitu jenis milia yang sangat langka, berkembang tumbuh berdempetan sehingga terlihat seperti ada permukaan kulit yang meninggi. Milia en plaque cenderung mempengaruhi terutama wanita paruh baya.
  • Multiple eruptive milia, yaitu jenis milia yang hilang setelah periode berminggu-minggu atau berbulan-bulan ini, juga tergolong sangat langka.

Tanda dan Gejala Milia

Gejala umum milia tidak serius karena akan hilang sendiri setelah beberapa waktu.

  • Benjolan putih seperti mutiara pada kulit bayi.
  • Benjolan yang muncul di sepanjang pipi, hidung, dan dagu.
  • Benjolan putih seperti mutiara pada gusi atau langit-langit mulut.

Penyebab Milia

Milia disebabkan oleh kelenjar keringat yang kurang berkembang pada anak-anak. Pada orang dewasa, milia saat sel kulit mati terperangkap di bawah kulit. Kerusakan kulit ini mungkin juga mengakibatkan milia, diantaranya yaitu:

  • Luka lecet karena kondisi kulit.
  • Luka bakar.
  • Kulit melepuh misalnya karena poison ivy.
  • Prosedur pelapisan kulit, misalnya dermabrasi atau pelapisan dengan laser.
  • Penggunaan krim steroid jangka panjang.
  • Kerusakan karena sinar matahari jangka panjang.

Faktor Risiko Milia

Berikut ini cara meningkatkan risiko terkena milia diantaranya yaitu:

  • Tidak menjaga kebersihan kulit.
  • Mengenakan pakaian kasar.
  • Sering terpapar sinar matahari.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Milia

Untuk dapat mendiagnosis milia, dokter bisa hanya dengan melihat kulit atau melakukan biopsi kulit. Milia biasanya akan hilang setelah beberapa bulan kehidupan bayi.

Jenis milia langka bernama milia en plaque kadang diresepkan krim tertentu seperti isotretinoin atau tretinoin. Atau bisa juga, Minocycline sebagai agen anti infeksi. Jika kista tidak enak dipandang maka bisa diangkat. Milium tidak akan mudah di pencet tanpa meninggalkan luka kecil pada kulit untuk melepaskan tekanan. Prosedur umum yang dianggap aman karena tidak perlu pembiusan. Prosedur harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, jangan coba sendiri karena mungkin mengakibatkan infeksi dan jaringan parut. Beberapa perawatan klinis lain yang mungkin bisa dicoba, diantaranya yaitu cryotherapy, perawatan laser, dermabrasi serta pengelupasan kimiawi.

Pengobatan milia yang bisa dilakukan di rumah diantaranya yaitu:

  • Mencuci muka setidaknya dua kali sehari.
  • Menghindari alat rias berminyak.
  • Mengoleskan krim tabir surya saat berada di luar rumah.
  • Jangan memencet atau menggosok kista.

Demikian artikel tentang “Milia : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Milia“, semoga bermanfaat.