Abses Payudara : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Abses Payudara

Posted on

Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Abses Payudara – Abses payudara adalah peradangan (bengkak, merah) dan munculnya nanah pada payudara yang disebabkan oleh bakteri.

Abses payudara adalah benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa nyeri. Kebanyakan abses muncul persis di bawah lapisan kulit. Pada kasus yang jarang, abses payudara dapat menjadi tanda dari kanker payudara. Seringkali abses payudara juga bisa muncul sebagai komplikasi dari mastitis.

Abses payudara umumnya dialami oleh wanita berusia 18-50 tahun, khususnya oleh ibu yang sedang dalam masa menyusui. Ibu menyusui yang menderita abses payudara disarankan untuk terus menyusui bayinya. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan pompa ASI untuk mengeluarkan ASI dari payudara yang terkena abses payudara tersebut.

Jenis Abses Payudara

Ada dua jenis abses payudara yaitu:

  • Abses menyusui (laktasi). Terbentuk pada bagian pinggir payudara, biasanya di bagian atas.
  • Abses non-menyusui (non-laktasi). Biasanya akan muncul di sekitar areola (bagian berwarna gelap di sekitar puting susu) atau bagian bawah payudara.

Tanda dan Gejala Abses Payudara

Tanda atau ciri ciri benjolan abses payudara dapat dikenali dengan pola tepuan yang teratur dan memiliki tekstur halis dan terasa padat mirip dengan kista.

Gejala abses payudara, diantaranya yaitu:

  • Nyeri.
  • Demam tinggi.
  • Kemerahan.
  • Badan terasa tidak sehat.
  • Benjolan terasa panas.
  • Kulit di sekitar abses ikut membengkak.

Penyebab dan Faktor Risiko Abses Payudara

Abses payudara biasanya akan dihubungkan dengan mastitis, yaitu suatu peradangan pada payudara yang umumnya dijumpai pada ibu menyusui. Mastitis dapat menyebabkan payudara membengkak dan terasa nyeri. Bakteri yang dapat menyebabkan mastitis adalah Staphylococcus aureus, bakteri tersebut masuk ke dalam payudara melalui luka kecil atau celah pada puting. Infeksi bisa terjadi ketika bakteri berkembangbiak secara tidak terkontrol.

Sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan sel-sel darah putih pada bagian tubuh yang terinfeksi untuk menyerang bakteri. Serangan sel darah putih ini juga dapat mengakibatkan jaringan tubuh pada bagian yang terinfeksi bakteri ikut mati, sehingga muncul kantung berongga kecil. Nanah yang muncul merupakan campuran dari jaringan tubuh yang mati, sel-sel darah putih, dan bakteri. Apabila infeksi terus berlangsung, maka benjolan abses bisa semakin membesar dan terasa semakin nyeri.

Ada beberapa faktor yang bisa memperbesar risiko wanita terkena abses payudara diantaranya:

  • Merokok.
  • Pernah terkena mastitis.
  • Pengidap diabetes.
  • Terinfeksi virus HIV.
  • Melakukan penindikan pada puting susu.
    Sedang menjalani pengobatan yang menekan daya tahan tubuh.

Pengobatan Abses Payudara

Sebagian besar kasus abses payudara disebabkan karena mastitis, yaitu peradangan pada payudara. Untuk mengobati mastitis tersebut maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Jika peradangan tersebut sudah menjadi abses, selain pengobatan dengan antibiotik, cairan nanah juga akan dikeluarkan dengan menusukkan jarum suntik pada benjolan dipandu oleh USG, atau dengan membuat sayatan untuk mengeluarkan nanah dari dalam abses (insisi dan drainase).

Demikian artikel tentang “Abses Payudara : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Abses Payudara“, semoga bermanfaat.