Lumpuh Otak (Cerebral Palsy) : Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Posted on

Lumpuh Otak (Cerebral Palsy) – Lumpuh otak (cerebral palsy, spastic paralysis, spastic hemiplegia, spastic diplegia, spastic quadriplegia, CP) adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir. Atau lebih singkatnya, penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh.

Jenis-Jenis Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Secara umum lumpuh otak dikelompokkan dalam empat jenis yaitu:

Spastik (tipe kaku-kaku). Ini dialami saat penderita terlalu lemah atau terlalu kaku. Jenis lumpuh otak ini paling sering muncul. Sekitar 65 persen penderita lumpuh otak masuk dalam tipe ini.
Atetoid. Ini terjadi dimana penderita yang tidak bisa mengontrol gerak ototnya, biasanya mereka punya gerakan atau posisi tubuh yang tidak biasa.
Kombinasi adalah campuran spastic dan athetoid.
Hipotonis. Ini terjadi pada anak-anak dengan otot-otot yang sangat lemah sehingga seluruh tubuh selalu terkulai. Biasanya berkembang menjadi spastic atau athetoid.

Tanda dan Gejala Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Adapun gejala lumpuh otak diantaranya yaitu:

  • Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.
  • Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak (motorik), seperti merangkak atau duduk.
  • Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda.
  • Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar.
  • Otot kaku atau malah sangat lunglai.
  • Tremor.
  • Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis).
  • Kurang merespon terhadap sentuhan atau rasa nyeri.
  • Masih mengompol meski usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine).
  • Gangguan kecerdasan.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Gangguan berbicara (disartria).
  • Kesulitan dalam menelan (disfagia).
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler.
  • Kejang.

Keluhan yang terjadi ini dapat bersifat permanen dan menimbulkan kecacatan.

Penyebab Lumpuh Otak (Cerebal Palsy)

Cerebral palsy atau kelumpuhan otak disebabkan oleh gangguan perkembangan otak pada anak. Kondisi tersebut umumnya berlangsung pada masa kehamilan, tapi juga bisa terjadi saat proses persalinan, atau beberapa tahun pertama setelah anak lahir. Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan perkembangan tersebut, namun kondisi ini diduga dipicu oleh beberapa faktor seperti:

  • Perubahan pada gen, yang memiliki peran dalam perkembangan otak.
  • Infeksi saat hamil yang menular pada janin. Contohnya cacar air, rubella, sifilis, infeksi toksoplasma, dan
  • infeksi cytomegalovirus.
  • Terganggunya suplai darah ke otak janin (stroke janin).
  • Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi.
  • Bayi kembar dua atau lebih. Risiko terjadinya cerebral palsy akan meningkat pada salah satu bayi yang
  • selamat, apabila bayi yang lain meninggal saat lahir.
  • Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram.
  • Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan.
  • Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki terlebih dulu keluar.
  • Radang pada otak atau selaput otak bayi.
  • Penyakit kuning yang meracuni otak (kernikterus).
  • Cedera parah di kepala, misalnya akibat terjatuh atau kecelakaan.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Untuk dapat mendiagnosis lumpuh otak, menanyakan gejala dan melakukan beberapa tes seperti Elektroensefalografi (EEG), Uji Pencitraan, MRI, CT scan, dan USG.

Untuk mengobati atai penannganan yang biasanya diberikan pada penderita lumpuh otak diantaranya obat-obatan untuk mengatasi nyeri dan melemaskan otot; terapi (seperti fisioterapi, terapi okupasi, terapi bicara; dan operasi (seperti bedah ortopedi, Selective dorsal rhizotomy (SDR)).

Demikian pembahasan tentang ” Lumpuh Otak (Cerebral Palsy) : Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)“, semoga bermanfaat