Hidrosefalus : Jenis, Gejala, Penyebab, Cara Mengobati Hidrosefalus (Hydrocephalus)

Posted on

Hidrosefalus (Hydrocephalus) – Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Secara harfiah arti dari penyakit ini adalah “air di dalam otak.”

Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan menggenangi otak dan tulang belakang. Apabila tekanan cairan serebrospinal terlalu banyak, maka jaringan otak akan rusak dan menyebabkan gangguan dalam fungsi otak.

Fungsi cairan serebrospinal yaitu menjaga otak yang volumenya berat agar terapung di dalam tengkorak, merupakan bantalan otak untuk mencegah cedera, membuang limbah metabolisme di dalam otak, dan mempertahankan tekanan yang tetap dalam otak, tepatnya antara rongga otak dan tulang belakang untuk mengkompensasi perubahan tekanan darah di dalam otak

Hidrosefalus merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan tersebut menyebabkan cairan bertambah banyak yang kemudian akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Hidrosefalus dapat diderita oleh segala usia, akan tetapi penyakit ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia.

Jenis dan Gejala Hidrosefalus

Berdasarkan gejalanya, penyakit hidrosefalus dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

Hidrosefalus Kongenital

Hidrosefalus kongenital atau bawaan ini adalah kondisi hidrosefalus yang terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun atau fontanel mereka akan tampak menggelembung dan menegang. Karena kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat jelas. Bayi dengan hidrosefalus, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang. Gejala-gejala hidrosefalus bawaan lainnya adalah mudah mengantuk, mual, rewel, dan susah makan.

Hidrosefalus Yang Didapat atau Acquired

Hidrosefalus yang didapat atau acquired adalah kondisi hidrosefalus yang bisa diderita oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain penderita akan mengalami mual dan nyeri leher, gejala lain yang muncul yaitu nyeri kepala. Biasanya nyeri kepala ini sangat terasa di pagi hari, setelah bangun tidur. Gejala lain hidrosefalus tipe ini yaitu mengantuk, penglihatan buram, bingung, sulit menahan kemih atau menahan buang air besar serta sulit berjalan. Apabila tidak segera diobati, maka kondisi ini dapat menyebabkan koma bahkan kematian.

Hidrosefalus Tekanan Normal

Hidrosefalus tekanan normal adalah kondisi hidrosefalus yang umumnya dialami oleh lansia (di atas 60 tahun). Penderita hidrosefalus ini akan kesulitan menggerakkan kaki, sehingga beberapa dari mereka terpaksa menyeret kaki agar bisa berjalan. Gejala lain hidrosefalus ini diantaranya yaitu kacaunya kendali kemih yang ditandai dengan sulit menahan buang air kecil atau sering merasa ingin buang air kecil. Selain fisik, hidrosefalus tekanan normal juga berdampak pada kemampuan berpikir penderita, mereka akan sulit mencerna informasi dan lambat dalam menanggapi situasi atau pertanyaan.

Jika gejala-gejala hidrosefalus tersebut muncul, maka segera periksakan ke dokter.

Penyebab Hidrosefalus

Penyebab umum penyakit hidrosefalus diantaranya yaitu:

  • Buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak.
  • Terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf.
  • Infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak janin.
  • Perdarahan di dalam otak.
  • Otak ikut memproduksi kelebihan cairan tersebut.
  • Tumor otak.

Penyebab hidrosefalus pada bayi dan balita, diantaranya yaitu:

  • Infeksi sistem saraf pusat seperti meningitis, terutama pada bayi.
  • Pendarahan di otak selama atau segera setelah melahirkan, terutama pada bayi yang lahir secara prematur.
  • Cedera yang terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan.
  • Trauma kepala
  • Tumor sistem saraf pusat.

Penyebab hidrosefalus pada orang dewasa diantaranya yaitu:

  • Infeksi yang berhubungan dengan otak seperti meningitis.
  • Cedera kepala.
  • Pendarahan dari pembuluh darah di otak.
  • Pernah menjalani operasi otak.
  • Cedera parah di kepala.
  • Penyakit stroke.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus hidrosefalus juga bisa menimpa bayi yang belum dilahirkan. Penyebabnya yaitu:

  • Cacat bawaan di mana tulang belakang tidak menutup.
  • Kelainan genetik.
  • Adanya infeksi tertentu yang terjadi selama kehamilan, misalnya virus rubella.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Hidrosefalus

Untuk dapat mendiagnosis hidrosefalus, maka dokter ahli saraf akan melakukan pemeriksaan kondisi fisik, pemeriksaan koordinasi dan keseimbangan, pemeriksaan sensorik (kemampuan melihat, mendengar, atau meraba), dan pemeriksaan kondisi otot (tonus, kekuatan, dan refleks). Selain itu, bisa juga dengan melakukan pemindaian otak seperti CT Scan, MRI scan dan USG.

Cara mengobati hidrosefalus yang utama yaitu melalui operasi, tujuannya yaitu untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak.

Jenis operasi hidrosefalus yang sering dilakukan diantaranya yaitu:

Operasi pemasangan shunt, yaitu alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah. Shunt dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk mengendalikan aliran cairan sehingga serebrospinal dalam otak tidak surut terlalu cepat.

Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV), yaitu operasi membuang cairan serebrospinal dengan cara menciptakan lubang penyerapan baru di permukaan otak. Prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus yang dipicu oleh penyumbatan ventrikel otak.

Demikian pembahasan tentang “Hidrosefalus : Jenis, Gejala, Penyebab, Cara Mengobati Hidrosefalus (Hydrocephalus)“, semoga bermanfaat