Impetigo : Jenis, Gejala Fektor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Impetigo

Posted on

Penyakit Impetigo – Impetigo merupakan suatu infeksi kulit yang sangat menular yang menyebabkan luka merah pada wajah. Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula). Setelah pecah, lepuhan tersebut bisa mengeluarkan cairan lalu menjadi kerak kuning dan coklat.

Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, namun paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Pada dewasa, impetigo bisa terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo bisa juga terjadi setelah suatu infeksi saluran pernapasan atas, misalnya flu atau infeksi virus lainnya.

Jenis-Jenis Impetigo

Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi 2 (dua) yaitu:

  • Impetigo bulosa, yaitu jenis impetigo yang ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Biasanya impetigo bulosa ini juga disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Impetigo nonbulosa, yaitu jenis impetigo yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Tanda dan Gejala Impetigo

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi. Biasanya gejala baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri.

Berikut ini perkembangan gejala impetigo bulosa, diantaranya yaitu:

  • Kulit melepuh dan berisi cairan berukuran 1-2 cm yang terasa sakit dan kulit sekitarnya gatal.
  • Kulit yang melepuh tersebut dapat menyebar dalam waktu singkat lalu pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh tersebut lalu meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Setelah sembuh, kerak kuning tersebut akan hilang tanpa bekas.

Berikut ini perkembangan gejala impetigo nonbulosa, diantaranya yaitu:

  • Munculnya bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit tapi gatal.
  • Bercak dapat menyebar dengan cepat saat disentuh atau di garuk, lalu berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  • Setelah kerak berukuran sekitar 2 cm tersebut kering, akan ada bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas kemerahan tersebut bisa sembuh tanpa bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.

Secara umum, gejala impetigo diantaranya yaitu:

  • Luka merah dan lepuh yang segera pecah, mengeluarkan cairan selama beberapa hari dan kemudian membentuk kerak coklat kekuningan.
  • Luka kulit di sekitar hidung, mulut, atau daerah lain.
  • Gatal dan nyeri.
  • Pada kasus yang berat, cairan dan luka yang menyakitkan berubah menjadi ulkus yang dalam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat infeksi.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, maka segera periksakan ke dokter.

Penyebab Impetigo

Impetigo disebabkan karena bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri penyebab impetigo ini bisa terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya digunakan penderita.

Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang terluka, misalnya akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Selain itu, bisa juga karena luka yang disebabkan karena infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.

Faktor Risiko Impetigo

Adapun faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena impetigo diantaranya yaitu:

  • Umur. Anak-anak usia 2-5 tahun berada pada risiko tertinggi terkena impetigo.
  • Tempat ramai, seperti lingkungan yang padat.
  • Suhu hangat dan lembap.
  • Luka terbuka pada kulit.
  • Memiliki sistem imun yang lemah.
  • Melakukan aktivitas yang rentan terjadi kontak kulit.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Impetigo

Untuk mendiagnosis impetigo, maka dokter akan melakukan tes laboratorium.

Sebagian besar impetigo bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-3 minggu tanpa diobati. Jika diperlukan, impetigo dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, baik antibiotik oles maupun antibiotik minum.

Biasanya impetigo kambuh karena masih ada bakteri yang bersarang di area tertentu, seperti hidung, sehingga mudah menginfeksi daerah sekitarnya yang kebetulan mengalami luka. Jika benar, maka bakteri tersebut dapat dibasmi dengan menggunakan antiseptik khusus.

Pencegahan Impetigo

Berikut ini cara mencegah impetigo, diantaranya yaitu:

  • Hindari sentuhan fisik dengan penderita.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit.
  • Membersihkan barang-barang.
  • Jangan menyentuh luka.
  • Perbanyak istirahat.
  • Mencuci tangan setelah mengobati impetigo.
  • Hindari tempat-tempat umum yang rawan penularan bakteri penyebab impetigo.

Demikian artikel tentang “Impetigo : Jenis, Gejala Fektor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Impetigo”¬†semoga bermanfaat.