Iridosiklitis : Jenis, Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Iridosiklitis

Posted on

Iridosiklitis : Jenis, Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Iridosiklitis – Iridosiklitis adalah jenis penyakit mata yang muncul akibat adanya peradangan pada iris mata dan badan siliar. Kondisi ini menyebabkan memerah dan membengkak.

Baca Juga : Penyakit Keratitis (Radang Kornea Mata)

Iridosiklitis juga dikenal sebagai uveitis anterior. Umumnya orang mengenal satu jenis uveitis saja, padahal uveitis sendiri memiliki beberapa jenis. Ada beberapa jenis iridosiklitis, yaitu:

  • Iridosiklitis akut, dimana gejala muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama 6 minggu atau kurang.
  • Iridosiklitis kronis atau menahun, dimana sering kali terjadi diam-diam dan tidak menghasilkan gejala yang berlangsung selama beberapa bulan dan tahun.

Kondisi ini disebut sebagai uveitis anterior karena peradangan hanya terjadi bagian depan (iris dan badan siliar). Sedangkan pada uveitis, peradangan terjadi di tiga bagian, yaitu iris, badan siliar, dan koroid.

Sebagian besar kasus iridosiklitis terkait dengan masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Namun, umumnya infeksi ini lebih sering muncul akibat penyakit autoimun, seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa, psoriasis, psoriasis arthitis, dan sarkoidosis.

Baca Juga : Hifema Mata

Selain itu, iridosiklitis juga dapat disebabkan oleh infeksi virus toksoplasmosis, herpes (herpes simplex dan herpes zoster), sitomegalovirus dan tuberculosis. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh trauma atau cedera pada mata baik fisik maupun kimiawi atau komplikasi operasi mata. Akan tetapi, dalam beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Penyakit ini isa terjadi tanpa menimbulkan gejala mata merah dan bengkak.

Tanda dan Gejala Iridosiklitis

Gejala iridosiklitis yang dapat muncul, diantaranya yaitu:

  • Mata merah dan berair
  • Mata nyeri
  • Fotofobia (Sensitif terhadap cahaya)
  • Pandangan kabur dan kurang jelas
  • Terdapat bercak gelap di lapang pandang (Floaters)
  • Sakit pada mata, yang tidak kunjung hilang, dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius. Pada tahap lanjut, terdapat gangguan pada sekresi aqueous.
  • Pupil kecil dan perubahan pupil lainnya.

Baca Juga : Astigmatisme (Mata Silinder)

Penyebab Iridosiklitis

Iridosiklitis seringkali tidak diketahui sebabnya dan terkadang dialami oleh orang sehat. Namun, sebagian besar iridosiklitis dikaitkan dengan gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Beberapa kondisi autoimun yang terkait dengan iridosiklitis, antara lain:

  • Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi.
  • Psoriasis, yaitu peradangan kulit.
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan sendi pada tulang belakang.
  • Sarkoidosis, yaitu peradangan yang muncul di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit.
  • Penyakit Kawasaki, yaitu peradangan dinding pembuluh darah.
  • Kolitis ulseratif, yaitu peradangan usus besar.
  • Crohn’s Disease, yaitu peradangan yang terjadi di dalam saluran percernaan, mulai dari mulut hingga anus.

Selain itu, iridosiklitis juga dapat disebabkan oleh hal lain, seperti:

Faktor Risiko Iridosiklitis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena iridosiklitis, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Katarak Mata

  • Juvenile arthritis, psoriasis, dan penyakit autoimun lainnya (misalnya rheumatoid arthritis).
  • Penyakit inflamatori, seperti Crohn’s disease atau ulcerative colitis.
  • HIV/AIDS atau penyakit lain yang melemahkan sistem imunitas tubuh.
  • Penyakit infeksi. Misalnya brucellosis, herpes simpleks, herpes zoster, leptospirosis, penyakit Lyme, sifilis, toksoplasmosis, tuberkulosis, dan sebagainya.

Diagnosis Iridosiklitis

Dibutuhkan evaluasi lengkap untuk menentukan diagnosis iridosiklitis. Pemeriksaan yang bisa dilakukan, diantaranya yaitu

  • Anamnesis. Ini meliputi wawancara seputar tanda dan gejala yang dirasakan, riwayat penyakit sekarang dan penyakit di masa lalu.
  • Pemeriksaan fisik. Ini meliputi pemeriksaan lengkap mata, dapat menggunakan bantuan alat slit lamp.
  • Pemeriksaan penunjang. Ini dilakukan terutama untuk mencari tahu kemungkinan penyebab lain misalnya: rontgen dada untuk pemeriksaan tuberkulosis, pemeriksaan darah untuk mencari tahu penyakit infeksi atau autoimun, dan sebagainya.

Baca Juga : Episkleritis 

Pencegahan Iridosiklitis

Tindakan pencegahan uveitis memang sulit dilakukan pada orang yang sehat karena sebagian besar uveitis belum diketahui penyebabnya. Namun deteksi dan pengobatan sejak dini bisa mengurangi risiko hilangnya penglihatan yang bersifat permanen.

Pengobatan Iridosiklitis

Disarankan bagi penderita dengan kecurigaan terkena iridosiklitis segera dievaluasi oleh dokter spesialis mata. Beberapa jenis obat yang mungkin diberikan untuk mengobati iridosiklitis diantaranya yaitu:

  • Antibiotik atau antiviral, apabila berkaitan dengan infeksi bakteri atau virus.
  • Kortikosteroid, ini diberikan dalam bentuk obat tetes, obat minum, atau injeksi pada mata. Kortikosteroid tidak diberikan jika ada ulkus kornea.

Baca Juga : Cara Menyembuhkan Mata Minus

  • Midriatikum, ini berfungsi menjaga pupil mata tetap berdilatasi (melebar). Obat ini bisa membantu proses penyembuhan, mengurangi nyeri mata akibat pergerakan pupil, dan mencegah pupil mata menempel pada lensa mata. Dapat timbul efek samping penglihatan buram dan fotofobia selama pemakaian midriatikum.
  • Obat-obatan imunosupresan. Obat ini direkomendasikan jika gejala yang muncul sangat parah dan ada risiko kehilangan penglihatan (kebutaan). Obat ini juga bisa diberikan jika respons terhadap pengobatan lain kurang baik.

Demikian pembahasan tentang penyakit mata iridosiklitis, mulai dari pengertian, jenis, gejala, penyebab, diagnosis, pencegahan dan pengobatan penyakit iridosiklitis.