Hipermagnesemia : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Hipermagnesemia

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Hipermagnesemia – Hipermagnesemia adalah kondisi medis dimana tubuh memiliki kadar magnesium yang terlalu tinggi dalam darah. Penyebab utama hipermagnesemia adalah kerusakan ginjal atau gagal ginjal yang terjadi pada tubuh.

Baca Juga : Penyakit Hiponatremia

Hipermagnesemia merupakan kondisi medis yang muncul ketika kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini tergolong salah satu penyakit yang jarang terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang magnesium yang berlebih dalam darah, sehingga tubuh mengalami kelebihan magnesium atau hipermagnesemia.

Tanda dan Gejala Hipermagnesemia

Gejala hipermagnesemia seringkali tidak dirasakan ketika kadar magnesium masih berada sedikit di atas normal. Ketika kadar magnesium dalam darah meningkat, gejala yang dapat dirasakan, diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Wajah memerah.
  • Lesu.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Pingsan.
  • Mual dan muntah.
  • Tidak bisa buang air kecil.
  • Refleks menjadi lambat.
  • Otot lemah atau lumpuh.
  • Tekanan darah rendah.
  • Gangguan irama jantung.
  • Gangguan pernapasan.

Baca Juga : Penyakit Hipokalemia

Penyebab dan Faktor Risiko Hipermagnesemia

Sebagian besar hipermagnesemia disebabkan karena penyakit gagal ginjal. Terutama saat penderita gagal ginjal minum obat atau suplemen yang mengandung magnesium, seperti obat maag jenis antasida (berisi magnesium hidroksida) atau obat pencahar. Penderita penyakit jantung dan gangguan pencernaan juga berisiko menderita hipermagnesemia.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan hipermagnesemia, di antaranya penderita luka bakar, hipotiroidisme, penyakit Addison, depresi, atau milk alkali syndrome, yaitu kondisi di mana kadar kalsium tinggi dalam darah (hypercalcemia), akibat asupan kalsium yang berlebihan.

Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.

Baca Juga : Penyakit Kernikterus (Hiperbilirubinemia)

Diagnosis Hipermagnesemia

Agar dapat mendiagnosis hipermagnesemia, dokter akan menanyakan kondisi medis pasien, serta obat-obatan dan suplemen apa saja yang sedang dikonsumsi. Selanjutnya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengecek kadar magnesium dalam darah. Kadar magnesium normal dalam darah adalah 1,7-2,3 mg/dL. Jika kadar magnesium dalam darah melebihi 2,3 mg/dL berarti orang tersebut mengalami hipermagnesemia.

Pencegahan Hipermagnesemia

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hipermagnesemia, diantaranya yaitu:

  • Hindari makan makanan bermagnesium tinggi secara berlebihan. Dalam keadaan sehat, umumnya pria dewasa harus mengkonsumsi magnesium sebanyak 400-420 mg/hari dan wanita dewasa harus mengkonsumsi 310-320 mg/hari dan wanita hamil membutuhkan dosis magnesium yang lebih tinggi.

Baca Juga : Penyakit Dislipidemia

  • Konsumsi suplemen atau obat-obat yang mengandung magnesium sesuai aturan pakai atau petunjuk dokter. Hindari mengkonsumsi suplemen atau obat yang mengandung magnesium, seperti antasida dan obat pencahar, di luar dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada aturan pakai, karena berisiko meningkatkan kadar magnesium dalam darah, terutama untuk pasien gagal ginjal.

Pada umumnya, orang dengan kondisi sehat memiliki risiko sangat rendah untuk mengalami hipermagnesemia. Bagi penderita gangguan fungsi ginjal, diskusikan selalu dengan dokter mengenai risiko serta manfaat obat dan suplemen yang mengandung magnesium, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pengobatan Hipermagnesemia

Penanganan hipermagnesemia disesuaikan dengan penyebabnya. Contoh pengobatan hipermagnesemiayang mungkin dilakukan oleh dokter diantaranya yaitu:

1. Obat diuretik. Tujuan untuk meningkatkan produksi urin sehingga magnesium banyak terbuang. Infus cairan garam dapat diberikan untuk mencegah terjadi dehidrasi akibat meningkatnya produksi urine. Tapi, perlu diingat pengobatan ini hanya ditujukan untuk pasien yang produksi urinenya masih normal dan fungsi ginjalnya masih baik.

Baca Juga : Penyakit Hipoksia

2. Infus kalsium glukonat. Ditujukan pada penderita hipermagnesemia yang disertai gangguan pernapasan dan jantung. Kalsium bisa menetralkan efek dari magnesium.
3. Cuci darah atau dialisis. Jenis pengobatan ini dilakukan untuk pasien dengan:

  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Keluhan jantung dan saraf yang berat.
  • Hipermagnesemia berat (>4 mmol/L).

Demikian pembahasan tentang penyakit hipermagnesemia , mulai dari gejala, penyebab, cara mencegah dan mengobati penyakit hipermagnesemia . Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.