Giardiasis : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Giardiasis

Posted on

Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Giardiasis – Giardiasis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh parasit giardia. Giardiasis disebut juga demam berang-berang. Giardiasis adalah gangguan pencernaan akibat infeksi parasit pada usus halus. Parasit tersebut dinamakan Giardia lamblia. Giardiasis banyak ditemukan di wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang buruk dan kualitas air yang tidak bersih.

Cara penularan atau penyebaran giardiasis terjadi melalui air atau makanan yang terkontaminasi parasit, serta kontak langsung dengan penderita. Untuk mengatasinya, terkadang diperlukan obat resep dokter.

Baca Juga : Penyakit Usus Buntu

Tanda dan Gejala Giardiasis

Pada umumnya, gejala giardiasis muncul 1-3 minggu setelah terinfeksi. Gejala dapat berlangsung selama 2-6 minggu, atau bahkan lebih lama. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Diare dengan tinja yang berminyak
  • Sering buang gas atau kentut
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Kram perut
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Lemas
  • Sakit kepala

Jika muncul gejala-gejala diatas disertai dehidrasi maka segera periksakan diri ke dokter. Tapi, ada beberapa penderita giardiasis tidak mengalami gejala apapun, tapi tetap bisa menularkannya pada orang lain.

Penyebab Giardiasis

Giardiasis disebabkan oleh infeksi parasit Giardia lamblia. Parasit ini hidup di tinja manusia dan hewan, serta bisa mencemari air, tanah, dan makanan. Umumnya giardiasis terjadi saat air yang terkontaminasi parasit masuk ke dalam tubuh seseorang. Air yang terkontaminasi bisa berasal dari sumber air manapun, terutama air sumur yang berada di dekat toilet.

Giardiasis juga bisa menular melalui makanan. Namun, cara penyebaran ini lebih jarang terjadi karena parasit akan mati jika makanan dimasak hingga matang. Meski demikian, tidak mencuci tangan sebelum makan atau mencuci alat makan dengan air yang terkontaminasi, juga dapat menjadi sarana penyebaran parasit.

Baca Juga : Gastroenteritis (Flu Perut)

Selain melalui air dan makanan, seseorang juga dapat tertular giardiasis melalui kontak dengan orang lain. Misalnya saat mengganti popok anak yang sedang mengalami giardiasis, atau melakukan hubungan seks anal (seks melalui dubur) tanpa kondom dengan penderita giardiasis.

Faktor Risiko Giardiasis

Giardiasis bisa dialami oleh semua orang, tapi lebih berisiko terjadi pada anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak (TPA), terutama anak yang masih buang air besar di popok. Selain itu, petugas TPA juga lebih berisiko terkena penyakit ini. Giardiasis sering terjadi pada orang yang tinggal di area bersanitasi buruk, dengan sumber air yang tidak bersih. Apabila tidak berhati-hati, orang yang mengunjungi daerah tersebut juga dapat terinfeksi.

Baca Juga : Amebiasis

Pengobatan Giardiasis

Pada banyak kasus, penderita giardiasis bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Jika tidak membaik, dokter akan meresepkan obat antiparasit. Obat juga diberikan pada pasien yang mengalami infeksi parah dan berkepanjangan. Obat yang diberikan untuk penderita giardiasis diantaranya:

  • Metronidazole. Metronidazole digunakan selama 5-7 hari, obat ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti mual, dan timbul rasa logam di mulut.
  • Paromomycin. Paromomycin digunakan selama 3-10 hari dan dibagi dalam 3 kali konsumsi.

Pencegahan Giardiasis

Penyakit giardiasis tidak bisa dicegah dengan pemberian vaksin atau obat-obatan. Namun, risiko terkena giardiasis bisa dikurangi diantaranya dengan:

Baca Juga : Taeniasis

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun secara rutin, terutama setelah dari toilet dan mengganti popok, juga sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan. Cuci tangan dengan menggunakan sanitizer atau pembersih tangan berbahan dasar alcohol, jika tidak ada air dan sabun.
  • Sebelum diminum rebus air PAM, hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin ada dalam air.
    Jika sedang bepergian ke tempat yang kualitas airnya tidak layak, gunakan air dalam kemasan untuk minum dan menggosok gigi. Selain itu, jangan konsumsi buah dan sayuran mentah, juga es batu di tempat tersebut.
  • Jangan melakukan hubungan seks anal yang berisiko, seperti bergonta-ganti pasangan atau melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Demikian pembahasan tentang penyakit giardiasis dan penyebabnya, semoga bermanfaat.