25 Gejala Umum Malaria Pada Anak Yang Harus Diwaspadai Orangtua

Posted on

Gelaja Umum Malaria Pada Anak – Malaria adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari nyamuk yang terkena parasit Plasmodium. Jika anak terkena gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit Plasmodium maka anak tersebut akan terkena malaria. Malaria adalah jenis penyakit yang membutuhkan perawatan intens agar virus dari infeksi parasit tersebut benar-benar hilang sehingga tubuh akan sembut total. Karena jika perawatan tersebut tidak menyembuhkan total maka malaria akan tinggal dalam tubuh anak dan menjadi penyakit yang mengganggu kesehatan anak. Selain itu, malaria adalah jenis penyakit yang dapat dengan cepat menular ketubuh anak-anak lainnya. Namun saat ini, malaria sudah jarang ditemui khususnya didaerah perkotaan karena umumnya endemi malaria biasanya berkembang pada daerah tertentu saja.

Namun menurut laporan Kemenkes tahun 2017 menyatakan dari total 62 juta penduduk Indonesia, sebanyak 4,9 juta atau dua persennya tinggal di daerah sangat rawan penyebaran malaria, seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebagian Kalimantan. Selama tahun 2017 pula tercatat ada 261.617 kasus malaria yang menewaskan setidaknya 100 orang di Indonesia.

Meskipun malaria tidak sebahaya demam berdarah dengue (DBD), namun malaria dapat mengancam nyawa seseorang terlebih pada anak-anak. Untuk itu, penting diketahui gejala demam berdarah yang terjadi pada anak sedini mungkin. Inilah gejala demam berdarah pada anak, antara lain:

Gelaja Umum Malaria Pada Anak

Gejala malaria pada anak akan lebih bervariasi dan cenderung mirip dengan gejala penyakit lain seperti masalah pencernaan, meningitis, atau pneumonia. Namun pada umumnya, gejala malaria pada anak yang sering muncul adalah demam, gangguan kesadaran, kejang, mual hingga sulit bernafas. Berikut dijelaskan beberapa gejala penyakit malaria pada anak – anak.

1. Demam
Gejala demam pada malaria memiliki periode yang unik yaitu pada malaria tertiana (48 jam sekali gejala demam dan lainnya) dan malaria quartana (72 jam sekali gejala demam dan lainnya) jarang ditemukan pada anak–anak. Gejala demam akibat malaria pada anak bisa mencapai suhu lebih dari 40 derajat Celsius yang menybabkan demam akut hingga kejang-kejang.

2. Mual
Anak yang menderita malaria biasanya mengalami gejala mual-mual. Mual ini terjadi akibat kondisi metabolisme tubuh yang tidak lancar serta menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan anak. Mual sering ditemui pada gejala malaria akibat infeksi Plasmodium Falciparum.

3. Muntah
Gejala umum lain malaria yang kerap dialami anak-anak yaitu muntah. Muntah terjadi akibat kondisi mual yang tidak tertahankan atau adanya gasifikasi berlebihan pada lambung. Pada anak yang sering muntah akibar malaria menyebabkan anak pengidap malaria susah untuk sembuh karena tubuh akan kekurangan nutrisi yang membantu proses penyembuhannya. Gejala muntah biasnya muncul pada jenis malaria akibat infeksi Plasmodium Falciparum.

4. Flu-like symptoms
Selain itu, gejala malaria juga dapat mengalami gejala menyeerupai flu seperti flu batuk, dan hidung berair dalam satu hingga dua hari.

5. Panas Dingin
Panas dingin juga bisa menjadi penyebab adanya gejala malaria. Panas dingin ini berkaitan dengan kerja tubuh yang juga bisa berpengaruh pada anak. Selain itu, gejala ini juga menjadi efek samping dari tubuh yang mencoba menjaga keseimbangan suhu tubuh yang terganggu.

6. Tubuh Mengigil
Parasit penyebab malaria yang masuk dalam tubuh dapat menyebabkan anak mengigil yang biasanya disertai dengan kejang karena suhu tubuh anak sangat panas. Akibat infeksi dari parasit tersebut membuat mekanisme suhu alami dalam tubuh tidak berjalan dengan normal sehingga menyebabkan tubuh mengigil.

7. Sulit Bernapas
Penyakit malaria pada anak juga memiliki gejala yang sama dengan penyakit pneumonia, yaitu sulit bernapas. Kesulitan bernapas ini disebabkan adanya kesulitan kontraksi pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan terganggunya sistem homeostasis pada tubuh anak. Selain itu, kesulitan bernapas ini juga berkaitan dengan kekakuan yang dialami tubuh selama terkena penyakit malaria.

8. Berkurangnya Nafsu Makan
Berkembangnya parasit penyebab malaria dalam tubuh anak menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Dan jika anak dipaksa untuk makan akan menyebabkan mual hingga muntah. Pada penyakit malaria, anak tidak merasakan lapar dan juga tidak tertarik pada makanan.

9. Anak Tidak Mau Minum Susu
Karena hilangnya nafsu makan, maka anak akan susah juga untuk minum susu. Meskipun pada mereka yang sebelumnya sering minum susu, ketika menderita malaria nafsu untuk minum susu akan hilang. Karena susu menyebabkan rasa mual, sebab gangguan pencernaan anak sudah terinfeksi oleh virus malaria.

10. Anak Susah Tidur
Ketika malaria menyerang biasanya anak akan cenderung sulit untuk tidur yang bisa terjadi selama beberapa hari hingga terus terulang hingga malaria sembuh. Hal tersebut menyebabkan anak akan lebih sering rewel. Pada saat terserang malaria, tubuh anak akan terasa tidak nyaman, akan sering mual, lemah dan sakit kepala hal inilah yang menjadi salah satu penyebab anak sulit untuk tidur.

Gejala malaria pada anak dapat diidentifikasi dengan jenis parasit yang ditularkan. Biasanya, gejala malaria yang muncul pada anak dibawah lima tahun, seperti:

  1. Demam
  2. Hipotermia
  3. Mengigil
  4. Kedinginan
  5. Muntah
  6. Tidak nafsu makan
  7. Sakit pada perut
  8. Bernapas dengan cepat
  9. Cepat marah dan mengantuk

Sedangkan gejala yang malaria pada ana usia diatas lima tahun biasanya mereka memiliki gejala yang mirip dengan gejala yang muncul pada orang dewasa, seperti:

  1. Sakit kepala
  2. Mual dan muntah
  3. Seluruh badan nyeri
  4. Merasa panas-dingin
  5. Hilangnya nafsu makan
  6. Demam tinggi, terkadang dalam kurun waktu 48 jam disertai mengigil dan banyak berkeringat.

Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi parasit Plasmodium yang masuk ke aliran darah dan berkembang biak di hati(liver). Malaria terjadi jika nyamuk menghisap darah dari orang yang sudah terinfeksi lebih dulu, maka secara otomatis parasit ini akan masuk ke dalam nyamuk tersebut. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia yang sehat, manusia tersebut akan tertular parasitnya. Namun, malaria juga bisa ditularkan melalui transfusi darah dan dari ibu ke janin atau yang disebut dengan malaria kongenital. Infeksi ini sangat umum terjadi pada daerah yang beriklim tropis.

Itulah penjelasan tentang Gejala Umum Malaria Pada Anak Yang Harus Diwaspadai  . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.