Penyakit Campak : Gejala, Penyebab, Penularan, Pengobatan dan Pencegahan Campak

Posted on

Penyakit Campak – Campak atau Rubeola atau Campak 9 hari atau measles merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular. Penyakit campak disebabkan karena virus dalam keluarga paramyxovirus yang biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau lewat udara. Virus menginfeksi saluran pernapasan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit campak ini ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Ruam kulit berwarna kemerahan muncul pada 7-14 hari setelah terpapar dan bertahan selama 4-10 hari.

Penyakit campak paling sering terjadi pada anak-anak. Tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa jika saat anak-anak belum pernah mengalaminya.

Tanda dan Gejala Campak

Ciri dan gejala campak akan muncul 1-2 minggu setelah seseorang terinfeksi. Gejala-gejala tersebut diantaranya yaitu:

  • Demam tinggi hingga 40 celcius
  • Mata merah dan berair
  • Pilek, bersin-bersin
  • Batuk kering
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan
  • Muncul ruam berwarna merah kecoklatan disekitar telinga, kepala, leher dan seluruh tubuh.

Jika muncul gejala seperti demam semakin tinggi, sult dibangunkan, linglung atau terus menerus mengigau, kesulitan bernapas, sakit kepala parah, mengeluarkan cairan kuning dari mata, masih mengeluh demam setelah hari ke-4 rum muncul, terlihat pucat, lemah dan lunglai serta mengeluh sakit telinga, maka segera periksakan anak pada dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Campak

Penyebab penyakit campak yaitu virus dalam keluarga paramyxovirus . Faktor yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit campak diantaranya yaitu anak-anak, belum imunisasi campak, bepergian ke luar negeri dan juga kekurangan vitamin A.

Penularan Campak

Cara penyebaran virus campak dapat terjadi dari ibu ke bayi dalam proses mengandung, persalinan, atau menyusui; melalui uap air udara pernapasan baik itu dari batuk atau bersin; melalui air liur baik itu berciuman atau minuman bersama; melalui kontak kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan; serta melalui kontak dengan permukaan terkontaminasi seperti selimut atau pegangan pintu.

Pengobatan Campak

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi campak diantaranya yaitu:

  • Banyak istirahat
  • Batasi kontak dengan lingkungan sekitar
  • Perhatikan asupan makanan
  • Jangan takut mandi
  • Minum banyak air putih
  • Konsumsi obat pereda nyeri

Agar tidak menular pada orang lain sebaiknya tutup mulut saat batuk atau lebih baik gunakan masker mulut serta bersihkan tangan secara teratur.

Pencegahan Campak

Untuk mencegah penyakit campak biasanya dilakukan pemberian imunisasi mumps–measles-rubella (MMR), atau imunisasi campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman). Imunisasi MMR bisa diberikan bagi semua anak usia 9 bulan hingga usia kurang dari 15 tahun lewat penyuntikan dengan dosis 0,5 mililiter.

Demikian penjelasan tentang “Penyakit Campak : Gejala, Penyebab, Penularan, Pengobatan dan Pencegahan Campak“, semoga bermanfaat.