Penyakit Alzheimer : Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Alzheimer

Posted on

Penyakit Alzheimer – Alzheimer merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua. Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas., wanita lebih cenderung mengalami alzheimer dibanding pria. Apabila pada usia muda sudah mengalami penyakit alzheimer, hal itu biasanya terjadi akibat kelainan atau cedera otak.

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan juga perubahan perilaku sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini dapat menyebabkan jaringan otak rusak. Rata-rata pasien Alzheimer hanya dapat hidup selama 8-10 tahun setelah terdiagnosis.

Tanda dan Gejala Penyakit Alzheimer

Pada umumnya, gejala penyakit Alzheimer terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir.

Gejala Alzheimer Tahap Awal

Pada tahap awal, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer, diantaranya yaitu:

  • Sering lupa nama tempat dan benda.
  • Sering lupa dengan percakapan yang belum lama dibicarakan.
  • Sering menanyakan pertanyaan yang sama atau menceritakan cerita yang sama berulang kali.
  • Sering merasa lebih sulit membuat keputusan.
  • Sering merasa bingung atau linglung.
  • Sering tersesat di tempat yang sering dilewati.
  • Sering salah menaruh barang di tempat yang tidak seharusnya, misalnya menaruh piring di mesin cuci.
  • Kesulitan dalam merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
  • Tidak tertarik melakukan aktivitas yang dulunya sangat disukai
  • Lebih senang berdiam diri dan enggan mencoba hal baru
  • Sering mengalami perubahan suasana hati.

Gejala Alzheimer Tahap Pertengahan

Pada tahap pertengahan, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer diantaranya yaitu:

  • Sulit mengingat nama keluarga atau teman terdekatnya.
  • Rasa kebingungan dan disorientasi meningkat, misalnya jadi sering tersesat dan tidak tahu jam berapa sekarang.
  • Perubahan suasana hati yang terjadi secara cepat.
  • Perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif.
  • Mulai mengalami delusi dan halusinasi.
  • Masalah dengan berkomunikasi.
  • Kesulitan melakukan tugas tata ruang, seperti menilai jarak.

Gejala Alzheimer Tahap Akhir

Pada tahap akhir, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer diantaranya yaitu:

  • Kesulitan makan dan menelan (disfagia).
  • Kesulitan mengubah posisi atau bergerak tanpa bantuan.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.
  • Sering ngompol atau buang air besar tidak disengaja.
  • Kesulitan berkomunikasi.
  • Perubahan emosi dan sifat.
  • Tidak mampu beraktivitas normal akibat hilangnya ingatan mengenai tahapan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan,dan buang air besar.

Penyebab Penyakit Alzheimer

Sampai saat ini, penyebab penyakit alzheimer belum diketahui. Namun para ahli percaya penyakit ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik, gaya hidup dan juga lingkungan yang memengaruhi orang seiring berjalannya waktu.

Walaupun penyebabnya belum dipahami sepenuhnya, penyakit ini dapat mempengaruhi otak. Penyakit ini dapat merusak dan menghancurkan sel otak secara perlahan.

Faktor Risiko Penyakit Alzheimer

Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit alzheimer diantaranya yaitu usia; riwayat penyakit keluarga; orang yang mengalami gangguan kognitif ringan; cedera kepala; memiliki gaya hidup yang tidak sehat; mengidap penyakit kardiovaskular, hipertensi, hiperkolesterolemia, peningkatan kadar homocysteine; proses pembelajaran dan ikatan sosial.

Cara Mendiagnosis Penyakit Alzheimer

Untuk dapat mendiagnosis pasien mengalami alzheimer atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, riwayat pengobatan dan juga kepintarn pasien. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kemampuan bernalar, koordinasi tangan dan mata, keseimbangan, sensasi penciuman dan juga tanda depresi pada saat bersamaan. Sedangkan untuk mengidentifikasi penyebab lain penyakit alzheimer seperti hipotiroid atau kekurangan vitamin B12, dokter akan melakukan scan otak dan tes darah.

Pengobatan Penyakit Alzheimer

Penyakit alzheimer tidak bisa disembuhkan, biasanya pengobatan dilakukan dengan memberikan obat untuk memperlambat perkembangan penyakit termasuk penghambat cholinesterase dan memantine. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat penenang tambahan untuk membantu mengurangi kecemasan, depresi, mudah marah dan masalah kelakuan lainnya.

Karena penyakit alzheimer membuat pasien sulit berdaptasi dengan lingkungan baru maka jangan ubah lingkungan disekitar pasien seperti rumah, pengasuh dan lain sebagainya. Agar membantu pasien alzheimer mengingat hal-hal penting, maka perlu menuliskan berbagai informasi dan memasangnya diberbagai sudut rumah.

Pencegahan Penyakit Alzheimer

Untuk mencegah agar tidak terkena penyakit alzheimer yaitu dengan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, menjaga berat badan tetap sehat, mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, menjaga otak agar tetap aktif bekerja dan juga rutin memeriksakan diri ke dokter seiring pertambahan usia.

Demikian pembahasan tentang “Penyakit Alzheimer : Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Alzheimer“, semoga bermanfaat