Penyakit Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Batu Ginjal

Posted on

Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Batu Ginjal – Batu ginjal atau kencing batu disebut juga Kalkulus uriner adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam asam yang mengendap dalam urine yang terkonsentrasi. Batu ginjal ini dapat menyakitkan saat melewati saluran kemih, namun biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn. Penyakit batu ginjal atau kencing batu umum terjadi, yang biasanya menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun.

Gejala batu ginjal yang paling umum berupa nyeri parah, biasanya di sisi perut, yang sering disertai dengan mual.

Perawatan pada penyakit batu ginjal meliputi pereda nyeri dan banyak minum air putih untuk membantu meluruhkan batu. Prosedur medis mungkin diperlukan untuk mengambil atau menghancurkan batu yang besar.

Jenis Batu yang Menyebabkan Kencing batu

Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit dan batu sistin.

Tumpukan kalsium
Kencing batu sering disebabkan oleh batu ginjal yang mengandung kalsium. Kelebihan kalsium dapat menjadi penyebab batu ginjal. Hal tersebut karena kalsium yang tidak digunakan oleh tulang dan otot pergi ke ginjal.

Pada kebanyakan orang, ginjal mengeluarkan ekstra kalsium bersamaan dengan sisa urine. Orang yang memiliki batu kalsium menyimpan kalsium dalam ginjal mereka.

Kalsium yang tetap berada di belakang bergabung dengan produk-produk limbah lain untuk membentuk batu. Seseorang bisa memiliki kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat, walaupun batu kalsium oksalat lebih umum.

Asam urat tinggi
Batu asam urat juga bisa terbentuk saat air seni mengandung terlalu banyak asam. Orang yang makan banyak daging, ikan dan kerang mungkin terkena batu asam urat.

Infeksi ginjal
Batu struvite di ginjal, juga bisa terbentuk apabila penderita memiliki infeksi ginjal.

Faktor genetik
Batu sistin merupakan hasil dari kelainan genetik, yang berarti masalah diturunkan dari orangtua ke anak. Gangguan tersebut menyebabkan sistin bocor melalui ginjal dan ke dalam urine.

Gejala Batu Ginjal

Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi diantaranya yaitu sakit luar biasa (urinary colic) yang datang dan pergi dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian bawah perut (abdomen). Selain itu, gejala umum batu ginjal lainnya diantaranya yaitu:

  • Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan
  • Darah dalam urine
  • Mual dan muntah-muntah

Apabila kencing batu yang disebabkan oleh batu kristal di ginjal menimbulkan infeksi, maka harus segera periksakan ke dokter. Gejala batu ginjal lainnya bisa berupa meriang, demam, berkeringat dan buang air kecil yang sering, mendesak, serta terasa sakit.

Jika mengalami muntah-muntah parah, sakit teramat sangat yang membuat tidak bisa duduk diam, rasa sakit disertai mual dan muntah-muntah, rasa sakit disertai demam dan meriang, kencing berdarah dan susah buang air kecil, maka anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Penyebab Batu Ginjal

Penyebab batu ginjal atau kencing batu bisa terbentuk apabila urin atau air kencing mengandung terlalu banyak bahan kimia seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium).

Melakukan diet yang sangat tinggi protein dan terlalu sedikit minum air akan meningkatkan risiko penyebab batu ginjal muncul. Selain itu faktor risiko penyebab batu ginjal diantaranya yaitu:

  • Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal.
  • Dehidrasi atau tubuh yang kekurangan cairan bisa menjadi penyebab batu ginjal.
  • Diet-diet tertentu, seperti diet yang tinggi protein, sodium, dan gula bisa menjadi risiko penyebab batu ginjal.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih.
  • Penyakit pencernaan dan operasi pencernaan.
  • Kondisi medis lainnya termasuk renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, obat-obatan tertentu, dan beberapa infeksi kandung kemih.

Pengobatan Batu Ginjal

Pengobatan penyakit batu ginjal yang dapat dilakukan tergantung pada ukuran dan jumlah batu, di mana batu ginjal itu berada dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya tanpa bantuan dokter. Obat-obatan bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Apabila terjadi infeksi maka bisa diberikan antibiotik.

Batu ginjal yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli urologi yang biasanya akan menggunakan alat yang panjang dan tipis (ureteroscope) untuk mengeceknya.

Terkadang, dokter juga menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Pengobatan ini disebut dengan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Tak jarang pula, diperlukan operasi batu ginjal untuk mengeluarkan batu ginjal tersebut (percutaneous nephrolithotomy).

Selain jalan medis, pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit batu ginjal diantaranya yaitu minum banyak air (12 gelas air per hari), minum air lemon, mengkonsumsi satu gelas 8 ons air campur cuka apel setiap hari.

Cara Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terkena penyakit batu ginjal diantaranya minum banyak air, batasi makan makanan asin, jaga berat badan tetap ideal, batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin.

Demikianlah pembahasan singkat tentangĀ Penyakit Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Batu Ginjal yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..