Kehamilan Ektopik – Gejala, Penyebab, Penanganan dan Cara Diagnosis Kehamilan Ektopik Lengkap

Posted on

Kehamilan Ektopik – Kehamilan di luar kandungan adalah kasus yang terjadi pada 1 dar 50 kehamilan. Sedangkan di Inggris, setiap tahunnya kasus hamil di luar kandungan terjadi pada 12.000 kehamilan.

Kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang berhasil dibuahi sperma menempel di luar dinding rahim. Dari hampir semua kasusu kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi, sehingga terkadang disebut juga dengan tubal pregnancy. Tuba falopi tidak berfungsi untuk menopang tumbuh kembang embrio, sehingga sel telur yang menempel pada tuba falopi tidak dapat tumbuh dengan baik.

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik adalah kasuk yang dapat membahayakan nyawa ibu. Umumnya kehamilan ini hanya bertahan beberapa minggu pertama kehamilan dan tidak mudah untuk tetap mempertahankan kehamilan ektopik.

Gejala Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik tidak memiliki gejala yang signifikan yang membuat kehamilannya berbeda dengan kehamilan normal. Adapun beberapa gejala yang muncul pada kehamilan ektopik antara lain:

  • Telat menstruasi seperti pada tanda kehamilan
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Kram perut yang sangat tajam
  • Sakit pada bagian bahu
  • Sakit pada saat muntah dan mual
  • Merasa lemas, pusing hingga pingsan
  • Keluar darah atau cairan berwarna cokelat cair dari vagina
  • Muncul ketidaknyamanan ketika saat buang air kecil maupun buang air besar
  • Rasa sakit muncul secara tiba-tiba dan kadang hilang dengan sendirinya. Rasa sakit ini disebabkan akibat pecahan ektopik yang berkumpul di bawah diafragma.

Faktor Penyebab Kehamilan Ektopik

Belum diketahui secara pasti penyebab kehamilan ektopik, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko kehamilan ektopik. Berikut ini faktor-faktor Penyebab Kehamilan Ektopik, antara lain:

  • Terjadi infeksi atau pembengkakan pada tuba falopi sehingga menghambat jalan embrio ke rahim dan membuat embrio menempel pada tuba falopi.
  • Jaringan luka pada tuba falopi karena operasi atau sebelumnya pernah mengalami infeksi sehingga luka tersebut menghalangi jalannya embrio menuju rahim.
  • Pasca tindakan operasi pada area pelvis falopi yang menyebabkan area falopi menjadi lengket sehingga embrio menempel pada falopi.
  • Cacat lahir atau tumbuh kembang tidak normal yang dialami oleh ibu sehingga membuat tuba falopi tidak normal.
  • Sebelumnya ibu pernah mengalami kehamilan di luar kandungan.
  • Ibu menderita penyakit seperti pembengkakan pelvis, dan infeksi menular seksual.
  • Konsumsi obat kesuburan
  • Menjalani perawatan kesuburan seperti in vito fertilization
  • Mengalami kehamilan saat masih menggunakan KB IUD
  • Wanita dengan kebiasaan merokok
  • Hamil diusia diatas 35 tahun.

Cara Penanganan Kehamilan Ektopik

Pada kehamilan di luar kandungan, yang terjadi saat sel telur dibuahi tidak bisa bertahan hidup maupun berkembang di luar rahim. Jika kehamilan di luar rahim dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius untuk wanita.

Karena itu perlu penanganan yang tepat untuk mengangkat embrio dan seluruh jaringan agar tidak menyebabkan komplikasi serius. Tindakan medis yang biasanya disarankan oleh dokter, antara lain:

  • Pemeriksaan Medis
    Secara hati-hati, ibu akan diperiksa dan dilakukan tindakan medis lebih lanjut jika emnbrio tidak luruh dengan sendirinya.
  • Pemberian Obat-obatan
    Tindakan yang dapat dilakukan selanjutnya adalah pemberian obat keras yang disebut dengan methotrexate. Obat ini berfungsi untuk menghentikan perkembangan proses kehamilan pada falopi.
  • Pengankatan Embrio
    Tindakan selanjutnya yaitu dengan melakukan tindakan operasi pengangkatan embrio dari sel telur yang telah dibuahi tuba falopi yang terinfeksi. Tindakan ini dilakukan melalui operasi lubang kunci atau laparoscopy.

Cara Diagnosis Kehamilan Ektopik

Cara mendeteksi kehamilan ektopik sangat sulit jika dilakukan sendiri, karena gejala nya mirip dengan tanda kehamilan normal. Namun, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kehamilan ektopik.

  • Melakukan pemeriksaan USG untuk mendeteksi kehamilan ektopik. Dengan tindakan USG, dapat mendeteksi tuba falopi jika terdapat kerusakan dan pendarahan atau adanya embrio diluar uterus.
  • Melakukan tindakan pembedahan dengan membuat sayatan kecil dibagian bawah perut (laparoskopi) .
  • Melakukan pengecekan HCG, sebab pada kehamilan ektopik biasanya ibu hamil memiliki HCG tidak mengalami peningkatan.

Itulah penjelasan tentang Gejala, Penyebab, Penanganan dan Cara Diagnosis Kehamilan Ektopik . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.