Pneumonia : Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan dan Cara Mencegah Radang Paru-Paru (Pneumonia)

Posted on

Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan dan Cara Mencegah Radang Paru-Paru (Pneumonia) – Radang Paru-Paru (Pneumonia) adalah infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan.

Radang paru-paru atau pneumonia merupakan kondisi inflamasi pada paru-paru yang memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal dengan alveolus. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun.

Gejala Penyakit Pneumonia (Radang Paru-Paru)

Penderita radang paru-paru yang menular biasanya menderita batuk produktif, demam disertai menggigil, sulit bernapas, nyeri dada yang tajam selama menarik napas dalam-dalam, dan mengalami peningkatan laju respirasi.

Pada manula, munculnya kebingungan (linglung) menjadi gejala yang paling utama. Sedangkan gejala khusus pada anak-anak balita yang menderita radang paru-paru yaitu demam, batuk, dan napas yang cepat atau sulit.

Namun, gejala batuk sering kali tidak muncul pada anak-anak berusia kurang dari 2 bulan. Gejala yang lebih parah bisa berupa kulit biru, rasa haus berkurang, kejang, muntah-muntah yang menetap, suhu ekstrem, atau penurunan tingkat kesadaran.

Tapi perlu diketahui, gejala radang paru-paru bisa berdasarkan tingkat keparahannya. Keragaman gejala tersebut bisa disebabkan oleh perbedaan pada jenis bakteri pemicu infeksi, usia dan kondisi kesehatan pengidap.

Berikut gejala-gejala umum penyakit radang paru-paru yang biasanya muncul diantaranya yaitu:

  • Batuk terus-terusan, dengan disertai dahak
  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Susah bernapas
  • Dada sakit
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung terasa cepat

Sementara gejala yang cukup jarang terjadi pada penderita radang paru-paru diantaranya:

  • Kepala sakit
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Batuk disertai dengan darah

Penyebab Radang Paru-Paru

Penyebab penyakit radang paru-paru (pneumonia) yang paling sering adalah infeksi bakteri. Bakteri yang paling sering menyebabkan terjadi radang yaitu Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Sedangkan virus yang paling sering menyebabkan radang paru-paru adalah respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, dan virus influenza.

Selain infeksi bakteri dan virus, yang dapat menyebabkan radang paru-paru diantaranya yaitu jamur dan parasit yang masuk saat bernapas, adanya paparan zat kimia, cedera jasmani atau karena adanya penyakit lainnya seperti kanker paru-paru hingga kebiasaan minum alkohol secara berlebihan.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatakan risiko terkena penyakit pneumonia ini diantaranya yaitu:

  • Bayi berusia 0-2 tahun
  • Lansia berusia di atas 65 tahun
  • Memiliki riwayat penyakit stroke
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki riwayat penyakit kronis tertentu, seperti asma, diabetes, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS.
  • Sedang menjalani pengobatan kanker.
  • Sedang dirawat di rumah sakit. Hal ini karena virus dan bakteri penyakit ini cukup banyak ditemukan di area rumah sakit.

Jenis-Jenis Radang Paru-Paru (Pneumonia)

Pneumonia berdasarkan penyebabnya

  • Pneumonia bakterial. Bakteri yang paling sering menyebabkan radang paru-paru yaitu Streptococcus pneumoniae, Chlamydophlla pneumonia dan Legionella pneumophila.
  • Pneumonia viral. Virus sering kali menjadi penyebab penyakit pneumonia pada anak. Biasanya, gangguan yang disebabkan virus tidak terlalu serius dan hanya terjadi dalam waktu yang sebentar saja ketimbang gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri.
  • Pneumonia mycoplasma. Biasanya, pneumonia jenis ini dialami oleh anak-anak yang sudah beranjak remaja serta dewasa muda.
  • Pneumonia jamur. Pneumonia jenis ini sering kali menyerang pasien yang mengalami penyakit kronis atau orang yang memiliki sistem imun yang rendah. Jamur penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah.

Pneumonia berdasarkan lokasi terjangkitnya

  • Pneumonia nosokomial. Jenis pneumonia ini didapatkan ketika di rumah sakit. Penyakit ini dianggap lebih serius karena biasanya bakteri yang menginfeksi cenderung sudah kebal dengan antibiotik.
  • Pneumonia komuniti. Jenis pneumonia ini didapatkan dari lingkungan sekitar.

Pneumonia berdasarkan cara penularannya

  • Pneumonia aspirasi. Pneumonia ini terjadi pada saat makanan, air, air liur, bahkan asam lambung masuk ke dalam saluran paru-paru. Biasanya ini terjadi pada orang yang mengalami gangguan mengunyah, memiliki gangguan sistem saraf, atau sedang berada di bawah pengaruh alkohol.
  • Pneumonia akibat ventilator. Infeksi penyakit pneumonia didapatkan setelah menggunakan ventilator.

Cara Mendiagnosis Radang Paru-Paru (Pneumonia)

Untuk dapat mendiagnosis radang paru-paru dilakukan serangkaian wawancara medis, pemeriksaan fisik oleh dokter dan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya pemeriksaan darah lengkap, rontgen dada dengan sinar X, CT, scan, kultur cairan dahak, cek dahak dengan BTA (Basil Tahan Asam), hingga kultur dahak.

Pengobatan Radang Paru-Paru

Bagi penderita radang paru-paru yang bersifat ringan, penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit dan cukup dirawat di rumah saja. Pemberian antibiotik bisa diberikan jika diperlukan. Dokter akan memberikan obat-obatan yang harus diminum secara teratur selama 6 bulan. Periode memakan obat memang sangat lama agar bisa membunuh kuman secara sempurna.

Selain antibiotik, obat radang paru-paru yang sering digunakan yaitu obat batuk, obat antivirus dan obat penghilang rasa sakit. Penderita radang paru-paru juga memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya.

Selain dengan obat-obatan tersebut, adapula ramuan herbal radang paru-paru atau bahan alami yang dapat digunakan untuk mengobati radang paru-paru diantaranya yaitu:

Daun Sambiloto atau Sari Kulit Manggis
Daun sambiloto atau sari kulit manggis dikeringkan kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk. Kemudian seduh dengan air panas seperti membuat kopi, lakukan hal ini secara rutin minimal 2 kali sehari hingga radang paru-paru perlahan-lahan mulai menghilang.

Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air garam membantu menghilangkan lendir di tenggorokan dan meredakan iritasi. Caranya yaitu: Larutkan ¼-½ sdt garam ke dalam segelas air hangat. Lalu gunakan untuk berkumur setidaknya selama 30 detik. Ulangi sebanyak tiga kali sehari.

Minum teh pepermint/kunyit

Cara membuat teh pepermint dari daun, yaitu: Cuci dan potong daun mint segar dan letakkan di cangkir atau teko. Lalu tambahkan air mendidih dan diamkan selama lima menit. Kemudian, saring dan sajikan dengan tambahan lemon, madu, atau susu sesuai selera. Selain daun mint, bisa juga digunakan kunyit.

Kompres dahi dengan air hangat
Salah satu gejala radang paru-paru adalah demam maka untuk mengurangi deman dapat dilakukan dengan mengkompres dahi dengan air hangat.

Cara Mencegah Radang Paru-Paru (Pneumonia)

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit radang paru-paru diantaranya yaitu melakukan vaksinasi guna memberikan sedikit kekebalan tubuh dan dapat mencegah timbulnya gejala yang berat jika tertular penyakit radang paru-paru di kemudian hari.

Selain itu, cara lainnya yaitu memisahkan anak-anak dari orang dewasa yang terdiagnosis radang paru-paru dan memastikan adanya sirkulasi udara yang baik di rumah.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Pneumonia : Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan dan Cara Mencegah Radang Paru-Paru (Pneumonia)  yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..