Xerosis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Xerosis (Kulit Kering)

Posted on

Xerosis (Kulit Kering) – Xerosis atau kulit kering adalah penyakit yang menyebabkan kekeringan pada kulit tubuh atau pada bagian tubuh lainnya seperti pada mata.

Xerosis bisa terjadi pada lelaki maupun perempuan tanpa memandang usia, tapi lansia lebih berisiko mengalami xerosis ini. Penyakit xerosis bisa terjadi dalam waktu singkat atau terjadi dalam waktu yang lama (kronis).

Xerosis banyak ditemukan pada orang yang tinggal di daerah dingin dengan tingkat kelembapan yang rendah. Kondisi tersebut bisa dihindari dengan mengkonsumsi air yang cukup setiap hari. Asupan cairan sangat dibutuhkan karena cairan bermanfaat untuk memlembapkan kulit manusia agar tetap lembut dan sehat.

Tanda dan Gejala Xerosis

Xerosis atau kulit kering akan tampak seperti:

  • Kering, kasar, dan bersisik terutama di lengan dan tungkai.
  • Pucat, kusam, dan berwarna keputihan.
  • Menjadi kemerahan karena mengalami iritasi.
  • Pecah-pecah, mengelupas, dan rentan berdarah.

Kulit kering bisa menimbulkan rasa gatal. Apabila kulit yang sudah pecah-pecah di garuk, bisa semakin meluas dan menimbulkan infeksi kulit.

Kulit kering bisa ditangani sendiri di rumah, namun penderita harus segera menemui dokter apabila muncul gejala, seperti:

  • Terjadinya pengelupasan kulit berukuran besar.
  • Munculnya ruam berbentuk cincin.
  • Tidak membaik atau bahkan memburuk setelah memakai produk perawatan kulit kering.
  • Mengeluarkan cairan atau nanah.

Penyebab Xerosis

Xerosis atau kulit kering bisa disebabkan karena kondisi yang terjadi di dalam tubuh manusia, diantaranya seperti:

  • Gen kulit kering yang diturunkan
  • Menopause
  • Dehidrasi
  • Menderita penyakit tiroid
  • Menderita gagal ginjal
  • Kurang gizi
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis
  • Obat-obatan yang digunakan, seperti obat diuretik, retinoid, atau kemoterapi.

Faktor Risiko Xerosis

Xerosis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor dari lingkungan berikut ini:

  • Penggunaan sabun mandi dengan bahan kimia tertentu, misalnya ditambahkan pewangi.
  • Menggosok kulit dengan keras dan kasar, misalnya saat mengeringkan kulit dengan handuk.
  • Terlalu sering mandi, terutama dengan air panas.
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari.

Walaupun dapat terjadi pada semua orang, xerosis lebih sering dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 40 tahun, hobi berenang, atau memiliki pekerjaan yang mengharuskan merendam bagian tubuh ke dalam air.

Pengobatan Xerosis

Pada kebanyakan kasus, xerosis atau kulit kering dapat diatasi dengan menggunakan pelembap. Pelembap berbahan dasar minyak lebih efektif dibanding pelembap berbahan dasar air. Untuk mengatasi kulit kering, cari pelembap yang mengandung asam laktat dan urea.

Jika kulit kering tidak membaik setelah dilakukan perawatan dengan pelembap, maka konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memberikan krim kortikosteroid, seperti hydrocortisone. Obat lain yang dapat diberikan adalah krim yang mempengaruhi sistem imun kulit, seperti pimecrolimus atau tacrolimus. Obat-obatan tersebut digunakan untuk meredakan gatal, kemerahan, dan peradangan.

Pencegahan Xerosis

Xerosis bisa dicegah dengan berbagai cara, mulai dari metode perawatan kulit sederhana atau dengan memperbaiki gaya hidup sehari-hari. Tujuannya untuk menjaga kulit agar tetap lembap.

Berikut beberapa cara untuk mencegah xerosis atau kulit kering diantaranya yaitu:

  • Jangan mandi terlalu lama.
  • Memilih sabun yang sesuai.
  • Menggunakan pelembab kulit.
  • Pasang pelembab ruangan.
  • Melindungi kulit saat berada di tempat dingin.
  • Menggunakan tabir surya.
  • Jangan menggaruk kulit secara berlebihan.
  • Mengkonsumsi air putih cukup setiap hari.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung omega-3.

Demikian artikel tentang “Xerosis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Xerosis (Kulit Kering)“, semoga bermanfaat.