Gastroenteritis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis (Flu Perut)

Posted on

Gastroenteritis (Flu Perut) – Gastroenteritis (Flu Perut) merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil, sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta kejang perut. Gastroenteritis juga sering disebut dengan gastro, stomach bug, dan stomach virus. Meski tidak berkaitan dengan influenza, penyakit ini juga sering disebut flu perut dan flu lambung.

Gastroenteritis adalah peradangan pada lapisan usus yang biasanya disebabkan karena adanya infeksi. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri atau parasit.

Cara penyebaran indeks ini bisa melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan berkontak dengan orang yang terinfeksi.

Gastroenteritis ini umum terjadi dan lebih sering terjadi pada bayi, anak kecil, orang tua, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Tanda dan Gejala Gastroenteritis

Gejala dan tanda umum gastroenteritis, diantaranya yaitu:

  • Nyeri perut atau kram perut.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Menggigil atau sakit kepala.

Tapi gejala yang muncul biasanya tergantung dari penyebabnya, gejala ini bisa terjadi 1-3 hari setelah terinfeksi dan berlangsung selama 1-2 hari, atau bisa mencapai 10 hari.

Jika gejala yang muncul semakin parah seperti BAB terus-menerus dalam 24 jam atau BAB berdarah; muntah yang berkepanjangan lebih dari 2 hari atau muntah darah; dehidrasi (haus, mulut kering, urine berwarna kuning gelap, urine sedikit atau bahkan tidak ada, pusing); dan demam tinggi (lebih dari 40 derajat Celsius). Maka harus segera menghubungi dokter.

Jika terjadi terjadi gastroenteritis pada bayi dan anak kecil, serta muncul gejala seperti demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celsius); rewel dan menangis terus; tampak lemas atau lemah; diare berdarah; dehidrasi; muntah lebih dari beberapa jam; tidak buang air kecil dalam 6 jam dan tidur tidak seperti biasanya, maka harus segera hubungi dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Gastroenteritis

Gastroenteritis bisa disebabkan infeksi virus, bakteri, atau parasit. Virus yang paling sering menyebabkan infeksi yakni norovirus dan rotavirus. Pada kasus yang jarang, bakteri penyebab infeksi yaitu E. coli dan Salmonella. Biasanya bakteri ini ditemukan pada daging unggas mentah atau telur yang terkontaminasi. Biasanya infeksi ini menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena gastroenteritis diantaranya yaitu usia, sistem imun yang lemah dan juga tinggak ditempat dengan sanitasi air buruk.

Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis

Jika gastroenteritis yang diderita terjadi karena bakteri maka bisa diberi antibiotik. Selain itu, cara mengobati gastroenteritis dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini, diantaranya seperti:

  • Banyak istirahat.
  • Banyak minum air.
  • Berhenti makan untuk beberapa jam untuk mengistirahatkan lambung.
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti pisang atau bubur.
  • Hindari konsumsi susu, alkohol, kafein, makanan berlemak, atau makanan yang padat dan keras.

Cara terbaik untuk mencegah gastroenteritis ini yaitu cuci tangan.

Demikian artikel pembahasan tentang “Gastroenteritis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis (Flu Perut)“, semoga bermanfaat